Kenali Bagian-Bagian Sel dan Fungsinya Masing-Masing, Yuk Disimak!

Semua makhluk hidup tersusun dari kumpulan sel. Sel adalah unit terkecil penyusun makhluk hidup yang berfungsi untuk melakukan semua aktivitas kehidupan. Sebagian besar reaksi kimia didalam tubuh manusia terjadi didalam sel. Nah, pada artikel ini, kita akan membahas tentang bagian-bagian sel yang menyusun sel.

Sel berkembang biak dengan memperbanyak dirinya (replikasi). Berdasarkan jumlah sel yang dimiliki oleh makhluk hidup, organisme dibedakan menjadi 2 jenis yaitu:

  • Organisme uniseluler – makhluk hidup yang tersusun atas sel tungal seperti amoeba dan bakteri.
  • Organisme multiseluler – makhluk hidup yang tersusun atas banyak sel seperti manusia, hewan dan tumbuhan.

Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai bagian-bagian sel, mari simak penjelasan dibawah ini.

Bagian-Bagian Sel dan Fungsinya

Sel pada tumbuhan dan hewan memiliki persamaan dan perbedaan pada struktur selnya. Adapun persamaan sel tumbuhan dan sel hewan adalah pada keduanya terdapat bagian-bagian sel yang sama seperti membran sel, sitoplasma, nukleus, mitokondria, ribosom, retikulum endoplasma (RE), aparatus golgi, lisosom, dan peroksisom.

Sedangkan perbedaannya adalah sel hewan tidak memiliki dinding sel, umumnya tidak memiliki kloroplas, tidak memiliki vakuola (meskipun ada yang beberapa memilikinya tetapi ukurannya kecil), memiliki lisosom, dan memiliki sentrosom. Sel tumbuhan memiliki dinding sel, umumnya memiliki kloroplas, tidak memiliki lisosom, tidak memiliki sentrosom, dan memiliki vakuola berukuran besar dan banyak.

Bagian-Bagian Sel dan Fungsinya

Berikut dibawah ini penjelasan dari beberapa bagian sel dan fungsinya yang ada pada sel tumbuhan dan hewan.

1. Membran Sel

membran sel

Membran sel merupakan bagian permukaan luar sel yang berupa selaput halus dan elastis yang terbentuk dari molekul lipid dan protein. Membran sel yang disebut sebagai membran plasma ini berfungsi sebagai rintangan selektif yang memungkinkan aliran oksigen, nutrien dan limbah yang cukup untuk melayani semua volume sel.

Selain itu, membran sel juga berfungsi didalam pensinyalan sel, adhesi sel, dan sintesis ATP. Karena sebagai pembatas sel maka membran sel dapat mencegah masuknya zat-zat yang berbahaya untuk sel dan memudahkan masuknya zat-zat yang berguna untuk sel.  Selain sebagai pembatas zat-zat yang masuk, membran sel juga membatasi berbagai organel-organel sel seperti mitokondria, kloroplas dan vakuola.

Membran plasma ini bersifat diferensial permeabel dengan pori-pori ultramikroskopik dimana ukuran dari pori-pori tersebut menentukan besar maksimal molekul yang dapat melalui membran. Kemudian, membran sel ini bersifat dinamik sehingga kebanyakan molekulnya dapat bergerak sepanjang bidang membran. Molekul lipid membran tersebut terdiri dari dua lapisan dengan tebal sekitar 5 nm.

2. Sitoplasma

Bagian-Bagian Sel Sitoplasma

Sitoplasma merupakan bagian sel yang terbungkus oleh membran sel dimana didalamnya terdapat sitoskeleton (kerangka sel), beberapa organel dan vesikuli serta sitosol (cairan tempat organel melayang-layang didalamnya). Sitosol berada di ruang sel yang tidak ditempati oleh organel dan vesikula dan menjadi wadah untuk banyak reaksi biokimiawi serta sebagai perantasa transfer bahan dari luar sel ke organel atau inti sel.

Sebagian besar bahan penyusun sitoplasma adalah air. Didalam sitoplasma terjadi pelarutan molekul-molekul kecil seperti garam, gula, asam amino, asam lemak, nukleotida, vitamin, dan juga  gas-gas tertentu, serta ion dan sejumlah besar protein. Bahan cair sitoplasma ini, disebut dengan  sitosol. Sejumlah enzim yang diperlukan untuk metabolisme sel juga terdapat di dalam sitoplasma.

