Windows 10 adalah salah satu sistem operasi terbaik yang dirilis oleh Microsoft meskipun pada awalnya perusahaan tersebut sempat menggunakan strategi-strategi promosi yang tidak terpuji sehingga kerap mendapat kritikan yang tak jarang dibumbui caci maki yang meriah.
Selain Windows 10, ada sejumlah sistem operasi lain yang juga cukup banyak peminatnya di kalangan pelajar. Fitur-fitur yang ditawarkan setiap sistem operasi tersebut tidak kalah hebat. Bahkan diantaranya ada yang dianggap lebih baik daripada Windows 10.
Dan ada satu lagi informasi yang mungkin dapat membuat pengguna awam agak terkejut. Di antara semua sistem operasi yang beredar, ada yang bisa didapatkan dan digunakan secara legal tanpa membayar sepeser pun.
Daftar Sistem Operasi Pilihan Pelajar Selain Windows 10
Sistem operasi yang disebutkan di bawah ini tidak hanya meliptui sistem operasi untuk komputer desktop tetapi juga untuk perangkat mobile seperti tablet dan laptop. Penasaran? Yuk, simak ulasannya hingga tuntas.
1. Linux

Berbeda dengan Windows 10, Linux didistribusikan sebagai sebuah sistem operasi gratis yang berlisensi open source. Berkat lisensinya, siapa pun bebas memodifikasi Linux sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Kebebasan inilah yang kemudian melahirkan beragam versi Linux yang masing-masing dikemas dalam paket distribusi yang dinamakan distro. Beberapa diantaranya cukup sulit untuk digunakan oleh pengguna umum, tetapi mayoritas relatif mudah.
Distro-distro yang populer antara lain Linux Mint, Ubuntu, elementary OS, Zorin OS, SUSE Linux, dan ChromeOS.
Zorin OS dianjurkan untuk pengguna yang menyukai Windows tetapi ingin mencicipi Linux karena tampilannya bisa dibuat menyerupai sistem operasi buatan Microsoft tersebut, sedangkan elementary OS direkomendasikan untuk para pengguna macOS yang ingin berpindah ke dunia Linux.
Distro Linux yang paling banyak dipakai di kalangan pelajar sepertinya adalah ChromeOS. Google sendiri pernah mengklaim di salah satu postingan blognya bahwa Chromebook, yang merupakan laptop berbasis ChromeOS, sudah digunakan oleh lebih dari 50 juta guru dan murid di berbagai sekolah.
2. macOS

Setiap komputer Mac menggunakan macOS sebagai sistem operasinya. Awalnya nama yang dipakai untuk sistem operasi ini adalah Mac OS X. Versi desktopnya dirilis ke publik pada bulan Maret 2001.
Di tahun 2012, nama Mac OS X diperpendek menjadi OS X. Sekitar empat tahun kemudian, nama sistem operasi tersebut dirubah lagi menjadi macOS.
Sistem operasi macOS berbeda dengan Windows. Akibatnya, software yang dikembangkan untuk Windows tidak bisa digunakan di macOS dan begitu pula sebaliknya.
Untuk membuat sebuah software yang bisa dijalankan di kedua sistem operasi tersebut, pengembangnya harus membuat dua versi yang berbeda atau menggunakan framework seperti Electron.
Banyak pengguna komputer yang menganggap bahwa macOS memiliki tampilan yang lebih keren daripada Windows, tetapi sayangnya macOS hanya dibuat untuk komputer Mac.
Ekslusifitas macOS dan mahalnya harga komputer Mac pada akhirnya melahirkan komunitas pengguna yang mencari berbagai cara untuk menginstal macOS di hardware komputer non-Apple. Komputer semacam ini disebut dengan istilah Hackintosh.
3. Android

Mungkin nama Android sudah akrab di telinga hampir semua orang di dunia karena inilah sistem operasi yang banyak digunakan di berbagai HP, tablet, TV, jam tangan pintar, dan laptop.
Sistem operasi Android berlisensi open source dan dikembangkan oleh berbagai pihak, termasuk Google. Sejarahnya dimulai pada bulan Oktober 2003. Saat itu Android dibuat oleh perusahaan Android Inc.
Sekitar dua tahun berikutnya, Google mengakuisisi perusahaan tersebut sebelum kemudian membentuk Open Alliance yang merupakan sebuah konsorsium beranggotakan perusahaan-perusahaan besar di bidang teknologi dan telepon seluler.
Di tahun 2008, HTC Dream yang juga dikenal dengan nama T-Mobile G1 menjadi smartphone yang pertama kalinya di dunia yang menggunakan Android sebagai sistem operasinya.
Berkat hadirnya Android, muncul berbagai aplikasi yang membuat HP dan tablet menjadi lebih mudah digunakan dan lebih kaya fitur. Kini jumlah aplikasi yang terdaftar di Google Play Store sudah mencapai lebih dari 1 juta, belum lagi ditambah dengan aplikasi-aplikasi yang hanya bisa dijumpai di tempat lain seperti di F-Droid dan Github.
Android juga digunakan untuk laptop yang menawarkan pengalaman yang berbeda dengan laptop yang menggunakan Windows 10 dan sistem operasi lain.
4. iOS

Seperti halnya macOS, iOS juga merupakan sistem operasi besutan Apple, tetapi ditujukan khusus untuk perangkat mobile buatan perusahaan tersebut.
Pada awalnya iOS digunakan di iPhone, iPad, dan iPod Touch. Tetapi, pada tahun 2019, iPad beralih dari iOS ke iPadOS, yang merupakan hasil adaptasi iOS untuk perangkat tersebut. Sedangkan iPod Touch resmi dihentikan produksinya di pertengahan 2022.
Di awal kemunculannya, nama yang digunakan untuk sistem operasi tersebut adalah iPhone OS. Kira-kira tiga tahun setelah debutnya barulah namanya diganti menjadi iOS yang merupakan singkatan dari iPhone Operating System.
iOS tidak sepopuler Android. Salah satu penyebabnya karena harga iPhone yang terlalu mahal. Tetapi, di sisi lain, mahalnya harga tersebut justru membuat iPhone dipandang sebagai bagian dari gaya hidup yang dapat meninggikan status sosial pemiliknya.
5. Windows 11

Setiap versi terbaru Windows selalu memunculkan pro dan kontra, begitu juga halnya ketika Microsoft mengumumkan Windows 11. Sistem operasi ini lahir di tahun 2021 sebagai penerus Windows 10.
Siapa pun yang menggunakan komputer berbasis Windows 10 bisa upgrade ke Windows 11 secara cuma-cuma, sedangkan pengguna sistem operasi lain wajib membeli lisensi.
Banyak pengguna Windows yang sangat antusias dengan kehadiran sistem operasi terbaru tersebut, tetapi tidak sedikit yang tidak tertarik dan bahkan ada yang membencinya.
Ketidaktertarikan tersebut dilatarbelakangi oleh bermacam-macam alasan. Mulai dari anggapan bahwa Windows 11 tidak memberikan nilai tambah yang berarti (selain tampilannya yang relatif lebih cantik) hingga kekhawatiran mengenai aspek privasinya.
Bagi yang tertarik, komputer yang digunakan harus memenuhi spesifikasi sistem tertentu untuk beralih ke Windows 11. Kendala terbesar bagi para pemilik PC lama dalam hal ini adalah chip TPM.
Untungnya, komunitas pengguna Windows berhasil menemukan cara agar Windows 11 bisa diinstal pada PC yang tidak memiliki chip TPM. Caranya tidak sulit tetapi membutuhkan ketelitian dalam mengikuti panduannya.
Penutup
Yang manakah di antara semua sistem operasi di atas yang terbaik untuk pelajar? Jawabannya tergantung pada kebutuhan masing-masing, tapi jika dipertimbangkan dari aktivitas-aktivitas yang umum dilakukan di dunia pendidikan seperti mengerjakan tugas dan mencatat, Chromebook dengan ChromeOS-nya sudah memadai.
Jika ditinjau dari segi privasi, yang terbaik adalah Linux, tetapi sayangnya hingga sekarang penggunaannya relatif masih belum semudah Windows, setidaknya bagi pengguna umum.
Demikianlah daftar sistem operasi selain Windows 10 yang menjadi pilihan favorit pelajar. Semoga membantu.
Editor: Muchammad Zakaria
Download berbagai jenis aplikasi terbaru, mulai dari aplikasi windows, android, driver dan sistem operasi secara gratis hanya di Nesabamedia.com:











