Apa Itu Restore? Mengenal Pengertian Restore

Apa Itu Restore? Mengenal Pengertian Restore

Dirawat seperti apa pun, suatu saat tetap akan muncul masalah pada komputer yang anda gunakan selama ini. Terkadang masalahnya bisa cepat teratasi hanya dengan mengaktifkan atau menonaktifkan sebuah opsi, tapi di lain waktu masalah yang dialami mungkin terlalu parah sehingga harus memulihkan sistem dengan cara restore.

Dalam dunia komputer, restore adalah tindakan untuk memulihkan sesuatu kembali seperti semula. Contohnya yaitu system restore pada sistem operasi Windows yang berfungsi untuk memulihkan sistem yang bermasalah.

Lalu apa bedanya dengan system recovery?

System recovery biasanya menjadi pilihan terakhir dalam troubleshooting setelah system restore gagal mencapai hasil yang diharapkan.

Mengenal Apa Itu Restore

Untuk lebih jelasnya, mari kita bicarakan tentang system recovery dan system restore.

Secara periodik Windows membuat system restore point secara otomatis. Restore point ini juga dibuat sebelum sebuah software di-install atau di-upgrade.

Restore point bisa didefinisikan sebagai hasil rekaman (snapshot) dari kondisi sistem yang sedang berlaku. Jika sistem Windows bermasalah setelah instalasi software dan kondisinya tidak pulih setelah software tersebut di-uninstall, maka restore point memungkinkan sistem untuk kembali ke kondisi sebelum instalasi software dilakukan.

Jika sistem tetap bermasalah setelah mencoba system restore, maka jalan terakhir yang bisa ditempuh adalah system recovery. Metode ini akan memulihkan sistem secara total dengan cara mengembalikan seluruhnya ke factory settings.

Mengenal Pengertian Restore

System Restore sudah menjadi bagian dari sistem operasi Windows sejak munculnya Windows Me sekitar 20 tahun yang lalu. Di Windows 10, fitur ini perlu diaktifkan terlebih dahulu.

Untuk menyimpan restore point, sejumlah kapasitas harddisk perlu disisihkan. Makin besar kapasitas yang disisihkan, makin banyak restore point yang bisa disimpan. Jika ruang penyimpanan restore point sudah habis, maka restore point yang paling lama akan dihapus secara otomatis agar bisa menampung yang terbaru.

Selain bisa diatur melalui fitur internal Windows, restore point juga bisa dibuat dan dikelola oleh software pihak ketiga. Beberapa diantaranya yaitu Restore Point Creator, Single Click Restore Point (SCRP), Quick Restore Maker, System Restore Manager, dan System Restore Explorer.

Agar lebih aman, membuat backup lebih dianjurkan daripada menggunakan system restore point yang kadang-kadang tidak bisa diandalkan. Banyak software pihak ketiga yang ditujukan untuk backup Windows baik secara parsial maupun secara keseluruhan. Dengan memiliki backup, sistem dan dokumen bisa dipulihkan sewaktu-waktu ketika Windows mengalami masalah berat.

Salah satu software backup yang sering disebut adalah Macrium yang terbagi menjadi empat kategori seperti home edition untuk penggunaan pribadi, business untuk lingkup kantor, site backup untuk jaringan, dan technician untuk teknisi. Masing-masing kategori berisi sejumlah versi seperti server, server plus, workstation, deployment kit, multisite, dan sebagainya. Yang paling menarik bagi pengguna umum adalah Free Edition yang gratis dipakai untuk kepentingan pribadi dan komersil.

Leave a Reply

Send this to a friend