Amerika dan Sekutu Tuduh Cina Dalang Di Balik Serangan Server Microsoft Exchange

Amerika dan Sekutu Tuduh Cina Dalang Di Balik Serangan Server Microsoft Exchange

NESABAMEDIA.COMPemerintah Amerika dan NATO mengklaim bahwa serangan yang ditujukan ke sejumlah server Microsoft Exchange beberapa waktu yang lalu, didalangi oleh sekelompok peretas yang dibekingi pemerintah Cina. 

Bulan Maret lalu, Microsoft mengungkap bahwa server Microsoft Exchange telah menjadi target sebuah serangan besar-besaran, yang diyakini dilakukan oleh sekelompok peretas asal Cina yang terkenal dengan nama Hafnium. Menurut pihak Gedung Putih dan agensi keamanan Inggris, sepertinya serangan itu ada kaitannya dengan pemerintah Cina. 

Awal pekan ini, pemerintah Amerika mengirimkan sebuah peringatan kepada lembaga pemerintahan dan perusahaan swasta yang menganggap bahwa Cina bertanggung jawab atas serangan tersebut. Serangan terhadap server Microsoft Exchange termasuk dalam tindak pencurian dan pemerasan, serta kasus ransomware dengan tuntutan jutaan dolar. 

Sekutu Amerika di seluruh dunia juga mengeluarkan peringatan mereka masing-masing, termasuk pusat keamanan nasional Inggris. 

“Serangan ke server Microsoft Exchange adalah contoh serius lain dari tindakan berbahaya yang dilakukan aktor yang mendapatkan dukungan dari pemerintah Cina. Perilaku semacam ini sama sekali tidak bisa diterima, dan bersama dengan rekan-rekan kami, kami tidak akan ragu untuk mengambil tindakan tegas,” kata lembaga keamanan Inggris, NCSC

NCSC juga menuduh bahwa serangan tersebut merupakan bagian dari tindakan mata-mata skala besar, termasuk mencuri informasi data personal dan memperoleh kekayaan intelektual. 

Seorang pejabat senior pemerintahan mengatakan bahwa Kementerian Keamanan Cina melakukan kerjasama dengan sejumlah peretas untuk melakukan operasi di dunia maya tanpa izin secara global, termasuk untuk keuntungan pribadi mereka sendiri. Operasi mereka mencakup kegiatan kriminal, seperti pemerasan di dunia maya, pembajakan kripto dan pencurian untuk keuntungan finansial.

Bersamaan dengan pengumuman tersebut, Departemen Kehakiman Amerika mengatakan bahwa dewan juri federal di San Diego, California mendakwa empat warga negara Cina karena meretas sistem komputer di Amerika dan luar negeri antara tahun 2011 dan 2018. Dakwaan itu dilayangkan pada bulan Mei, namun baru diungkap pekan lalu. 

Dalam dakwaan tersebut terungkap bahwa tindakan pencurian yang dilakukan itu adalah bagian dari konspirasi untuk pemanfaatan ekonomi yang signifikan bagi perusahaan dan sektor komersial Cina, termasuk upaya penelitian dan pengembangan.

Kelompok tersebut ditugaskan untuk mencuri rahasia perdagangan dan informasi bisnis di banyak industri, termasuk teknologi kendaraan submersible dan otonom, formula kimia, teknologi pengurutan genetik dan informasi untuk mendukung upaya Cina dalam mengamankan kontrak untuk perusahaan nasional di negara lain. 

Leave a Reply

Send this to a friend