• Our Partners:

Strategi Kemenekraf Dorong Ekonomi Kreatif Jadi “Mesin Baru” Pertumbuhan Nasional

Nesabamedia—Angin kencang perlambatan investasi global, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) justru menggenjot strategi kolaboratif untuk memacu sektor ekonomi kreatif berbasis teknologi.

Kunci strateginya adalah pendekatan “Hexahelix” sebuah model sinergi yang melibatkan enam pilar (pemerintah, bisnis, akademisi, komunitas, media, dan lembaga riset) dan kemitraan langsung dengan pemodal ventura ternama seperti East Ventures.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky, dengan tegas menyatakan bahwa ekonomi kreatif akan menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah.

Pertemuan audiensi antara Kemenekraf dan East Ventures pada 9 Januari 2026 menjadi bukti konkret dari strategi ini. Pertemuan ini merupakan bagian dari program dana ekraf untuk membuka akses pendanaan, pembiayaan, dan investasi di sektor kreatif, sekaligus tindak lanjut program Ekraf Tech Innovation Challenge.

Riefky menekankan bahwa kolaborasi semacam ini diperlukan agar inovasi teknologi dan talenta kreatif tetap memiliki ruang tumbuh yang berkelanjutan di tengah tantangan pembiayaan.

East Ventures, dengan lebih dari 75% dari 300 portofolio perusahaannya berada di Indonesia, mengonfirmasi bahwa negeri ini tetap menjadi pasar utama dan potensial.

Potensi itu didukung data solid: dengan populasi hampir 284 juta dan penetrasi internet 80.6%, Indonesia adalah ladang subur untuk produk digital. Kontribusi startup lokal pun nyata, menciptakan 588 ribu lapangan kerja dan memberikan tambahan pendapatan rumah tangga hingga Rp33.2 triliun.

Sektor baru seperti startup berbasis AI juga menunjukkan geliat, dengan nilai investasi mencapai $542.9 juta pada 2024. Semua ini menegaskan peran ekonomi kreatif digital sebagai pendorong kesejahteraan yang riil.

Langkah Kemenekraf ini adalah sinyal kuat pergeseran paradigma. Daripada sekadar memberi subsidi atau regulasi top-down, pemerintah berperan sebagai fasilitator dan katalisator yang menghubungkan kreator dengan sumber daya dan pasar. Pendekatan hexahelix dan kemitraan dengan venture capital seperti East Ventures bertujuan membangun ekosistem yang tangguh dan mandiri.

Pertanyaannya kini adalah: apakah kolaborasi model ini dapat direplikasi dan diperluas ke lebih banyak daerah dan subsektor kreatif di luar pusat-pusat teknologi seperti Jakarta dan Bandung?

Jika berhasil, strategi ini tidak hanya akan melindungi sektor kreatif dari gejolak global, tetapi benar-benar dapat mengubahnya menjadi motor penggerak ekonomi Indonesia yang baru dan inklusif.

Editor: Hudalil Mustakim

Download berbagai jenis aplikasi terbaru, mulai dari aplikasi windows, android, driver dan sistem operasi secara gratis hanya di Nesabamedia.com:

Download Software Windows

Download Aplikasi Android

Download Driver Printer

Download Sistem Operasi

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments