Sejarah Danau Toba

Sejarah Danau Toba dan Legenda Beserta Asal Usul Terbentuknya Danau Toba

Danau Toba merupakan danau alami dan paling besar di Indonesia berada di kaldera gunung supervulkanik. Panjangnya 100 km (62 mil), dan lebarnya 30 km (19 mil), dengan kedalaman 1600 m (5200 ft). Danau toba adalah danau vukanik terbesar di dunia.

Danau toba berada di tengah provinsi Sumatera Utara dan dikelilingi oleh 7 kabupaten yaitu Samosir, Toba Samosir, Dairi, Karo, Simalungun, Humbang, dan Tapanuli Utara.

Sejarah Danau Toba

Berdasarkan sejarah, awalnya Danau Toba adalah gunung berapi. Gunung Toba ini mempunyai kantong magma yang sangat besar sehingga jika terjadi letusan dapat mengakibatkan ledakan yang dahsyat .

Kantong magma tersebut berisi banyak lelehan batuan sedimen yang bergesekan secara hiperaktif antar lempeng benua yakni lempeng Eurasia dan lempeng Indo-Australia. Kedua lempeng tersebut berada pada kedalaman 150 kilometer di bawah bumi.

Akibat dari gesekan antar lempeng tersebut menghasilkan panas yang menyebabkan bebatuan meleleh. Lelehan dari bebatuan itu naik ke dari atas kantong magma. Semakin sering terjadi gesekan maka jumlah magma akan bertambah sehingga jika sudah meletus menghasilkan ledakan yang tinggi dan dahsyat.

Danau Toba

Berdasarkan literatur, Gunung Toba pernah meletus sebanyak 3 kali. Pertama kali meletus kira-kira 800.000 tahun lalu. Akibat dari letusannya membentuk sebuah kaldera di bagian Selatan dari danau Toba yaitu di daerah Praprat dan Porsea.

Letusan kedua, kira-kira 500.000 tahun lalu. Akibat dari letusannya membentuk kaldera di bagian Utara Danau Toba yaitu di daerah Silalahi dan Haranggaol.

Lerusan ketiga, kira-kira 74.000 tahun lalu. Faktanya letusan ketiga inilah yang paling dahsyat yang terjadi dalam sejarah dunia walaupun belum dicacat di dalam buku, akan tetapi bukti ilmiahnya telah ada.

Menurut para ahli, letusan gunung Toba berskala 8.0 VEI (Volcanic Explosivity Index) menghasilkan ledakan supervulkanik. Ledakan tersebut lebih dahsyat dari pada ledakan bom nuklir Nagasaki-Hirosima yaitu 0,015 megaton TNT dan juga letusan dari oleh Gunung Krakatau 150 megaton TNT. Karena letusan yang dihasilkan Gunung Toba ialah 26.000 megaton TNT. Diperkirakan bisa menghancurkan daerah Sumatera Utara seluas 20.000 km2.

Letusan ketiga memuntahkan >1.000 km3 material letusan dengan ketinggian sekitar 50 km. Sehingga abu vulkanik dari letusan tersebut menyebar ke seluruh atmosfer bumi dan menutupi matahari yang akan masuk ke bumi dalam rentang waktu beberapa tahun. Yang mengakibatkan temperatur di bumi saat itu turun 3 sampai 5oC.

Dampak lainnya ialah banyaknya populasi yang mati, baik itu makhluk hidup maupun manusia (sekitar 60 juta jiwa). Dugaan tersebut bedasarkan material abu yang di muntahkan menimbun habitat makhluk hidup maupun manusia serta tidak adanya cahaya matahari yang dapat masuk ke bumi sehingga fotosintesis yang dilakukan oleh tumbuhan tidak bisa berlangsung dan menyebabkan punahnya beberapa populasi dan juga manusia akibat kelaparan.

Setelah meletus untuk ketiga kalinya, menyebabkan terbentuknya kaldera baru dan terisi oleh limpahan air dan menjadi Danau Toba yang kita kenal saat ini.

