Nesabamedia—Senat Amerika Serikat tengah menyelidiki Meta setelah bocoran dokumen internal mengungkap bahwa chatbot AI buatan mereka sempat diizinkan bicara dengan nada romantis dan sensual kepada anak-anak (20/08).
Salah satu contohnya adalah chatbot yang jika diterjemahkan berkata “setiap inci dari dirimu adalah mahakarya” kepada anak usia delapan tahun, janggal bukan?
Siapa yang Bertindak?
Senator Josh Hawley, Ketua Subkomite Kejahatan dan Kontraterorisme, langsung bertindak cepat.
Ia meminta Meta menyerahkan berbagai dokumen internal, termasuk laporan insiden, draf kebijakan, dan nama-nama tim yang terlibat. Deadline-nya? Hanya sampai 19 September 2025.
“We intend to learn who approved these policies, how long they were in effect, and what Meta has done to stop this conduct going forward.” Kata Hawley.
Langkah ini diambil karena kebijakan yang memperbolehkan chatbot berkomunikasi mesra dengan anak-anak dianggap sangat berbahaya.
Meta: “Itu Bukan Kebijakan Resmi Kami”
Menanggapi penyelidikan ini, Meta mengklaim bahwa panduan tersebut tidak pernah menjadi kebijakan resmi, dan langsung dihapus saat ditemukan.
Namun, banyak pihak menilai tindakan Meta terlalu lambat, karena baru merespons setelah ada tekanan publik dan media.
Kecaman dari Banyak Senator
Kritik berdatangan dari berbagai pihak, termasuk Senator dari dua partai:
Marsha Blackburn (Republik) bilang bahwa Meta “gagal total” dalam melindungi anak-anak online, dan menyerukan pengesahan Kids Online Safety Act (KOSA).
Sedangkan Ron Wyden (Demokrat) menilai chatbot tidak pantas dilindungi oleh hukum seperti Section 230. Peter Welch (Demokrat) menegaskan pentingnya regulasi ketat untuk AI, khususnya yang bisa berinteraksi langsung dengan anak.
Tentang Kids Online Safety Act (KOSA)
KOSA adalah rancangan undang-undang Bipartisan yang mengatur kewajiban platform digital untuk melindungi anak-anak.
Mulai dari pengawasan konten, kontrol orang tua, hingga audit independen. KOSA dianggap sebagai salah satu langkah besar untuk membuat ruang digital lebih aman bagi generasi muda.
Kasus ini menunjukkan bahwa teknologi AI yang makin canggih tetap harus punya batasan dan tanggung jawab, apalagi saat sudah bersinggungan langsung dengan anak-anak. Penyelidikan ini bisa jadi langkah awal untuk memastikan AI berkembang ke arah yang aman, etis, dan bertanggung jawab.
Download berbagai jenis aplikasi terbaru, mulai dari aplikasi windows, android, driver dan sistem operasi secara gratis hanya di Nesabamedia.com:





