Bisnis Laptop

Toshiba Resmi Mundur Dari Bisnis Laptop, Jual Saham ke Sharp

NESABAMEDIA.COM – Toshiba secara pasti menyatakan mundur dari bisnis laptop. Sebelumnya perusahaan ini sudah menjual sebagian besar saham sebagai produsen laptop ke Sharp. Pada pekan kemarin, sisa kecil saham yang masih dimiliki Toshiba juga akhirnya dijual ke perusahaan elektronik raksasa tersebut.

Setelah 35 tahun berkecimpung di bisnis laptop. Toshiba mengakhiri divisi untuk produsen laptop pada minggu kemarin. Pernyataan resmi dirilis perusahaan pada 4 Agustus untuk penjualan saham yang masih dimiliki ke Sharp.

Sebelumnya dua tahun lalu, Sharp membeli 80.1 persen saham bisnis PC dari Toshiba senilai $36 juta. Divisi untuk produsen PC tersebut lantas dirombak dan namanya diubah menjadi Dynabook.

Di bulan Juni kemarin, Sharp dikabarkan berusaha membeli sisa 19.1 persen saham. Penjualan saham tersebut lantas dipastikan dalam pernyataan 4 Agustus kemarin. Sekaligus mengakhiri bisnis PC untuk Toshiba.

“Sebagai hasil dari trasnfer ini, divisi Dynabook telah resmi menjadi anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Sharp,” ungkap Toshiba dalam pernyataan yang dirilis.

Bisnis laptop Toshiba dimulai pada tahun 1985, dengan membuat PC pertamanya. T1100 memiliki baterai isi ulang internal, floppy drive 3.5-inch, dan kapasitas memori 256K. Berdasarkan dari retrospektif ComputerWorld, eksekutif Toshiba awalnya tidak yakin mengenai T1100. Terutama dengan konsep komputer portable untuk PC tersebut.

Namun pada akhirnya T1100 resmi dirilis. Saat itu PC ini dijual dengan harga $2,000.

Sejak dirilisnya T1100, bisnis laptop Toshiba bisa dikatakan berkembang pesat. Satu dekade setelah itu, Toshiba bahkan menjadi produsen PC serta laptop yang diperhitungkan.

Selama tahun 1990 dan awal 2000, Toshiba menjadi salah satu produsen PC papan atas. Hanya saja dengan lebih banyaknya produsen yang masuk ke pasar, serta menawarkan berbagai fitur unggulan. Laptop dari Toshiba mulai menurun untuk segi popularitas. Beberapa tahun terakhir ini pun laptopn Toshiba terus mengalami penurunan penjualan. Terutama bila dibandingkan dengan produsen laptop dan PC lain.

Saat resmi menjual saham bisnis laptop ke Sharp, Toshiba mengalami penurunan drastis untuk menjualan. Pada tahun 2011, perusahaan ini mencatat 17,7 juta PC terjual. Di tahun 2017, angka ini menurun hingga 1,4 juta penjualan saja, seperti disadur dari Reuters.

Leave a Reply

Send this to a friend