Microsoft baru-baru ini menuai kritik tajam dari komunitas pengguna setianya setelah memutuskan untuk menghapus beberapa fitur yang dianggap krusial pada browser Microsoft Edge.
Berdasarkan laporan yang dilansir dari Neowin, para pengguna kini tengah “memohon” agar Microsoft mempertimbangkan kembali keputusannya dan mengembalikan dua fitur utama yakni Edge Collections dan Sidebar App List.
Kekecewaan ini bermula ketika Microsoft mulai menghentikan dukungan untuk fitur-fitur tersebut dalam upaya penyederhanaan user interface pada Microsoft Edge. Namun, bagi banyak pengguna, fitur ini bukan sekadar pemanis visual, melainkan alat produktivitas inti yang membedakan Edge dari kompetitor utamanya, Google Chrome.
Fokus pada Efisiensi yang Hilang
Fitur pertama yang menjadi sorotan adalah Edge Collections. Sejak diperkenalkan, fitur ini memungkinkan pengguna untuk menyimpan teks, gambar, dan tautan ke dalam grup yang terorganisir dengan rapi.
Bagi pelajar, peneliti maupun pekerja profesional, Koleksi adalah cara terbaik untuk mengelola referensi tanpa harus membuka puluhan tab sekaligus. Penghapusan fitur ini dinilai merusak alur kerja banyak orang yang telah mengandalkannya selama bertahun-tahun.
Fitur kedua yang diminta untuk kembali adalah Sidebar App List. Sidebar Edge sebelumnya dikenal sangat fleksibel, memungkinkan pengguna mengakses aplikasi seperti Outlook, WhatsApp, hingga kalkulator secara instan tanpa meninggalkan halaman utama. Pengguna melaporkan bahwa penghapusan daftar aplikasi ini secara signifikan mengurangi efisiensi navigasi mereka.
Kontroversi Copilot vs. Fitur Klasik
Hal yang paling memicu kemarahan pengguna adalah prioritas Microsoft yang dianggap keliru. Di saat fitur-fitur produktivitas yang stabil dan dicintai pengguna justru dipangkas, Microsoft malah terus “memaksakan” integrasi AI melalui Copilot di berbagai sudut browser.
Banyak masukan di forum komunitas dan petisi daring menyebutkan bahwa Microsoft seharusnya mempertahankan fitur yang sudah terbukti berguna daripada menggantinya dengan alat baru yang belum tentu dibutuhkan oleh semua orang. Sebagian pengguna bahkan mengancam akan beralih ke browser alternatif lain seperti Vivaldi atau Brave jika Microsoft tetap bersikeras pada keputusan ini.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi apakah Microsoft akan mendengarkan aspirasi tersebut. Namun, sejarah menunjukkan bahwa jika tekanan komunitas cukup kuat, Microsoft terkadang bersedia mengembalikan fitur atau setidaknya menjadikannya opsi opsional di menu pengaturan. Bagi para pengguna Edge, harapan mereka sederhana: inovasi melalui AI tidak boleh mengorbankan fungsionalitas dasar yang sudah bekerja dengan baik.
Editor: Muchammad Zakaria
Download berbagai jenis aplikasi terbaru, mulai dari aplikasi windows, android, driver dan sistem operasi secara gratis hanya di Nesabamedia.com:





