Qualcomm Salahkan Kegagalan Windows di ARM Akibat Keserakahan OEM

Qualcomm Salahkan Kegagalan Windows di ARM Akibat Keserakahan OEM

NESABAMEDIA.COMSistem operasi Windows di perangkat laptop ARM benar-benar sebuah kegagalan. Hal ini disebabkan karena buruknya nilai proposisi, di mana perangkat laptop ARM jauh lebih lemah dari perangkat Intel dan juga memiliki sejumlah masalah kompatibilitas. 

Tampaknya hal ini juga menjadi kegusaran tersendiri di Qualcomm, yang menyalahkan kegagalan platform Windows ARM tersebut pada OEM yang membanderol harga untuk sebuah perangkat PC Always-Connected yang baru hingga lebih dari $1000.

“Salah satu titik di mana kita tidak puas dengan perangkat awal adalah harga yang tidak memadai,” ungkap Miguel Nunes, Direktur Senior Manajemen Produk di Qualcomm, dalam sebuah wawancara baru-baru ini. 

Nunes mengatakan bahwa masalah harga itu semuanya menjadi kewenangan penuh OEM, meski kita sudah mendengar bahwa harga untuk chipset ARM seperti Snapdragon 8cx memiliki harga yang sama dengan chipset Intel, namun dengan kinerja yang lebih buruk.

Bahkan sampai sekarang, harga Microsoft Surface Pro X dijual dengan harga lebih dari $1500, bahkan untuk HP Elite Folio saja harganya mencapai $2263. Walaupun dalam beberapa waktu terakhir sudah ada harga yang lebih masuk akal untuk perangkat ARM ini, seperti Samsung Galaxy Book GO, yang dijual dengan harga kurang dari $500. 

Dengan alasan bahwa mereka tidak puas dengan harga yang ada di pasaran, Qualcomm menuding OEM sebagai sumber masalah, di mana harga chipset Snapdragon seharusnya memiliki pengaruh yang tidak signifikan pada harga akhir produk. 

Pada dasarnya, ini bukanlah harga dari perangkat yang menjadi biang kerok kegagalan ini, namun lebih kepada nilainya, seperti di mana Apple mendemonstrasikan chipset M1.

Apabila kinerjanya memang setara atau lebih baik, pembeli tidak akan peduli chip mana yang memberi daya pada perangkat mreka, yang pada akhirnya menunjuk Qualcomm dan Microsoft sebagai pihak yang paling bersalah.

Di masa mendatang, Qualcomm ingin mengembangkan desain chipset mereka sendiri, yang akan mengcover bandwith yang lebih besar dalam hal kinerja dan juga harga yang masuk akal. Namun, produk yang siap dipasarkan masih belum akan hadir hingga akhir tahun ini. 

Semoga saja prosesor generasi berikutnya dari Qualcomm untuk laptop dan peningkatan Windows 11 di ARM akan mampu membereskan masalah ini. 

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Send this to a friend