Ciri- Ciri dan Struktur Teks Eksposisi Lengkap dengan Penjelasannya

Sebelumnya kita sudah membahas mengenai apa itu teks eksposisi dan beberapa penjelasan terkait lainnya. Nah, pada artikel ini, saya akan menjelaskan mengenai struktur teks eksposisi beserta ciri kebahasaannya. P

erlu Anda ketahui bahwa, saat akan membuat teks eksposisi, kita harus mengikuti aturan struktur teks eksposisi yang telah ditentukan. Jadi, tidak asal-asalan saja dalam pembuatannya.

Apa itu teks eksposisi? Teks eksposisi adalah sebuah paragraf yang mengandung sejumlah informasi yang dituliskan dalam bentuk yang padat, singkat dan jelas. Tujuannya adalah untuk menjelaskan informasi mengenai suatu hal atau kejadian kepada para pembaca. Untuk informasi lebih lanjut mengenai struktur teks eksposisi, mari simak penjelasan dibawah ini.

Struktur Teks Eksposisi

struktur teks eksposisi

Struktur teks eksposisi merupakan pondasi atau kerangka dari sebuah teks eksposisi. Jadi, penulis harus mengikuti struktur ini saat menulis sebuah teks eksposisi. Berikut dibawah ini 2 pandangan para ahli mengenai struktur teks eksposisi.

1. Keraf (1995: 9-10)

Menurut Keraf, terdapat tiga struktur eksposisi yaitu: 1) pendahuluan, 2) tubuh eksposisi, dan 3) kesimpulan.

2. Marahimin (1994: 208-210)

Selain Keraf, Marahimin juga menjabarkan tiga struktur eksposisi yaitu 1) tesis, 2) kelas-kelas, dan 3) kesimpulan.

Adapun, struktur teks ekposisi secara umum dapat dilihat pada penjelasan dibawah ini.

1. Penyataan Pendapat (Thesis Statement)

Pernyataan pendapat (thesis statement) merupakan bagian teks yang berisi pernyataan umum dari penulis mengenai suatu permasalahan yang akan dibahas didalam sebuah teks eksposisi. Bagian ini juga sering disebut sebagai bagian pembuka. Selain itu, bagian ini umumnya memuat beberapa hal seperti pengertian suatu istilah, pandangan penulisnya, permasalahan dan bagaimana cara penyajian permasalahan tersebut didalam teks.

2. Argumentasi

Argumentasi merupakan bagian teks yang berisi alasan dan data mengenai permasalahan yang sedang dibahas guna memperkuat argumen atau pandangan penulis baik menerima ataupun menolak suatu gagasan. Meskipun untuk memperkuat argumen penulis, bagian ini tetap harus bersifat objektif dan tidak memihak pihak tertentu. Jadi, harus tetap menyertakan informasi faktual dan akurat kepada para pembaca.

3. Penegasan Ulang Pendapat (Reiteration) atau Penutup

Penegasan ulang pendapat (reiteration) merupakan bagian teks yang berisi penegasan ulang pernyataan pendapat penulis yang ditulis di awal paragraf serta mendukung pernyataan tersebut melalui bukti dan fakta faktual. Bagian ini sering disebut sebagai bagian penutup atau kesimpulan dari sebuah teks eksposisi.

Ciri- Ciri Teks Eksposisi

ciri-ciri teks eksposisi

Apa sajakah ciri-ciri dari teks eksposisi? Berikut dibawah ini beberapa ciri teks eksposisi yang perlu Anda ketahui.

  • Menjelaskan dan menjabarkan sejumlah informasi atau pengetahuan
  • Gaya penulisan yang bersifat persuasif (mengajak)
  • Tulisan bersifat objektif dan tidak memihak kepada hal-hal tertentu (tidak bersifat subjektif). Tulisan tidak memaksakan kehendak atau pendapat pribadi penulis
  • Penjelasan yang diuraikan berdasarkan pada fakta yang dapat dijelaskan melalui logika atau penalaran
  • Memberikan sejumlah fakta informasi sebagai sebuah alat konkritasi dan kontribusi
  • Informasi yang dijelaskan disertai dengan sejumlah data pendukung yang akurat, dapat dipertanggungjawabkan dan terpercaya
  • Informasi didalam teks disampaikan secara gamblang dan lugas serta sesuai dengan kaidah EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) yang berlaku
  • Bahasa yang digunakan didalam teks eksposisi bersifat informatif dimana informasi didalam sebuah teks eksposisi harus dikemas dalam bentuk yang singkat, padat, dan terarah. Singkat artinya penjabaran ditulis secara to-the-point atau tanpa basa-basi.
  • Umumnya menjawab pertanyaan askadimega (apa, siapa, kapan, dimana, mengapa, bagaimana)

