• Our Partners:

CEO Perusahaan Xiaomi Bantah Tuduhan Keamanan

Xiaomi Bantah Tuduhan Pengumpulan Data Pribadi Pelanggan

NESABAMEDIA.COM – Xiaomi membela diri sekaligus membantah tuduhan bahwa produsen ponsel pintar asal Tiongkok itu diam-diam mengumpulkan data pribadi pengguna. Pihak perusahaan mengklaim bahwa privasi dan keamanan pelanggannya adalah “prioritas utama”.

Peneliti keamanan siber Gabi Cirlig mengklaim bahwa sebagian besar dari aktivitas yang dia lakukan pada Xiaomi Redmi Note 8 dilacak, dengan data yang dikirim ke server jarak jauh, Forbes melansir laporan ini. Cirlig mengatakan bahwa peramban default ponsel cerdas Xiaomi’s Mint mencatat situs web yang ia kunjungi, sementara perangkat itu juga memantau aktivitas seperti membuka folder dan menggesekkan layar.

Investigasi lebih lanjut oleh peneliti keamanan siber lain, Andrew Tierney, ia mengungkapkan bahwa Xiaomi’s Mint Browser dan Mi Browser Pro, yang diunduh melalui Google Play Store, mengumpulkan data serupa sebagaimana disebutkan oleh Cirlig.

Cirlig mengatakan kepada Forbes bahwa ia mencurigai ponsel Xiaomi lainnya, termasuk Mi 10, Redmi K20, dan Mi Mix 3, datang dengan masalah privasi yang sama. Dia juga mengklaim bahwa hanya perlu beberapa detik untuk memecahkan enkripsi data yang seharusnya dilindungi menjadi informasi yang dapat dibaca.

Xiaomi menepis tuduhan tersebut

“Xiaomi telah meninjau artikel terbaru oleh Forbes tentang kebijakan privasi kami dan kami percaya bahwa pelaporannya tidak mewakili fakta. Di Xiaomi, privasi dan keamanan pengguna kami adalah prioritas utama,” ungkap pihak perusahaan itu dalam tanggapannya terhadap artikel Forbes.

Xiaomi mengatakan bahwa pengumpulan data penggunaannya diberikan izin eksplisit oleh pelanggannya, dan prosesnya anonim dan dienkripsi. Data digunakan untuk analisis internal, tanpa menghubungkan informasi apa pun yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi individu.

Pabrikan itu juga mengatakan bahwa sebelum artikel itu diterbitkan, ia menanggapi pertanyaan yang dikirim oleh reporter Forbes, dan percaya bahwa artikel itu “tidak secara akurat mencerminkan konten dan fakta komunikasi ini.”

Namun, terlepas dari penjelasan ini, masih belum ada alasan logis bagi peramban untuk mengirim informasi terperinci saat dalam mode penyamaran, menurut Android Police. Pembaruan terbaru untuk peramban Mint tidak mengubah apa pun, karena masih mengumpulkan data yang sama.

Masalah privasi tersebut mengikuti kontroversi lain yang melibatkan Xiaomi, yang mana tulisan pada kemasan Mi 10 Pro yang membanggakan akses ke aplikasi Google dilihat oleh komunitas online sebagai serangan terselubung kepada pesaingnya yaitu Huawei.

Leave a Reply

Send this to a friend