• Our Partners:

Tesla PHK Hingga 200 Karyawan

Tesla PHK Hingga 200 Karyawan

NESABAMEDIA.COM – Tesla dikabarkan telah melakukan PHK kepada 200 karyawan, karyawan yang PHK sebagian besar berasal dari program perusahaan untuk mengembangkan sistem Autopilot AI. Laporan ini menyatakan bahwa CEO Tesla memikirkan pengenai pengurangan karyawan yang harus dilakukan oleh perusahaan, Kamis (30/6).

Menurut laporan dari Boomberg, karyawan Tesla yang bekerja pada bagian sistem Autopilot AI dilaporkan telah dihentikan secara sepihak oleh perusahaan. Hal ini dikarenakan Elon Musk sebagai CEO Tesla, memikirkan mengenai pengurangan karyawan hingga 10%.

PHK yang dilakukan Tesla bertempatan di kantor Tesla, San Manteo, California. Di mana, ada banyak karyawan yang bekerja untuk mengembangkan Autopilot Tesla. Banyak diantara mereka yang bekerja pada bagian penelitian data. Pekerjaan seperti ini memang terkanl dengan bayaran yang lebih kecil di beberapa tahun terakhir ini, padahal fungsinya sangat penting terhadap pengembangan AI.

Diketahui, bahwa ada banyak perusahaan yang akhirnya beralih untuk mencari pekerja yang dapat diupah dengan lebih rendah, sehingga meringankan beban dari perusahaan. Maka dari itu, banyak diantara mereka yang mencari karyawan dari negara berkembang.

Dilansir dari TechCrunch, sebelumnya kantor Tesla yang terletak di San Manteo ini memiliki total 276 karyawan didalamnya. Hingga saat ini, telah ada 195 karyawan yang diberhentikan tugasnya, mulai dari bagian publikasi, analisis, label data, dan hanya meninggalkan sekitar 81 karyawan saja. Menurut laporan, 81 karyawan ini nantinya akan dipindahkan ke kantor Tesla lain.

Hingga saat ini, Tesla setidaknya dilaporkan telah melakukan PHK pada 99.290 karyawan mereka diseluruh dunia. Pada awal bulan Juni ini, Elon memberikan pernyataan mengenai kekhawatirannya dengan putaran ekonomi di Amerika Serikat, dia juga menyatakan bahwa perusahaan kelebihan karyawan yang tidak begitu dibutuhkan.

Tesla di beberapa tahun terakhir ini memang terkenal dengan isu pengurangan karyawan yang kontroversial, membuat publik memikirkan mengenai tenaga kerja Tesla yang semakin berkurang. Baru-baru ini, ada dua mantan karyawan Tesla yang mengajukan gugatan mereka, di mana Tesla diklaim telah melanggar hukum dari federal.

Hukum terkait ialah mengenai gagalnya Tesla dalam memberikan informasi mengenai pemberhentian pekerjaan kepada karyawan, yang menurut federal harus diberikan informasi setidaknya 60 hari sebelum pemecatan.

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Send this to a friend