• Our Partners:

Samsung x POSTECH Bikin Layar Masa Depan: Bisa Switch 2D ke 3D Sekali Klik!

Para peneliti dari Samsung Electronics, Advanced Institute of Technology, bersama dengan Pohang University of Science and Technology (POSTECH) telah mengembangkan layar berbasis metasurface yang revolusioner dimana mampu beralih secara mulus antara tampilan 2D konvensional dan tampilan 3D yang imersif tanpa mengorbankan kualitas resolusi. Tentu ini sebuah terobosan mengejutkan yang telah mengejutkan industri layar.

Hasil penelitian yang komprehensif ini dirilis hari ini di jurnal peer-review paling bergengsi, Nature. Hal ini merupakan langkah monumental dalam menentukan bagaimana perangkat seluler akan memproyeksikan informasi visual di masa depan.

Tantangan utama teknologi layar 3D pada perangkat pribadi selama puluhan tahun adalah upaya insinyur untuk menyediakan tampilan 3D, namun lensa raksasa atau penghalang paralaks yang diperlukan untuk itu sangat memengaruhi kualitas konten 2D standar dan ini seringkali membuat tampilan menjadi buram atau menurunkan resolusi.

Inti dari inovasi ini adalah apa yang para peneliti sebut sebagai “lensa lenticular metasurface.” Ini bukanlah lapisan optik mekanis atau pasif, melainkan permukaan nanostruktur aktif yang mampu mengontrol polarisasi cahaya pada skala sub-gelombang.

Metasurface ini berfungsi sebagai layar datar konvensional saat terkena polarisasi cahaya tertentu, memungkinkan layar menampilkan teks dan gambar yang tajam dan ultra-high-definition untuk aktivitas sehari-hari seperti membaca email atau browsing web.

Namun, saat polarisasi cahaya dibalik pada skala elektronik terjadi secara instan, maka struktur nano tersebut dapat berfungsi sebagai susunan lensa cembung yang terfokus secara presisi. Susunan ini menghasilkan efek 3D tanpa kacamata dengan kualitas tinggi dan multi-sudut pandang bagi pengguna, dengan pola cahaya yang sedikit berbeda dikirimkan oleh susunan tersebut ke mata kiri dan kanan.

Berbeda dengan upaya sebelumnya pada smartphone 3D, desain metasurface ini memungkinkan faktor bentuk yang sangat tipis, yang diperlukan untuk diintegrasikan ke dalam profil ultra-tipis perangkat flagship saat ini.

Meskipun terobosan ini merupakan bukti konsep penelitian yang teruji, pengamat industri merasa bahwa liputannya di Nature merupakan indikasi bahwa Samsung sedang bekerja untuk mengaplikasikan teknologi ini ke dalam penggunaan komersial.

Aplikasi potensialnya sangat luas, termasuk pengalaman yang revolusioner atau bahkan pencitraan medis seluler yang sepenuhnya imersif atau pemetaan 3D untuk navigasi.

Meskipun hal ini mungkin tidak terlihat pada ponsel andalan Galaxy S tahun depan, hal ini merupakan pertanda bahwa interaksi biasa dengan perangkat seluler dapat menjadi pengalaman yang jauh lebih imersif, menggabungkan kegunaan layar datar dengan imersi headset AR.

Editor: Muchammad Zakaria

Penulis Redaksi

Muchammad Zakaria

Tech-addict yang gemar mengulik perkembangan teknologi terkini. Saat tidak sedang menulis, ia sering menghabiskan waktu luang untuk mengeksplorasi algoritma dan tren SEO terkini. Ia percaya bahwa teknologi harus dapat diakses dan dimanfaatkan oleh semua orang.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments