Windows 11 Kesulitan Tembus Angka Penggunaan 1 Persen

Windows 11 Kesulitan Tembus Angka Penggunaan 1 Persen

NESABAMEDIA.COMIni mungkin menjadi sebuah kabar buruk bagi Microsoft. Data terbaru yang diterbitkan oleh Lansweeper menunjukkan bahwa penyerapan lambat dialami oleh sistem operasi Windows 11, setelah tiga bulan dirilis. CEO Satya Nadella mungkin saat ini menikmati keuntungan dari harga saham Microsoft yang mengalami penguatan, namun mereka masih memiliki tantangan yang besar ke depannya. 

Data baru dari spesialis platform manajemen aset IT itu telah memberikan informasi yang relevan mengenai penerimaan sistem operasi Windows 11, tiga bulan sejak diluncurkan pada bulan Oktober tahun lalu. Dan berita itu sepertinya bukan kabar yang baik untuk Nadella dan Microsoft, karena jumlah pengguna yang bermigrasi ke sistem operasi baru itu tidak berada di urutan daftar resolusi tahun baru orang-orang. Adopsi akan Windows 11 masih sangat lamban.

Data dari Lansweeper itu menunjukkan bahwa kurang dari 1%, atau hanya 0,52% perangkat PC, yang telah meningkatkan ke sistem operasi terbaru. Dan untuk memberikan gambaran betapa lambatnya adopsi ini, Lansweeper juga mengungkap bahwa persentase itu adalah peningkatan sebesar 0,3% dari dua bulan yang lalu. Ini artinya, Windows 11 saat ini menjadi sistem operasi Windows paling populer urutan kelima. 

Menariknya lagi, data Lansweeper itu juga mengungkap bahwa hampir 1 dari 10 atau 9,57% perangkat windows yang dipindai, masih menjalankan sistem operasi yang tidak lagi mendapatkan dukungan dari Microsoft.

Tentu saja, porsi signifikan ini adalah perangkat PC yang menggunakan Windows XP dan Windows 7, perangkat lunak yang telah dihentikan dukungannya oleh Microsoft pada 2014 dan 2020. Perlu diingat juga bahwa Windows 10 diluncurkan pada 29 Juli 2015, menggantikan Windows 8.1.

“Meskipun kita tidak bisa melacak tingkat adopsi sebelumnya dari sistem operasi Windows, bisa dibilang bahwa peningkatan Windows 11 tidak secepat yang diharapkan Microsoft, khususnya untuk lingkungan bisnis. Ini bisa terjadi karena masalah saat meningkatkan Windows 11, dengan hanya kurang dari 45% perangkat yang mampu untuk ditingkatkan. Masih banyak perangkat yang dirilis ke pasaran namun tidak memenuhi syarat untuk bisa menjalankan sistem operasi baru ini, dan karena Windows 10 masih didukung hingga tahun 2025 mendatang, maka ini adalah bukan peningkatan yang mendesak,” papar Lansweeper.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Send this to a friend