Aplikasi Android Berbahaya di Google Play Store

Peringatan! Masih Ada 19 Aplikasi Berbahaya Yang Belum Dihapus Di Play Store

NESABAMEDIA.COMPengguna smartphone Android kembali mendapatkan peringatkan. Lagi-lagi hal ini terkait adanya sejumlah aplikasi berbahaya di Google Play Store yang bisa membuat perangkat smartphone Android pengguna memunculkan iklan-iklan mengganggu dan merugikan. 

Dari laporan yang diungkap oleh tim keamanan di Avast, setidaknya ada 19 aplikasi berbahaya di Google Play Store yang bisa membanjiri smartphone Android pengguna dengan iklan merugikan. Celakanya, hingga saat ini aplikasi tersebut masih bertengger di halaman Google Play Store. Awalnya, terdeteksi 21 aplikasi, namun tiga diantaranya sudah dihapus oleh Google dari Play Store, dan menyisakan 19 aplikasi lagi.

Lebih lanjut, Avast menjelaskan bahwa 19 aplikasi berbahaya itu statusnya masih dalam tahapan investigasi oleh tim Google, dan masih bisa diunduh oleh pengguna yang tidak tahu akan hal ini. 

Peringatan yang dikeluarkan oleh Avast ini, lebih ditujukan kepada para pengguna smartphone Android yang hobi bermain game, dan menjadikan Play Store sebagai tempat mengunduh dan memasang game yang mereka inginkan. 

Kebanyakan, aplikasi yang dianggap berbahaya itu berupa game-game kecil. Aplikasi itu menawarkan permainan simpel semacam “melontarkan mobil melewati jalanan, pohon atau gunung, menembak orang jahat dari helikopter, atau permainan virtual yang memungkinkan pengguna menyetrika pakaian mereka.”

Dan nampaknya, genre permainan semacam itu sedang digemari saat ini. Hal ini bisa dilihat dari jumlah angka unduhan yang mencapai 8 juta kali. 

Cara kerja dari aplikasi berbahaya itu mulai merugikan perangkat smartphone pengguna adalah dengan secara diam-diam juga memasukkan kode iklan. Begitu diunduh, aplikasi akan menyisipkan file virus trojan. Kemudian ketika dijalankan, maka layar smartphone pengguna tiba-tiba dibanjiri oleh iklan. Bahkan ketika aplikasi itu telah ditutup, iklan masih terus muncul. 

Belum sampai disitu, aplikasi itu memiliki sistem tersendiri yang bisa menyembunyikan shortcut dan aplikasi itu sendiri, sehingga pengguna akan kesusahan untuk menghapus aplikasi tersebut dari perangkat smartphone mereka.

Salah seorang pakar keamanan siber mengatakan bahwa belakangan ini, orang tidak bertanggung jawab semakin sering menginfeksi perangkat smartphone pengguna dengan menggunakan adware. Contoh kasus terakhir adalah sebuah adware yang menyebar melalui aplikasi Tik Tok. Karena sedang digemari dan penggunanya mayoritas adalah usia muda, tentu menjadi target mangsa yang empuk bagi para peretas tersebut.

Leave a Reply

Send this to a friend