Pemblokiran Tik Tok Di Sejumlah Negara

Banyak Pemblokiran, Tik Tok Evaluasi Besar-Besaran

NESABAMEDIA.COMDi tengah popularitas aplikasi video pendek, Tik Tok yang kini menjadi trend hampir di seluruh dunia, kabar buruk pun menyelimuti aplikasi tersebut. Tik Tok mendapatkan pemblokiran dari sejumlah negara seperti India dan Amerika. Alasan utamanya adalah karena adanya ketegangan dengan pemerintah Cina, sebagai negara asal Tik Tok. 

Di India, Tik Tok diblokir bersamaan dengan lusinan aplikasi lain asal Cina, sebagai imbas dari bentrokan berdarah yang terjadi di perbatasan kedua negara. Sementara di Amerika, Tik Tok juga diblokir karena dianggap melanggar perjanjian mengenai kebijakan usia pengguna. Sejumlah negara lain pun dikabarkan juga bakal mengikuti jejak India dan Cina.

Melihat permasalahan pemblokiran ini, Tik Tok pun mencoba melakukan evaluasi guna keluar dari bayang-bayang pencekalan tersebut. Khususnya lepas dari sebutan aplikasi buatan Cina. Disebutkan perusahaan akan melakukan restrukturisasi secara besar-besaran. 

Salah satu langkah yang akan diambil oleh Tik Tok adalah dengan membangun kantor pusat yang berada di luar Cina. Sehingga perusahaan itu nantinya tidak akan dicap sebagai aplikasi Cina lagi, namun lebih ke perusahaan global.

Dari laporan yang ada, hingga saat ini Tik Tok sudah memiliki lima kantor besar yang tersebar di sejumlah negara. Beberapa di antaranya yakni di New York, Los Angeles, Mumbai, London dan Dublin. Kemungkinan besar, kantor utamanya akan berpindah ke salah satu lokasi tersebut.

Selain membangun kantor di luar Cina, Tik Tok juga berupaya mengembalikan kepercayaan para pemangku jabatan terkait masalah pelanggaran kebijakan. Dalam laporan yang diterbitkan secara resmi oleh perusahaan pada Kamis (09/07) lalu, sebanyak 49 juta video yang dianggap melanggar kebijakan telah dihapus Tik Tok. Hal ini dilakukan sebagai bentuk transparansi atas penegakan pedoman kebijakan yang dimiliki Tik Tok.

Di pihak lain, perusahaan ByteDance yang menaungi tiga aplikasi populer (salah satunya Tik Tok) yang mendapatkan pemblokiran di India, memprediksi bakal mengalami kerugian cukup besar untuk laporan keuangan tahun ini. Mereka memprediksi kerugian tersebut bisa mencapai USD 6 Miliar atau sekitar Rp 84 triliun. 

Dengan demikian, langkah penyelamatan yang cepat dan efektif memang tengah dibutuhkan Tik Tok dan sejumlah aplikasi yang mengalami pemblokiran tersebut.

Bambang

Pernah menjadi jurnalis dan juga Social Media Manager di Merdeka.com selama lebih dari 2 tahun, sebelum akhirnya mengerjakan sejumlah proyek website yang dioptimasi dan dimonetisasi Google Adsense. 

Kini sedang aktif dalam pembuatan konten Youtube dokumenter bertema sosial serta menjadi penulis konten untuk sejumlah website. 

Tags:

Leave a Reply

Send this to a friend