Pengertian PHP Beserta Fungsi dan Sejarah PHP yang Wajib Anda Ketahui

Seiring berkembangnya teknologi, website menjadi suatu hal yang tidak asing didengar. Website semakin cepat populer karena kemudahan yang membantu pengguna untuk memperoleh informasi. Namun tahukah Anda bagaimana suatu website dibangun? Untuk membangun website diperlukan media yang disebut dengan bahasa pemrograman.

Beberapa bahasa pemrograman yang digunakan untuk membangun website, diantaranya, HTML dan PHP. Dengan menggunakan HTML, Anda sudah dapat membangun sebuah website dan tampilannya dipercantik dengan CSS (Cascading Style Sheet). Namun, website tersebut bersifat statis. Namun, jika Anda menginginkan website yang menarik dan interaktif maka penggunaan PHP diperlukan dan dilengkapi dengan database.

Suatu website akan sering dikunjungi oleh pengguna jika informasi didalamnya terus diperbaharui (up to date). Dengan demikian, pemrogram website harus melakukan penambahan atau pengubahan data didalamnya. Salah satu bahasa pemrograman yang dapat melakukan hal tersebut adalah PHP. Menggunakan PHP maka pemrograman website tidak perlu melakukan proses editing manual di halaman HTML. Pemrogram hanya perlu mengubah data dan informasi tersebut melalui database.

Saat ini, PHP menjadi bahasa pemrograman server-side tingkat pertama dengan presentasi sebesar 83.4% yang banyak digunakan oleh banyak orang di seluruh dunia. Selain itu, PHP juga merupakan bahasa pemrograman yang gratis digunakan dan open source sehingga pemrograman dapat melakukan pengembangan di dalamnya.

Bagi Anda yang berkecimpung di dunia desain web tidak asing mengenai apa itu PHP dan fungsi yang dimiliki. Namun, bagi orang awam belum mengetahuinya penjelasan mengenai PHP. Dalam artikel ini akan dijelaskan mengenai pengertian PHP, sejarah perkembangan PHP beserta fungsi dari PHP.

Pengertian PHP

pengertian PHP adalah

Bagi Anda yang berkecimpung di dunia desain web mungkin tidak asing lagi mendengar kata “PHP”. PHP merupakan singkatan rekursif Hypertext Preprocessor. Definisi dari PHP adalah bahasa pemrograman server-side yang dirancang untuk pengembangan web. PHP dikatakan server-side karena program yang diberikan akan dijalankan/diproses pada komputer yang bertindak sebagai server. Sebagai contoh, ketika Anda membuka situs facebook.com maka web browser akan melakukan request ke server.

Biasanya, PHP digunakan bersamaan dengan penggunaan bahasa pemrograman, seperti HTML dan JavaScript, dimana bahasa tersebut dijalankan di sisi web browser (client). PHP juga dapat digunakan untuk membangun sebuah CMS (Content Management System).

PHP tidak hanya digunakan untuk membuat halaman web yang sederhana tetapi menghasilkan website yang popular dan digunakan banyak orang seperti Joomla, Wikipedia, Drupal, WordPress dan sebagainya. Dewasa ini, penggunaan PHP diminati oleh banyak orang karena memberikan solusi yang murah (free) dan juga dapat berjalan di berbagai berbagai platform.

Sejarah PHP

sejarah PHP

Awalnya, PHP merupakan singkatan dari Personal Home Page yang digunakan untuk membuat situs pribadi. Namun seiring perkembangannya, akronim PHP diperbaharui. PHP sendiri bermula ketika Rasmus Lerdorf, seorang pemrogram di Denmark/GreenLand pada 1994 membuat script dengan bahasa Perl di web pribadinya.

Untuk meningkatkan performa, Lerdorf membuat ulang script tersebut dalam bahasa C. Script itu memiliki kemampuan untuk memproses form HTML agar dapat berkomunikasi dengan database. Ia memberikan nama dengan sebutan PHP/FI (Personal Home Page Forum Interpreted) yang terdiri dari sekumpulan script untuk mengolah data formulir dari web. Dengan sebutan PHP/FI yang bersifat open source membuat banyak pemrogram yang ikut serta dalam pengembangan PHP.

Script tersebut dirilis ke publik dengan sebutan PHP Tools version 1.0 pada 8 Juni 1995 melalui sebuah grup diskusi Usenet di alamat comp.infosystems.www.authoring.cgi. Pada versi 1.0, dikatakan bahwa PHP merupakan sebuah framework bahasa C yang digunakan dalam pengembangan web. Pada April 1996, Lerdorf mengumumkan PHP/FI versi 2.0 saat sedang mengerjakan proyek di Universitas Toronto. Proyek tersebut membutuhkan pengolahan data dan desain web yang rumit. Dalam versi 2.0 ini terjadi penambahan fitur baru seperti fitur logika “if” dan “else”. Istilah scripting language mulai digunakan ketika itu.

Pada Pertengahan 1997, Zeev Suraski dan Andi Gutmans yang merupakan pemrograman pendatang baru ikut mengambil bagian untuk membuat ulang interpreter PHP agar lebih stabil. Perilisan PHP versi 3.0 ditandai dengan melakukan perubahan akronim PHP menjadi Hypertext Preprocessor. Sejak saat itulah, PHP menjadi bahasa pemrograman web popular di seluruh dunia dan menjadi standar bagi seorang pemrogram.

apa itu PHP?

Zeev Suraski (kiri) dan Andi Gutmans (kanan)

Zeev Suraski dan Andi Gutmans bersama para pemrogram di seluruh dunia terus melakukan pengembangan fitur terbaru PHP, seperti adanya layer abstraksi antara PHP dan web server, menambahkan mekanisme yang bersifat thread-safety dan two-stage parsing yang bernama Zend Engine. PHP versi 4.0 dirilis pada 22 Mei 2000. PHP versi 5.x dirilis pada Juli 2004 yang mendukung penuh pemrograman berbasis objek / Object Oriented Programming dan beberapa fitur, seperti PDO (PHP Data Objects) untuk pengaksesan database, closures, trait, dan namespaces.

Pada versi lanjutan PHP, yakni PHP versi 6.x mengembangkan kemampuan Unicode agar PHP dapat mendukung berbagai karakter bahasa non-latin. PHP versi 7.0 berkembang dari proyek eksperimen yang dinamakan PHPNG (PHP Next Generation). Dalam Proyek PHPNG dilakukan penyusunan ulang kode PHP untuk meningkatkan performa. Pada Juli 2014, sebuah percobaan mendapati hasil bahwa PHPNG mengalami peningkatan performa hampir 100% dari versi PHP sebelumnya.

Begitulah sejarah mengenai perkembangan darI PHP. Untuk saat ini versi terbaru dari PHP adalah 7.1.15 yang dirilis pada 1 Maret 2018 yang dilengkapi dengan fitur-fitur, seperti tipe data NULL, adanya Error atau warning saat ada string dalam operasi aritmatik, return tipe data void dan masih banyak lagi.

Fungsi PHP

fungsi PHP

Pada umumnya, untuk membangun halaman web, PHP bukanlah menjadi bahasa pemrograman yang utama. Menggunakan HTML dan CSS sudah dapat menghasilkan halaman web statis, dimana kontennya bersifat tetap. Bahasa PHP merupakan bahasa pemrograman pelengkap yang digunakan untuk menghasilkan web yang dinamis dan interaktif. Berikut akan dijelaskan mengenai beberapa fungsi dari PHP :

1. Mempersingkat Tatanan HTML dan CSS

Untuk membangun sebuah halaman web yang dinamis, PHP dapat berfungsi untuk mempersingkat penggunaan tatanan HTML dan CSS. Sebagai contoh, Dalam suatu sistem karyawan memiliki jumlah baris 100. Jika menggunakan HTML dan CSS maka barisan tersebut menjadi sangat panjang. Sedangkan jika ditambah dengan menggunakan PHP, maka Anda bisa mengatur beberapa baris yang dibutuhkan atau ditampilkan.

2. Input Data

Dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP, Anda dapat menginput data dan menyimpannya dalam sistem Database, seperti MySQL.

3. Manajemen Cookie dan Session

Dalam PHP, Cookie dan Session digunakan untuk menyimpan informasi pengguna. Fungsi session_start() untuk memulai session dan cookie dengan fungsi setcookie(). Sebagai contoh proses cookie, menyimpan username dan password pengguna di browser sehingga tidak harus mengisinya ulang ketika membuka situs yang sama. Session contohnya menyimpan informasi login yang hanya berlaku dalam satu sesi saja.

4. Kompress Teks

Dalam PHP, Anda bisa mengkompres teks yang panjang menjadi lebih pendek dengan fungsi gzcompress() dan mengembalikannya dengan fungsi gzuncompress().

Itulah beberapa fungsi dari PHP. Demikianlah penjelasan mengenai pengertian PHP, sejarah perkembangan PHP dan fungsi PHP. Penulis berharap agar Anda mengetahui sejarah perkembangan PHP dan fungsinya. PHP yang memiliki fungsi utama untuk mendesain web dinamis dan interaktif.

Leave a Reply

Send this to a friend