Qualcomm Akuisisi Nuvia

Qualcomm Akuisisi Nuvia Senilai 19,6 Triliun, Ekspansi Ke Arsitektur ARM

NESABAMEDIA.COMQualcomm sepakat untuk mengakuisisi Nuvia dengan nilai transaksi diperkirakan mencapai USD1,4 miliar atau sekitar Rp19,6 triliun.

Apa yang dilakukan Qualcomm ini menjadi kabar baik untuk semua partner yang bekerja sama dengan perusahaan tersebut seperti, Samsung, Sony, OnePlus, LG dan lainnya. Mereka pun menyatakan dukungan dan menyambut baik langkah akuisisi tersebut. Akuisisi ini pun menjadi akuisisi paling penting tahun ini. 

Lalu mengapa proses akuisisi Nuvia oleh Qualcomm itu disebut-sebut sebagai strategi yang sangat penting? Versi singkatnya adalah bahwa kesepakatan tersebut menjadikan Qualcomm untuk kembali ke desain CPU khusus yang berbasis arsitektur ARM. Ini akan memiliki dampak yang sangat luas untuk portofolio Qualcomm, dari server berkinerja tinggi sampai dengan smartphone yang hemat energi. Namun ada lebih banyak cerita dari akuisisi tersebut.

Dikembangkan Mantan Kepala Teknisi Apple

Nuvia sendiri selama ini dikenal sebagai desainer CPU yang berbasis arsitektur ARM. Adalah mantan kepala desainer Apple bernama Gerard Williams yang menjadi pendiri perusahaan itu di awal tahun 2019 silam. Pendiri lainnya adalah John Bruno, yang sebelumnya merupakan Arsitek Sistem di Google, di mana dia sebelumnya juga menjabat selama 5 tahun di posisi yang sama untuk Apple. Kedua orang ini memiliki jam terbang sangat tinggi dalam mendesain prosesor. 

Saat bekerja di Apple, Gerard Williams menghabiskan 12 tahun untuk mengembangkan arsitektur Cortex-A8 dan Cortex-A15 yang mentenagai versi awal smartphone yang dirilis lebih dari satu dekade yang lalu.

Sayangnya pada bulan Desember 2019, Apple memecat Gerard Williams karena melanggar kontrak. Dia kedapatan membangun Nuvia dan merekrut rekan-rekanya saat bekerja di Apple. Saat itu Gerard menyebut Apple telah melakukan praktik anti-kompetisi yang melarang dia bekerjasama dengan John Bruno. 

Sejak awal, Nuvia telah merancang prosesor sebagai pusat data yang menargetkan kinerja terdepan di industri dan efisiensi energi. CPU pusat datanya menggunakan versi kustom dari arsitektur ARM. Hal tersebut tidak berbeda dengan perjanjian lisensi yang digunakan Apple untuk CPU yang mentenagai iPhone, iPad dan jajaran produk MacBook berbasis ARM yang ada saat ini.

Mengapa Baru Sekarang Qualcomm Membeli Nuvia?

Alasan singkatnya, Qualcomm mengejar keahlian desain ARM khusus yang dimiliki oleh Nuvia. Tempat awal yang paling logis untuk hal tersebut adalah di pasar pusat data, di mana Nuvia sudah merancang chip dengan desain seperti itu. CPU berbasis ARM mendapatkan ruang sangat besar di komputasi cloud, dengan Amazon Graviton ARM Neoverse yang mencoba menjadi jawara di pasar tersebut. 

Akuisisi itu pun mendapatkan perhatian khusus dari Intel dan AMD. Qualcomm telah menjelaskan bahwa mereka berencana untuk memanfaatkan pendekatan desain khusus Nuvia untuk mencakup sebagian besar portofolio chipset mereka. 

Press release yang dibuat Qualcomm menekankan penyebutan penggabungan CPU Nuvia dengan GPU Internal, DSP, AI dan akselerator multimedia, untuk platform komprehensif di berbagai pasar. Smartphone, sistem asisten pengemudi, ER, jaringan, dan laptop generasi berikutnya adalah yang masuk dalam daftar target Qualcomm itu. Sehingga nantinya Qualcomm bisa berhadapan langsung, bersaing ketat dengan Intel, AMD dan bahkan Apple. 

Leave a Reply

Send this to a friend