Nesabamedia—Uni Eropa kembali menegaskan sikap kerasnya terhadap raksasa teknologi asal China, Huawei dan ZTE, dengan mengumumkan langkah drastis yang berpotensi melenyapkan kedua perusahaan tersebut dari infrastruktur telekomunikasi vital di benua biru (13/11).
Keputusan Komisi Eropa ini menandai eskalasi signifikan dalam ketegangan geopolitik dan kekhawatiran keamanan siber yang telah membayangi hubungan Barat dengan Beijing.
Wakil Presiden Komisi Eropa, Thierry Breton, dengan tegas menyatakan bahwa Komisi telah mengambil langkah untuk secara bertahap menghapus penggunaan perangkat dari Huawei dan ZTE dalam jaringan 5G dan infrastruktur telekomunikasi generasi berikutnya.
Pernyataan ini bukan sekadar retorika, Breton menegaskan bahwa Komisi bertekad untuk mengubah rekomendasi yang ada menjadi regulasi yang mengikat, yang berarti pelanggaran atas larangan ini dapat berujung pada sanksi atau denda yang berat.
“Risiko keamanan 5G telah diperkuat oleh sifat profil risiko pemasok. Kami sangat jelas bahwa pemasok peralatan telekomunikasi yang berisiko tinggi harus diidentifikasi dan dikecualikan,” kata Breton dalam konferensi pers.
Inti dari kekhawatiran Uni Eropa adalah potensi spionase siber atau gangguan sistem komunikasi yang dapat dilakukan oleh pemerintah China melalui perusahaan-perusahaan teknologi nasionalnya.
Meskipun Huawei dan ZTE secara konsisten membantah tuduhan ini, seruan untuk “De-Risking” dari teknologi China semakin menguat di Eropa, sejalan dengan kebijakan serupa yang diterapkan oleh Amerika Serikat.
Langkah ini bukanlah hal baru. Sejak tahun 2020, Uni Eropa telah merekomendasikan negara-negara anggotanya untuk tidak menggunakan perangkat 5G dari pemasok berisiko tinggi.
Namun, implementasinya masih bervariasi. Dengan dorongan terbaru dari Komisi Eropa, gelombang larangan ini diperkirakan akan menyapu seluruh blok.
Jerman, misalnya, telah mengumumkan rencana untuk melarang komponen utama dari peralatan telekomunikasi China mulai tahun 2026. Finlandia juga berencana memperluas larangan komponen Huawei 5G-nya.
Konsekuensi dari keputusan ini sangat besar. Bagi Huawei dan ZTE, pasar Uni Eropa yang sangat besar dan menguntungkan kini terancam tertutup.
Bagi negara-negara anggota UE, ini berarti investasi ulang yang signifikan dalam infrastruktur yang ada, tetapi dengan janji keamanan yang lebih terjamin dan diversifikasi pemasok.
Keputusan Komisi Eropa ini mengirimkan pesan yang jelas, di era persaingan geopolitik yang semakin sengit, keamanan nasional dan kedaulatan digital akan menjadi prioritas utama, bahkan jika itu berarti mengorbankan keuntungan ekonomi jangka pendek. Perang dingin teknologi global kini mencapai babak baru yang lebih intens di jantung Eropa.
Download berbagai jenis aplikasi terbaru, mulai dari aplikasi windows, android, driver dan sistem operasi secara gratis hanya di Nesabamedia.com:











