• Our Partners:

Wamenkomdigi Ajak Industri Asuransi Terapkan Perlindungan Data Pribadi

Nesabamedia—Di tengah euforia transformasi digital dan adopsi masif kecerdasan buatan (AI), Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria melontarkan peringatan keras kepada industri asuransi Indonesia.

Menurutnya, di era di mana data adalah minyak baru, perlindungan data pribadi bukan lagi sekadar kepatuhan regulasi, melainkan budaya inti dan keunggulan kompetitif yang krusial untuk bertahan hidup.

Peringatan ini bukan tanpa alasan. Industri asuransi, dengan karakteristiknya yang sangat bergantung pada data sensitif nasaba mulai dari riwayat kesehatan, data finansial, hingga kebiasaan pribadi adalah sasaran empuk bagi ancaman siber.

Apalagi, adopsi AI yang kian pesat oleh perusahaan asuransi untuk analisis premi, persetujuan klaim, hingga personalisasi produk, secara ironis juga meningkatkan risiko.

“Sebab, semakin banyak AI digunakan, semakin banyak data pribadi yang dibutuhkan AI, semakin tinggi juga potensi kebocoran dan penyalahgunaan data pribadi,” tegas Nezar Patria.

Penggunaan AI yang masif membutuhkan volume data pribadi yang tak terhingga untuk melatih algoritmanya, membuat perusahaan asuransi menjadi gudang informasi sensitif yang menggiurkan bagi para peretas.

Potensi kebocoran data di sektor ini tidak hanya akan merugikan finansial, tetapi juga menghancurkan kepercayaan nasabah aset paling berharga bagi industri yang berlandaskan pada janji dan mitigasi risiko ini.

Indonesia sendiri telah memiliki landasan hukum yang kuat melalui Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP).

Saat ini, pemerintah sedang menyusun Peraturan Presiden sebagai aturan turunan untuk menguatkan implementasi UU tersebut. Namun, Wamenkomdigi menekankan bahwa regulasi saja tidak cukup.

“Pentingnya perlindungan data pribadi bukan hanya sekadar mematuhi regulasi, tetapi juga untuk membangun dan menjaga kepercayaan publik, serta sebagai bentuk kepatuhan terhadap hukum yang berlaku,” ujarnya.

Pesan kuncinya jelas: industri asuransi harus menjadikan perlindungan data pribadi sebagai budaya perusahaan, bukan hanya departemen terpisah. Ini berarti setiap karyawan, dari Front-Liner hingga jajaran direksi, harus memahami dan mempraktikkan prinsip-prinsip perlindungan data.

Penerapan sistem keamanan yang canggih harus diimbangi dengan kesadaran dan etika digital yang tinggi.

Kegagalan dalam melindungi data pribadi di era digital yang serba terhubung ini adalah sebuah bom waktu yang bisa meledak kapan saja, menghancurkan reputasi, memicu denda kolosal, dan pada akhirnya, mengikis kepercayaan nasabah yang telah dibangun bertahun-tahun.

Bagi industri asuransi, melindungi data nasabah bukan lagi pilihan, melainkan sebuah mandat bisnis yang tidak bisa ditawar lagi.

Download berbagai jenis aplikasi terbaru, mulai dari aplikasi windows, android, driver dan sistem operasi secara gratis hanya di Nesabamedia.com:

Download Software Windows

Download Aplikasi Android

Download Driver Printer

Download Sistem Operasi

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments