• Our Partners:

Kerjasama Samsung dan Google

Berkat Google, Ponsel Samsung Bakal Kehilangan Ciri Khas

NESABAMEDIA.COMGalaxy S30 atau juga ponsel Samsung yang bakal hadir nantinya akan mengalami banyak sekali perubahan pada fitur Bixby Assistant dan Galaxy App Store, bahkan kemungkinan besar bakal tidak akan ditemukan lagi di perangkat tersebut.

Penyebabnya, dikarenakan Samsung dan Google tengah melakukan negosiasi kerjasama, yang memungkinkan Google mendominasi penerapan fitur dan aplikasi pada ponsel Samsung. Hal ini termasuk juga menjadikan aplikasi besutan Google menjadi aplikasi default.

Saat ini Samsung memang memprioritaskan penggunaan aplikasi Bixby Assistant dibandingkan aplikasi Google Assistant, serta Galaxy App Store untuk mengunduh dan instalasi aplikasi dibandingkan Play Store. Jika kerjasama itu benar-benar menemui kesepakatan, maka aplikasi default yang ada ponsel terbaru Samsung, akan didominasi aplikasi dari Google. Bahkan Samsung bisa saja melakukan perombakan hingga penghapusan aplikasi mereka sendiri.

Meski terdengar seperti sebuah kekalahan dari Samsung atas dominasi Google, namun jauh lebih banyak manfaatnya untuk pabrikan asal Korea Selatan itu dan tentunya untuk pengguna. Sebab selama ini aplikasi default buatan Samsung itu memiliki sejumlah masalah kronis dan banyak dikeluhkan oleh pengguna. 

Apalagi jika bukan masalah penyimpanan, di mana aplikasi itu memakan banyak ruang di perangkat ponsel, padahal aplikasi itu tidak diinginkan oleh pengguna. Terlebih keberadaan dari Bixby Assistant dianggap lebih mengganggu daripada aplikasi assistant lainnya. 

Google Assistant vs Samsung Bixby

Google Assistant vs Samsung Bixby

Namun meski bagaimanapun, jika Samsung benar-benar menyetujui kerjasama dengan Google ini, maka ponsel produksi Samsung akan kehilangan ciri khas dan keunikannya. Pengguna akan kehilangan fitur-fitur unik yang selama ini sangat erat dengan sistem operasi One UI. Pada akhirnya ponsel Samsung akan menjadi ponsel mainstream seperti ponsel-ponsel Android yang jamak ditemukan di pasaran.

Pihak Google sendiri mengatakan jika Samsung memang memiliki hak untuk menerapkan aplikasi buatan mereka pada produk-produk yang mereka buat. Namun kerjasama dengan Google akan jauh lebih memberikan manfaat dalam menawarkan pengalaman terbaik bagi para pengguna. 

Sementara Samsung mengaku membuka lebar pintu kerjasama dengan pihak ketiga dalam hal memberikan inovasi pada produk-produk mereka. Pihaknya memang memfokuskan dalam membentuk ekosistem mereka sendiri, namun pengalaman terbaik pengguna jauh lebih mereka prioritaskan.

Terlepas dari langkah-langkah yang diambil kedua belah pihak, para pengamat meyakini jika kerjasama itu tidak lebih dikarenakan adanya dana yang besar yang bakal diterima Samsung jika menyetujui kerjasama tersebut. Sebab, jika melihat penjualan Samsung dalam beberapa bulan terakhir mengalami penurunan signifikan akibat wabah pandemi. Sehingga tawaran dari Google akan sangat sayang jika harus ditolak.

Leave a Reply

Send this to a friend