Akibat dari tekanan ke arah atas dari magma yang belum keluar meghasilkan beberapa pulau besar di sekitar Danau Toba, yakni :

  1. Pulau Toping
  2. Pulau Sibandang
  3. Pulau Tulas
  4. Pulau Tao
  5. Pulau Samosir

Legenda dan Asal Usul Danau Toba

Peta Danau Toba

Di zaman dahulu, hiduplah seorang pemuda di daerah Sumatera Utara bernama Toba. Pemuda tersebut sudah tidak mempunyai ibu dan ayah, dan ia hidup sendirian. Kesehariannya ia bekerja di ladang, dan terkadang mencari ikan di sungai. Hasil tangkapan ikannya akan dijual di pasar dan sebagian di masak sebagai lauk untuk di makan.

Di suatu hari, ketika Toba sedang memancing ia sangat mengharapkan bisa mendapat ikan yang besar untuk di jadikan lauk dan tidak lama kemudian akhirnya harapannya pun terkabul. Toba sangat gembira ketika mendapatkan ikan yang besar itu.

Sembari memperhatikan ikan besar itu, Toba merasa ada yang aneh dari hasil tangkapannya itu. Dia merasa tidak pernah melihat ikan seperti itu sebelumnya. Ikan berwarna kuning keemasan dengan sisik yang berkilau saat terkena cahaya matahari.

Toba pun membawa ikan tersebut ke rumahnya dan meletakkan ikan besar itu ke dalam ember dan ia pun bergi sejenak. Saat setelah dia kembali ada sebuah keajaiban terjadi yaitu ikan di dalam ember tersebut sudah tidak yang ada hanya koin-koin emas serta ada seorang perempuan cantik di tempat tersebut.

Toba pun bertanya sipa perempuan itu. Dan perempuan itu menjawab bahwa dia adalah ikan besar berwarna kuning keemasan hasil pancingan Toba. Lalu koin emas itu adalah sisiknya yang lepas. Perempuan itu juga menceritakan bahwa dia terkena kutukan dan hukuman akibat melanggar suatu hal. Putri nama dari perempuan itu mengatakan bahwa ia ingin membalas budi kepada Toba karena telah membebaskannya dari kutukan itu.

Toba pun langsung ingin menjadikan Putri sebagai istrinya karena selama ini dia sangat mendambakan seorang istri yang menemani hidupnya agar tidak sendirian lagi. Putri bersedia menjadi istrinya asalkan ada satu syarat yang harus dipenuhi oleh Toba. Syaratnya yaitu Toba harus menyimpan rahasia si ikan. Tidak boleh sekalipun Toba menyebutkan bahwa Putri ialah seekor ikan atau yang berhubungan dengan hal itu.

Lantas Toba pun setuju dengan syarat tersebut hingga akhirnya mereka berdua menikah, menikmati kehidupan yang sederhana dan berbahagia sampai mereka dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Samosir.

Bertahun-tahun pun berlalu hingga Samosir tumbuh menjadi anak yang pemalas dan nakal. Pekerjaan Samosir tiap hari yaitu mengantar makanan dan minum ke ladang untuk bekal makan siang ayahnya. Namun melakukan hal tersebut dia pun terkadang sering malas.

Hingga disuatu hari, saat Toba sudah merasa lapar dan Samosir pun tiba membawa bekal yang disiapkan ibunya. Namun saat dibuka makanan dan minumam yang dibawa Samosir tinggal sedikit. Lalu Toba bertanya dengan kesal kenapa makanannya sedikit. Dengan perasaan tidak bersalah Samosir menjawab bahwa ia memakannya di tengah perjalanan karena lapar. Toba pun langsung marah  dan mencaci Samosir hingga ia melanggar perjanjiannya dengan Putri ia mencaci Samosir dengan berkata “keturunan ikan”.

Samosir kaget dan menangis lalu ia berlari ke rumahnya dan bertanya kepada ibunya mengenai hal tersebut. Ibunya pun langsung menangis mendengar perkataan itu. Lalu Putri menyuruh Samosir pergi ke bukit yang tinggi untuk berlindung. Seketika datang petir dengan hujan yang deras. Lalu Putri pun menghilang, muncullah air dari tempat tersebut serta pijakan kaki Samosir berubah membentuk pulau. Sampai akhirnya air semakin meninggi hingga menenggelamkan seluruh desa dan terbentuklah Danau Toba dan Pulau Samosir di tengahnya.

Editor: Muchammad Zakaria

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Send this to a friend