Gelaran Tianfu Cup 2020 di Cina

Windows 10, iOS 14 dan Chrome Bobol Dalam Waktu 300 Detik di Ajang Tianfu Cup

NESABAMEDIA.COMGelar kontes keamanan siber yang dihelat di Cina untuk tahun ini, telah selesai. Kontes dengan nama Tianfu Cup itu menyajikan momen yang tidak diragukan lagi kehebatannya. Tim peretas yang mengikuti ajang tersebut, mampu membobol 11 dari 16 target yang dilombakan, dengan hasil yang sangat mengejutkan. 

Celah yang paling populer digunakan dalam ajang peretasan internasional itu, tentunya menyebut keberadaan Zero Day, yang sebelumnya membuat gempar dunia keamanan siber, hingga Google dan Microsoft turun tangan. 

Adapun, target yang dilombakan merupakan nama-nama brand terkenal yang sudah tidak diragukan lagi soal masalah keamanannya. Sebut saja TP-Link, router ASUS, Adobe PDF Reader, Firefox, CentOS 8 dan raksasa teknologi Windows 10 serta sistem operasi mobile terbaru iOS 14. 

Semua target tersebut rontok, bisa ditembus oleh para peserta. Mengejutkannya lagi, mereka tidak membutuhkan waktu lama, sekitar 300 detik mereka mampu membobol sistem keamanan aplikasi, perangkat dan sistem operasi tersebut di atas. 

Karena target yang dilombakan untuk dibobol tersebut merupakan nama besar yang sudah diakui keamanannya, maka hadiahnya pun juga sangat menggiurkan. Tim pemenang yakni Qihoo 360, berhak membawa pulang hadiah uang tunai sebesar USD744,500 atau sekitar Rp10,4 miliar. 

Posisi kedua dimenangkan oleh tim AntFinancial Lightyear Security Lab dengan mengantongi hadiah uang tunai sebesar USD258 ribu atau sekitar Rp3.6 miliar. Sementara peringkat ketiga diraih oleh seorang peneliti independen dan mendapatkan hadiah uang tunai sebesar USD99,500 atau sekitar Rp1,4 miliar. Sementara untuk peserta lain yang menempati posisi keempat hingga kedelapan juga tetap mendapatkan hadiah. Berupa uang tunai sebesar USD8500 atau sekitar Rp119 juta. 

Panitia kompetisi Tianfu Cup memberlakukan aturan yang sangat ketat, di mana setiap tim hanya diberikan tiga kali kesempatan masing-masing selama lima menit untuk mempraktekkan teknik peretasan kepada target yang sudah diberikan. 

Akan tetapi karena target yang dilombakan terdiri dari produk dengan nama besar dan banyak sekali digunakan di seluruh dunia, maka pihak panitia memilih untuk tidak mempublikasikan teknik peretasan secara mendetail. Ya tentu saja, karena bisa ditiru oleh orang tidak bertanggungjawab.

Sementara itu pihak dari pemilik produk telah diberitahukan akan celah keamanan yang dimiliki dan ditemukan dalam kompetisi hacking internasional itu. Sehingga dalam beberapa hari kedepan dipastikan produk-produk tersebut akan merilis patch pembaruan perbaikan.

Bambang

Pernah menjadi jurnalis dan juga Social Media Manager di Merdeka.com selama lebih dari 2 tahun, sebelum akhirnya mengerjakan sejumlah proyek website yang dioptimasi dan dimonetisasi Google Adsense. 

Kini sedang aktif dalam pembuatan konten Youtube dokumenter bertema sosial serta menjadi penulis konten untuk sejumlah website. 

Leave a Reply

Send this to a friend