Qualcomm dan MediaTek Akan Bikin 2022 Sebagai Tahun Yang Berkesan

Qualcomm dan MediaTek Akan Bikin 2022 Sebagai Tahun Yang Berkesan

NESABAMEDIA.COMTahun depan mungkin akan menjadi sangat menarik, ketika membahas mengenai smartphone. Mungkin yang anda pikirkan adalah bahwa chipset baru dari Qualcomm yakni Snapdragon 8 Gen 1, akan menjadi standar chipset untuk perangkat smartphone flagship Android tahun 2022 mendatang. Namun untuk pertama kalinya selama bertahun-tahun ke belakang, itu bukanlah jaminannya. 

MediaTek juga sedang mempersiapkan chipset terbaru mereka yakni Dimensity 9000, lalu ada Google dengan chipset kustom Tensor mereka, Samsung yang akan membawa GPU AMD untuk menjadi bagian dari prosesor buatan mereka, dan bahkan Oppo dikabarkan juga akan mengembangkan chipset buatan mereka sendiri. 

Ini lebih dari sekedar ajang persaingan smartphone semata, melainkan akan menjadi perang silikon berdarah. Lalu apakah pemenangnya akan bisa ditebak, atau pengguna akan mengharapkan sesuatu yang lebih baik? Ada beberapa hal menarik yang terungkap dari benchmark terkini.

Di saat banyak orang menjadikan benchmark sebagai tolak ukur atau indikator kinerja sebuah perangkat, namun banyak pabrikan yang melakukan manipulasi pada angka-angka yang muncul. Meski anda menyukai angka-angka pada benchmark sebuah produk, pada akhirnya itu bukanlah sebuah ukuran yang tepat untuk mengukur sesuatu. 

Sementara itu, teknisi Qualcomm mencoba meyakinkan bahwa kebanyakan benchmark yang menggunakan machine learning saat ini tidak akurat, karena mereka mengerjakan formula dan perhitungan yang tidak merefleksikan dalam kehidupan atau penggunaan nyata. Dan itu menolak fakta bahwa benchmark tidak memperhitungkan beberapa hal seperti peningkatan daya, kecuali anda mengukurnya secara terpisah, dan itu adalah hal yang sulit dilakukan. Akhirnya, melihat suatu produk akhir secara kesatuan adalah satu-satunya cara untuk mengetahuinya. 

Meski demikian, angka yang didapat dari Snapdragon 8 Gen 1 layak untuk diperbincangkan karena satu hal, yakni berdasarkan dua hal yang dibandingkan. Sedangkan chipset berikutnya dari MediaTek mungkin akan menjadi pemenangnya, jika merujuk pada angka-angka arbiter tersebut. 

Pertama adalah hasil benchmark dari Snapdragon 8 Gen 1. Skor yang didapatkan ini diambil dari beberapa kali pengujian. 

  • Geekbench 5.4.2: 1226 untuk single-core dan 3797 untuk multi-core
  • Antutu: 991349.66
  • PCMark: 16940.66
  • Jetstream 2: 137.559
  • Speedometer 2: 120.9 +-0.85

Angka-angka di atas cukup bagus, namun tidak luar biasa. Itu juga mengalahkan hasil benchmark dari Snapdragon 888. Bagian yang akan mendapatkan peningkatan performa paling besar menurut Qualcomm adalah pada machine learning dan AI, namun hasil benchmark itu terlihat cukup membingungkan. 

Qualcomm sebelumnya menyebut chipset baru mereka akan menembus skor 1 juta di Antutu, namun dari pengujian yang dilakukan ternyata hasilnya sedikit lebih kecil. Namun, MediaTek di sisi lain juga mengatakan hal yang sama. Sayangnya, MediaTek tidak memungkinkan untuk melakukan pengujian benchmark untuk prosesor barunya itu, sehingga hasilnya cukup dipertanyakan. 

Banyak pengguna saat ini yang membeli smartphone flagship hanya berdasarkan fitur-fitur yang dipromosikan oleh brand terkait, tanpa melihat spesifikasi di dalamnya. Ini dikarenakan hampir semua flagship yang ada sekarang ini menggunakan chipset yang sama, yang diproduksi oleh Qualcomm. Jika nantinya MediaTek mampu menyaingi Qualcomm, mungkin para pengguna itu tidak akan lagi mengabaikan mengenai chipset yang ada di smartphone yang akan mereka beli. 

Ini mungkin pertama kalinya orang-orang menunggu chipset flagship dari pabrikan selain Qualcomm. Dan meskipun MediaTek telah bertahun-tahun memproduksi chipset, namun baru kali ini mereka mengambil langkah yang lebih berani dengan menantang langsung Qualcomm di segmen chipset flagship, yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya. 

Melihat sejumlah hal di atas, tentunya tahun depan akan menjadi tahun yang menarik untuk smartphone, khususnya mengenai spesifikasi chipset yang akan mentenagainya. Pada akhirnya persaingan ini tentunya akan mengeluarkan pemenang sejatinya, yakni para konsumen, yang akan mendapatkan produk dengan kualitas dan spesifikasi terbaik. 

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Send this to a friend