Nesabamedia—Pemerintah India mengambil langkah besar untuk memperkuat ekosistem inovasinya dengan menyetujui program modal ventura senilai 100 miliar Rupee atau setara Rp18,5 triliun (16/02).
Dana ini akan dialokasikan untuk mendukung perusahaan rintisan (Startup) di berbagai sektor, dengan fokus khusus pada bidang berisiko tinggi seperti kecerdasan buatan (AI), manufaktur maju, dan teknologi mendalam (Deep Tech).
Program yang pertama kali diumumkan dalam pidato anggaran Januari 2025 ini akhirnya mendapatkan persetujuan kabinet, lebih dari setahun setelah wacana tersebut dilontarkan.
Skema pendanaan ini menggunakan model “Fund of Funds“, di mana pemerintah tidak berinvestasi langsung ke startup, melainkan menyalurkan dana melalui perusahaan modal ventura swasta. Pendekatan ini dianggap lebih efektif karena melibatkan keahlian investor profesional dalam memilih dan membina startup potensial.
Menteri Teknologi Informasi India, Ashwini Vaishnaw, mengungkapkan data mengejutkan tentang pertumbuhan startup di negara tersebut.
“Jumlah startup di India melonjak dari kurang dari 500 pada 2016 menjadi lebih dari 200.000 saat ini,” ujarnya.
Sepanjang tahun 2025 saja, tercatat lebih dari 49.000 startup terdaftar, menandai angka tertinggi sepanjang sejarah.
Program ini merupakan kelanjutan dari skema serupa yang diluncurkan pada 2016. Versi sebelumnya berhasil menyalurkan dana ke 145 modal ventura swasta, yang kemudian menginvestasikan lebih dari 255 miliar Rupee (Rp47,4 triliun) ke lebih dari 1.370 startup.
Sayangnya, program terbaru dirancang lebih terarah, dengan target spesifik pada startup deep tech dan manufaktur yang membutuhkan waktu pengembangan lebih panjang dan modal lebih besar.
Pemerintah juga memperluas jangkauan investasi ke luar kota-kota besar dan memperkuat industri modal ventura domestik, terutama dana berukuran kecil. Langkah ini menyusul perubahan aturan startup, termasuk perpanjangan status startup untuk perusahaan deep tech menjadi 20 tahun dan kenaikan batas pendapatan untuk mendapatkan insentif pajak menjadi 3 miliar Rupee (Rp557,6 miliar).
Keputusan strategis ini hadir di saat pendanaan swasta global sedang lesu. Ekosistem startup India hanya menghimpun 10,5 miliar dolar AS (Rp176,7 triliun) pada 2025, turun lebih dari 17 persen dibanding tahun sebelumnya.
Dengan jumlah pengguna internet lebih dari satu miliar orang, India terus menjadi pasar menarik bagi perusahaan teknologi global. Program ini juga menjadi sinyal kuat menjelang India AI Impact Summit yang akan dihadiri raksasa AI seperti OpenAI, Google, dan Meta.
Download berbagai jenis aplikasi terbaru, mulai dari aplikasi windows, android, driver dan sistem operasi secara gratis hanya di Nesabamedia.com:











