• Our Partners:

Permintaan Software Bajakan Microsoft di Rusia Melonjak Drastis

Permintaan Software Bajakan Microsoft di Rusia Melonjak Drastis

NESABAMEDIA.COMPencarian web yang berbasis di Rusia untuk produk bajakan ilegal Microsoft, termasuk sistem operasi Windows telah mengalami lonjakan besar baru-baru ini, setelah perusahaan asal Redmond itu menghentikan penjualan produk-produk mereka, sebagai bagian dari sanksi Rusia yang menginvasi Ukraina.

Microsoft mengumumkan penghentian penjualan di Rusia pada awal-awal serangan terjadi di bulan Maret lalu. Bulan Juni ini, Microsoft menginformasikan bahwa pihaknya akan menurunkan operasional mereka di negara itu secara signifikan. 

Pencarian Google terkait dengan metode aktivasi Windows 10 telah melonjak sampai dengan 250% dalam kurun waktu tiga bulan ini. Pencarian untuk pengunduhan Excel juga meningkat tajam sampai 650% pada bulan Juni saja. 

Untuk pekan lalu tercatat ada kenaikan pencarian sebesar 47% untuk kata kunci Windows 10 Media Creation Tools, setelah pengguna di Rusia mulai mendapatkan pesan kesalahan ketika mencoba mengunduh file pemasangan Windows 10 dan 11 dari situs resmi Microsoft. 

Di saat yang sama, pengembang software asal Rusia yang berbasis pada sistem operasi Linux juga melihat adanya kenaikan penjualan dalam beberapa bulan terakhir, seperti yang dilaporkan oleh Kommersant. 

Lembaga-lembaga pemerintahan Rusia sendiri juga diketahui mulai beralih dari Windows ke Linux, yang digunakan oleh sekitar 2% perangkat komputer desktop, setelah Microsoft menangguhkan dukungan teknis untuk produk mereka di Rusia. Namun para ahli IT menyatakan keraguan mereka bahwa Linux akan sepenuhnya menggantikan Windows yang lebih ramah pengguna di negara itu. 

“Lebih banyak aplikasi berbayar yang dibuat untuk Windows, di mana kualitas pengembangan, pengujian dan perlindungan pengguna dari kesalahan lebih tinggi,” ungkap Igor Martyushev, Direktur Pengembang di perusahaan Marcel Distributions, yang selama ini menjadi distributor utama perangkat lunak di Rusia. 

Pada pekan lalu, Wakil Ketua dan Presiden Microsoft Brad Smith mengatakan bahwa perusahaan akan terus menarik diri dari pasar Rusia, sampai mereka benar-benar keluar sepenuhnya. Atau setidaknya, sampai pemberlakuan sanksi atas invasi Rusia terhadap Ukraina dicabut oleh negara Barat dan sekutunya. Itu pun jika Rusia menghentikan aksi invasi mereka.

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Send this to a friend