Tulibot Buatan Mahasiswa Surabaya

Tulibot, Gadget Buatan Mahasiswa Surabaya Bantu Komunikasi Penderita Tuna Rungu

NESABAMEDIA.COMMuhammad Alan Nur mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya membuat sebuah alat yang memudahkan para penyandang tuna rungu untuk berkomunikasi. Alat tersebut berupa sebuah kacamata canggih yang dia beri nama Tulibot. Konsepnya sebenarnya tidak terlalu rumit, yakni dengan mengubah audio menjadi tulisan yang bisa dibaca oleh penderita tuna rungu.

Alat bantu ini awalnya diciptakan Alan dari pengalaman hidupnya pada tahun 2017 silam. Saat itu dia hendak memesan makanan di sebuah warung, namun ternyata penjualnya adalah seorang penderita tuna rungu. Keduanya pun mengalami kesusahan karena cara berkomunikasi yang berbeda. Dari situlah dia berinisiatif untuk membuat sebuah alat yang bisa dipakai penderita tuna rungu untuk memahami pembicaraan orang-orang pada umumnya.

Alan menjelaskan kacamata Tulibot itu mengadopsi teknologi Virtual Reality. Fitur utamanya yakni mengubah audio atau suara yang dikeluarkan lawan bicara untuk kemudian diubah menjadi text yang muncul di layar kacamata, sehingga memudahkan dibaca oleh penderita tuna rungu.

Dalam perjalanannya, Alan melihat bahwa alat buatannya tersebut bisa memberikan peluang cukup besar sebagai sarana alat bantu penderita tuna rungu berkomunikasi. Dia pun kemudian lantas mengajak tiga temannya yakni, Eva Rahmadanti, Rizqi Annisa dan Pravasta Caraka untuk mengembangkan Tulibot lebih baik lagi. 

Alan dan Tim Tulibot

Alan dan Tim Tulibot

Kini Tulibot dikembangkan menjadi dua jenis alat bantu, yakni berupa Smart Glasses dan Smart Gloves. Smart Glasses membantu para penderita tuna rungu dengan menampilkan text dari audio lawan bicara di layar kacamata, sedangkan Smart Gloves merupakan sebuah alat yang bisa mendeteksi gerakan bahasa isyarat melalui tangan untuk kemudian diterjemahkan dalam bentuk audio. Sehingga komunikasi dua arah antara penderita tuna rungu dan orang normal bisa terjalin dengan baik.

Alan menjelaskan, untuk saat ini dia dan timnya berfokus dalam pembuatan desain dari Smart Glasses, sehingga lebih nyaman saat digunakan. Sedangkan untuk Smart Gloves dalam tahap pengumpulan databases berupa gerakan bahasa isyarat untuk meningkatkan akurasi dari hasil audio yang dikeluarkan.

Alan dan tim juga tengah mengikuti program yang digelar oleh Google, bernama DSC Solution Challenge 2020. Program tersebut merupakan sebuah ajang yang mengundang para pelajar berbakat untuk mengembangkan teknologi sebagai solusi dari permasalahan secara global, dengan mengadopsi salah satu produk dari Google.

Tulibot sendiri menjadi salah satu aplikasi yang lolos 10 besar pemenang ajang tersebut, dan menyingkirkan ratusan 390 aplikasi lain yang didaftarkan. Terlebih, Tulibot satu-satunya aplikasi yang mewakili Indonesia di ajang tersebut.

Bambang

Pernah menjadi jurnalis dan juga Social Media Manager di Merdeka.com selama lebih dari 2 tahun, sebelum akhirnya mengerjakan sejumlah proyek website yang dioptimasi dan dimonetisasi Google Adsense. 

Kini sedang aktif dalam pembuatan konten Youtube dokumenter bertema sosial serta menjadi penulis konten untuk sejumlah website. 

Leave a Reply

Send this to a friend