Contoh Teks Eksposisi

BERAGAM MANFAAT KEGIATAN EKSTRAKURIKULER

ciri-ciri teks eksposisi dan struktur teks eksposisi

Kegiatan ekstrakurikuler merupakan suatu kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran formal sekolah sebagai bentuk pelayanan konseling untuk membantu pengembangan diri siswa sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka yang diselenggarakan secara khusus oleh pendidik atau tenaga kependidikan yang berkualitas dan berwenang di sekolah atau madrasah.

Kegiatan ini biasanya dilaksanakan setelah jam belajar mengajar selesai atau di hari-hari libur. Adapun, visi dari kegiatan ekstrakurikuler ini adalah tumbuh dan berkembangnya potensi, bakat, minat, dan kemandirian siswa secara optimal yang diharapkan mampu berguna untuk siswa itu sendiri, keluarga dan juga masyarakat.

Kegiatan ekstrakurikuler ini terdiri dari sejumlah kegiatan yang dapat dipilih oleh siswa sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka masing-masing. Dengan adanya kegiatan ini, siswa diberikan peluang untuk mengespresikan diri mereka baik secara mandiri dan atau kelompok.

Ada beragam jenis-jenis kegiatan ekstrakurikuler diantaranya adalah:

  • Karya Ilmiah seperti Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR), kegiatan penguasaan keilmuan serta kemampuan akademik dan penelitian.
  • Krida seperti Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS), Kepramukaan, Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA), Palang Merah Remaja (PMR).
  • Latihan atau lomba bakat dan prestasi seperti pengembangan bakat olah raga, seni dan budaya, cinta alam, jurnalistik, teater, bahasa dan keagamaan.
  • Seminar, lokakarya, dan pameran atau bazar dengan substansi-nya  antara lain yaitu karir, kesehatan, pendidikan, perlindungan HAM, seni budaya dan keagamaan.

Beragam manfaat kegiatan ekstrakurikuler yang dapat diperoleh oleh siswa yang mengikutinya baik berupa pengetahuan/wawasan, pengalaman dan juga kemampuan atau keahlian. Setiap kegiatan ekstrakurikuler yang diadakan tentu memiliki dasar-dasar ilmunya seperti fisika, kimia, matematika atau bahasa inggris. Kegiatan ekstrakurikuler dapat berjalan dengan baik dan optimal jika dibina oleh guru yang tepat dan berpengalaman dalam mengembangkan bakat dan kemampuan siswanya.

Melalui kegiatan ini, jiwa sportif didalam diri siswa dapat dipupuk melalui beragam kompetisi (seperti futsal, bola basket) baik yang digelar secara internal didalam sekolah ataupun eksternal dengan sekolah lainnya. Selain itu, kegiatan ini juga mengajarkan siswa bagaimana cara berorganisasi meskipun dalam skala yang kecil.

Siswa akan belajar cara menjadi pemimpin, pengurus, atau anggota didalam suatu organisasi. Bahkan, mereka dapat belajar bagaimana cara melaksanakan suatu acara yang menarik seperti pameran ekstrakurikuler. Ada banyak hal-hal positif lainnya yang dapat diperoleh oleh siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dengan baik.

Agar siswa dapat mengembangkan minat dan bakat melalui kegiatan ekstrakurikuler, tentunya kegiatan yang dipilih harus disesuaikan dengan minat dan bakat masing-masing siswa sehingga mampu mendongkrak pengembangan dirinya secara optimal.

Setelah itu, siswa terkait harus menentukan target yang ingin dicapai sebagai motivasi diri agar terus aktif mengikuti rangkaian kegiatan ekstrakurikuler tersebut. Ikuti kegiatan tersebut dengan baik dan patuh serta terima konsekuensinya dengan hati yang ikhlas dan berlapang dada karena pilihan yang diambil harus dipertanggungjawabkan. Atur waktu sebaik-baiknya antara kegiatan akademis dengan kegiatan ekstrakurikuler.

Baiklah, semoga pembahasan mengenai struktur teks eksposisi beserta ciri-ciri teks eksposisi seperti yang telah dijelaskan diatas bermanfaat. Terima kasih!

Leave a Reply

Send this to a friend