Selain itu, sitoplasma juga berfungsi sebagai tempat lintasan metabolisme tertentu seperti glikolisis dan tempat pergerakan organel-organel didalam alirannya.

3. Nukleus

nukleus

Nukleus merupakan organel sel terbesar didalam sel yang berbentuk bulat hingga oval (lonjong) dengan garis tengah ± 10 µm (mikro meter) dan panjangnya ± 20 µm.

Nukleus sangat berperan penting dalam kehidupan sel karena berfungsi untuk mengendalikan seluruh kegiatan sel. Hal tersebut dikarenakan, nukleus mengandung informasi genetik berupa DNA (deoxyribonucleic acid).

Nukleus dibungkus oleh selaput inti yang terdiri dari dua lapis membran dan juga mengandung kromatin, satu atau dua nukleolus dan nukleoplasma. Berikut penjelasan dari ketiga bagian dari nukleus tersebut.

  • Membran inti – terdiri dari dua lapis membran yang berfungsi sebagai pembungkus sekaligus pelindung inti. Membran inti memiliki pori-pori yang memungkinkan terjadinya pertukaran zat diantara nukleus dengan sitoplasma seperti keluarnya RNAd (ribonucleic acid duta), masuknya protein ribosom, nukleotida, dan molekul yang mengatur kegiatan DNA. Sedangkan, membran luarnya terhubung langsung Retikulum Endoplasma dimana Retikulum Endoplasma sendiri tertutup oleh ribosom dan terlibat didalam sintesis protein.
  • Nukleoplasma atau getah inti– merupakan cairan inti berbentuk gel yang mengandung berbagai substansi kima seperti ion-ion, protein, enzim, nukleotid, dan benang-benang kromatin. Kromatin disusun oleh untaian-untaian DNA yang terikat pada protein dasar. Benang kromatin ini akan mengerut (memendek) seperti benang terpilin yang kemudian disebut sebagai kromosom.
  • Nukleolus – berbentuk bulat dan mengandung banyak DNA yang berperan sebagai organisator nukleus serta mengandung kumpulan salinan gel yang memberikan kode RNA ribosom. Singkatnya, nukleolus berfungsi untuk merangkai subunit-subunit penyusun ribosom.

4. Ribosom

ribosom

Ribosom merupakan organel paling kecil dengan diameter lebih kurang dari 20 nm dan berbentuk bulat. Ribosom dapat berada bebas didalam matriks sitoplasma atau melekat pada membran Retikulum Endoplasma saat proses sintesis protein sedang berlangsung. Jika proses sintesis tidak sedang terjadi maka ribosom akan berada dalam bentuk subunit kecil dan besar.

Didalamnya terdapat RNA dan protein dengan jumlah perbandingan yang sama. Secara umum, ribosom berfungsi sebagai tempat membuat protein. Adapun, ribosom yang menempel pada Retikulum Endoplasma biasanya berfungsi mensintesis protein untuk dibawa keluar sel melalui retikulum endoplasma dan badan goldi.

Sedangkan, ribosom yang berada didalam sitoplasma berfungsi mensintesis protein untuk keperluan didalam sel. Sel mengandung kelompok yang disebut polisom yaitu kumpulan lima atau enam ribosom yang merupakan unit fungsional yang efektif dalam sintesis protein.

5. Mitokondria

Bagian-Bagian Sel Mitokondria

Mitokondria merupakan organel sel bermembran ganda yang berfungsi sebagai tempat penghasil energi karena didalamnya berlangsung proses respirasi aerobik pada sel. Membran dalam yang melindung organel ini disebut krista yang berfungsi untuk memperluan permukaan dan berbentuk lekuk-lekuk. Organel ini berbentuk bulat atau batang dengan ukurannya mencapai 0,2 µm sampai 5 µm.

Biasanya, jumlah mitokondria didalam sebuah sel mencapai lebih dari 1000 buah. Semakin aktif sel tersebut maka semakin besar energi yang diperlukan sehingga jumlah mitokondria didalamnya juga lebih banyak seperti sel hati yang mengandung lebih dari 1000 mitokondria.

