5 Teknologi Canggih di Bidang Medis, Sudah Tahu ?

Kesehatan merupakan aset paling berharga bagi hidup setiap orang. Karna dengan sehat, kita dapat melakukan hal apa saja yang kita mau. Kesehatan itu penting, jadi jangan pernah mengabaikan kesehatan.

Dalam dunia medis, alat-alat yang digunakan oleh para dokter juga mengalami perubahan yang signifikan. Untuk meminimalisir terjadinya kesalahan pada saat melakukan pengobatan seperti operasi dan lain-lain, dokter harus menggunakan teknologi-teknologi yang dapat membantu dalam proses operasinya. Berikut 5 teknologi canggih di bidang medis.

1. Cancer Pen

Cancer Pen

Image : CNBC

Para ilmuwan tengah gencar-gencarnya menciptakan alat-alat yang berguna untuk masyarakat. Seperti Cancer Pen ini.

Cancer pen adalah sebuah alat yang dapat mendeteksi kanker maupun tumor hanya dalam jangka waktu singkat. Sama seperti namanya, bentuk dari Cancer Pen ialah seperti pena biasanya.

Cara kerjanya yaitu layaknya pemindaian genggam. Proses scanning tersebut juga Dirancang memiliki keakuratan lebih dari 96% dan dapat membedakan jaringan pada tubuh yang sehat dan penyakit.

Cancer Pen diharapkan mampu berupaya untuk pengangkatan semua sel ganas menjadi bersih sehingga mampu mengurangi resiko kambuh karena sel kanker yang terdapat di dalam tubuh pasien itu masih ada.

Alat ini sangat membantu para dokter bedah untuk menyelesaikan tugasnya. Dan dengan tingkat akurasi 96% ini, diharapkan alat ini mampu mengurangi dan mengobati resiko kanker dan mengurangi tingkat kematian dari penderita kanker.

2. Brain Computer Interface

BCI

Image : Youtube

BCI atau Brain Computer Interface merupakan sistem yang memungkinkan manusia memanfaatkan sinyal otak untuk mengirim sebuah perintah kedalam sebuah komputer atau mesin.

Sistem ini bertujuan untuk dapat membantu orang-orang yang memiliki kelainan cacat fisik atau fisiologi yang berhubungan langsung dengan sistem syaraf motorik.

Sederhananya, Brain Computer Interface ini adalah teknik pengontrol suatu perangkat dengan menggunakan sinyal otak.

Cara kerja dari BCI ini yaitu dari pengukuran sinyal otak lalu dilakukan sistem pengolahan sinyal tersebut untuk mendeteksi pola-pola unik yang akan diterjemahkan menjadi perintah.

Jadi, BCI ini dapat digunakan untuk pasien yang mengalami kelumpuhan dan cacat fisik ketika mereka membutuhkan bantuan untuk melakukan sesuatu.

3. Microneedle

Microneedle

Image : Liputan 6

Microneedle adalah alat yang mirip seperti plester pada umumnya. Tetapi Microneedle ini beda fungsinya dengan plester biasa lho ya.

Microneedle mampu untuk menyalurkan cairan obat lewat permukaan kulit si pasien. Jadi microneedle ini merupakan jarum suntik modern yang tanpa membuat pasien kesakitan.

Cara menggunakannya hanya menempelkan saja patch yang ada terus beri sedikit tekanan sekali agar melancarkan proses vaksinasinya. Alat ini telah dilakukan kepada 3 pasien pada tahun 2015, dan hasilnya pasien tersebut sembuh.

Salah satu ilmuwan yang megembangkan teknologi ini yaitu Professor Nakagawa yang merupakan ilmuwan juga dari Osaka University. Beliau mengatakan sebelumnya teknologi microneedle ini menggunakan bahan metal.

Tetapi karena bahan metal tersebut kurang baik dan dinilai lebih beresiko, akhirnya microneedle ini menggunakan bahan silikon yang lebih ramah dan tidak menimbulkan sensitivitas pada kulit pasien. Dan juga bahan silikon cairannya mudah larut  dan tidak menimbukkan rasa sakit pada kulit pasien.

Dengan begini kamu yang takut sama jarum suntik, tidak perlu khawatir lagi kalau berobat ya.

4. Tissue Nanotransfection (TNT)

TNT

Image : MedicalXpress

Jika kamu melihat orang yang mengalami kecelakaan di jalan, apa yang kamu lakukan ? Terlebih lagi saat orang itu mengalami patah tulang. Pasti kamu cepat-cepat untuk menelpon petugas medis untuk menangani akibat dari insiden kecelakaan tersebut.

Karena kita yang bukan merupakan orang medis tidak mengetahui caranya  bagaimana menangani orang yang mengalami patah tulang.

Insiden patah tulang semakin banyak karena sering terjadinya kecelakaan bermotor di jalanan. Maka dari itu ilmuwan-ilmuwan yang bergerak di bidang medis mengembangkan sebuah teknologi penanganan yang cepat untuk kasus yang seperti ini.

Media pengobatan berupa sebuah ‘Chip’ dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh Ohio University ini di khususkan untuk bisa langsung menyambungkan sel-sel kulit dengan tulang untuk menahan sementara agar patah tulang seseorang tidak terlalu sakit sebelum ia mendapatkan penanganan dari medis lebih lanjut.

Ukuran dari Chip yang canggih ini hanya sebesar sim card handphone kamu. Chip ini juga sudah di program khusus untuk bisa langsung menyatu dengan sel-sel kulit.

Penemuan kedua akhirnya juga telah dikembangkan dari Ohio University yang dinamakan dengan nama ‘Cargo’. Cargo ini merupakan sengatan listrik yang dialirkan dengan arus listrik tertentu.

Dengan begitu alat ini mampu mengintruksikan kulit yang sebelumnya terluka menjadi menutup luka.

5. MYTensio

MyTensio

Image : Teknologi Kesehatan

Jika kita ingin mengecek tekanan darah di tubuh kita, pasti kita harus pergi ke dokter, kan ? dengan MYTensio, kamu dapat mengecek tekanan darah kamu sendiri secara wireless.

Kamu juga dapat menyingkronkan dengan smartphone kamu melalui Bluetooth. Dan hasil dari tekanan darah kamu akan di tampilkan lewat aplikasi BewellConnect yang dapat kamu download di App Store maupun Play Store.

MYTensio dibandrol dengan harga senilai $99, alat ini diciptakan oleh perusahaan Prancis yang bernama Bewell Connect. Dengan alat ini, kita dapat mengecek pengukuran darah sebanyak 3 kali berturut-turut hanya dalam waktu 15 detik.

Tidak diragukan lagi, alat ini pengukurannya sangat akurat dan cepat dalam mengetahui tekanan darah. Kamu juga tidak perlu bingung dengan menggunakan aplikasi ini, karena aplikasi ini menggunakan kode warna yang sudah di tetapkan dengan standar WHO.

Jadi tanda-tanda yang ditunjukkan pada aplikasi tersebut pun sangat mudah untuk dimengerti oleh pengguna. Kamu juga dapat menyimpan record hasil tekanan darahmu dan kamu juga dapat membagikannya ke dokter.

Itulah dia 5 teknologi canggih yang digunakan dunia medis untuk membantu para dokter dalam melakukan pekerjaannya. Perkembangannya juga sangat efektif dan mampu memberikan dampak yang lebih baik lagi di dunia pengobatan.

 

Ada pertanyaan atau komentar?

Send this to a friend