BlackBerry Jual Sisa Paten Yang Dimiliki ke Sebuah Konsorsium

BlackBerry Jual Sisa Paten Yang Dimiliki ke Sebuah Konsorsium

NESABAMEDIA.COMBlackberry dilaporkan telah menjual sisa paten yang terkait dengan produk ponsel mereka ke sebuah konsorsium perusahaan bernama Catapult IP Innovations Inc. Diketahui, nilai transaksi penjualan sisa paten itu mencapai $600 juta. 

Blackberry sebelumnya telah keluar dari bisnis perangkat seluler pada tahun 2017, setelah upaya untuk beralih ke Android gagal total. Awal Januari ini perusahaan juga telah menutup layanan BlackBerry OS dan BlackBerry 10 lawasanya.

Sekarang mereka mencoba melepas sisa-sisa terakhir yang menjadikan BlackBerry sebagai salah satu perusahaan seluler paling populer di era 2010-an, yang mampu mendominasi pasar dengan smartphone yang mengutamakan keyboard. 

Menurut siaran pers, kesepakatan antara BlackBerry dengan Catapult IP itu adalah transaksi pembelian secara substansial semua aset paten non-inti milik BlackBerry, yang terutama berkaitan dengan perangkat seluler, layanan pengiriman pesan, dan jaringan nirkabel. BlackBerry dengan jelas dalam rilisnya mengatakan bahwa transaksi tersebut tidak akan mempengaruhi pelayanan terhadap pelanggan atas produk, solusi atau layanan lainnya. 

Lebih dari satu dekade yang lalu, sebuah konsorsium perusahaan yang mewakili Microsoft, Ericsson, BlackBerry, Sony, sampai Apple, menghabiskan lebih dari $4,5 miliar untuk membeli paten seluler Nortel, sebuah perusahaan asal Kanada yang kemudian memiliki dampak besar pada masa-masa awal komputasi seluler. 

Konsorsium yang dikenal dengan nama Rockstar itu kemudian mengambil langkah mengejutkan dengan menggunakan paten tersebut untuk menuntut Google, Samsung, ZTE, LG, HTC dan produsen Android lainnya atas sengketa IP yang digunakan dalam perangkat Android. 

Kesepakatan akhirnya tercapai dengan pihak Google pada bulan November 2014, dan sebulan kemudian Rockstar menjual sebagian besar paten tersebut dengan harga kurang dari $1 miliar, dan membagikan hasil penjualan ke perusahaan anggota konsorsium. 

Ambisi BlackBerry dengan strategi direct-to-consumer sudah lama berada di belakang penjualan paten ke Catapult IP tersebut, dengan perusahaan semakin fokus pada layanan keamanan perusahaan, manajemen perangkat seluler, software untuk kendaraan otonom, dan IoT akhir-akhir ini. 

Saham mereka juga tidak berkiprah banyak, sejak menempati posisi terendah sejak tahun 2012, meski pada bulan Mei tahun 2021 sempat menanjak saat ramai-ramainya kasus Gamestop.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Send this to a friend