6. Retikulum Endoplasma

RE

Retikulum endosplasma merupakan sistem membran kompleks dan sangat luas yang tersusun secara tidak beraturan. Organel ini tampak seperti rongga atau tabung pipih yang saling berhubungan dan hampir menutupi sebagian besar sitoplasma (mitokondria terdapat didalam sitoplasma sel eukariotik). Adapun fungsi dari retikulum endoplasma adalah sebagai sistem transpor substrat dan hasil-hasil dari sitoplasma ke luar sel dan juga ke nukleus.

Retikulum endoplasma terdiri dari dua jenis yaitu RE kasar (granular) dan RE halus (agranular). Pada RE granular, terdapat ribosom pada permukaannya sehingga berfungsi sebagai tempat sintesis protein.

Sedangkan, RE agranular hanya terdiri dari membran saja dan berperan dalam proses sekresi sel dan sintesis lemak, fosfolipid dan steroid. Kedua jenis RE ini berperan dalam transportasi senyawa kimia yang diperlukan untuk metabolisme sel.

7. Badan Golgi

badan golgi

Badan golgi berbentuk seperti kumpulan kantong yang ditumpuk-tumpuk atau susunan membran yang sejajar tanpa granula. Badan golgi ini terdiri dari anyaman saluran yang tidak teratur dimana beberapa bagian tertentu dari saluran tersebut dapat membesar dan membentuk suatu kantung atau vesikula yang berisi zat.

Glikoprotein merupakan protein dari retikulum endoplasma yang diikatkan dengan karbohidran rantai pendek didalam badan golgi. Pada sel tumbuhan, badan golgi disebut diktiosom. Berikut beberapa fungsi dari badan golgi pada sel.

  • Memodifikasi zat-zat yang dihasilkan oleh retikulum endoplasma kemudian menyalurkannya ke organel yang diperlukan
  • Menghasilkan lilin pada tanaman perca, lendir dan sekresi yang lengket
  • Dapat digunakan untuk transport lemak (terkadang)
  • Membentuk lisosom
  • Berperan dalam sekresi protein, glikoprotein, karbohidrat, dan lemak
  • Membentuk enzim-enzim pencernaan yang belum aktif (koenzim, zimogen dan yang lainnya)

8. Lisosom

lisosom

Lisosom merupakan organel sel berbentuk kantong agak bulat dan dibatasi oleh sistem membran tunggal dengan diameter sekitar 1,5 µm. Organel ini banyak mengandung enzim-enzim pencerna hidrolitik, seperti protease, nuklease, lipase, dan fosfatase yang dibentuk oleh RE kasar (granula). Kemudian, enzim-enzim tersebut akan dikirim ke badan golgi.

Lisosom terdapat pada hampir semua jenis sel eukariotik khususnya pada sel-sel hewan yang memiliki aktivitas fagositik. Berikut dibawah ini beberapa fungsi dari lisosom.

  • Autolisis – penghancuran sel dengan cara melepaskan semua isi lisosom didalam sel sehingga enzim yang ada di dalamnya akan menghancurkan/mencerna organel sel kemudian sel akan mati
  • Autofagi – penghancuran struktur-struktur yang tidak diinginkan berada didalam sel
  • Eksositosis – pembebasan enzim ke luar sel
  • Mencerna zat sisa, zat asing, dan makanan yang diambil secara endositosis

9. Periksisom

Periksisom merupakan organel yang dihasilkan oleh retikulum endoplasma dengan ukuran yang hampir sama dengan lisosom yakni  0,3 – 15 µm. Organel ini dibatasi oleh membran tunggal dan sering berasosiasi dengan organel lain serta banyak mengandung enzim katalase dan oksidase. Enzim katalasen pada organel ini berfungsi mengkatalis perombakan hidrogen peroksida yaitu produk yang dapat membahayakan metabolisme sel.

Selain itu, peroksisom juga berperang dalam mengubah lemak menjadi karbohidrat, dan dalam perubahan purin didalam sel. Pada sel hewan, peroksisom terdapat pada sel-sel hati dan ginjal. Sedangkan, pada tumbuhan, periksisom terdapat pada berbagai tipe sel dan biasanya mengandung zat-zat yang terkristalisasi.

Baiklah, semoga pembahasan mengenai bagian-bagian sel dan fungsinya seperti yang telah dijelaskan diatas bermanfaat. Terima kasih!

Leave a Reply

Send this to a friend