• Our Partners:

CEO Amazon: PHK Massal akan Dilakukan di 2023

CEO Amazon: PHK Massal akan Dilakukan di 2023

Amazon sebagai salah satu perusahaan kenamaan dunia, nampaknya tidak mampu untuk dapat bertahan di tengah ganjaran persoalan ekonomi yang saat ini dirasakan oleh banyak perusahaan. Amazon memprediksikan bahwa akan ada lebih banyak PHK tahun depan, Jumat (18/11).

Andy Jassy selaku CEO dari perusahaan Amazon kini memberikan memo internal untuk semua karyawannya, pada Kamis (17/11/2022) perusahaan akan memulai melakukan PHK untuk sejumlah karyawan mereka.

Jassy menyatakan bahwa mulai hari ini perusahaan akan memulai menghentikan karyawan mereka, tentu hanya karyawan dengan performa rendah yang akan mendapatkan pemecatan ini. Kemudian berlanjut akan memperluas PHK Massal di tahun 2023 nanti.

Menurut memo yang diberikan ini, perusahaan hanya akan mempertahankan orang-orang yang memiliki pengalaman, hingga kemampuan bekerja dengan performa tinggi yang akan dipertahankan. Perusahaan memiliki masa berat untuk memprediksikan perkembangan ekonomi di tahun 2023 nanti.

Dave Limp selaku SVP Amazon juga memperkuat informasi ini, dia menyatakan bahwa sejumlah divisi akan dihentikan dari pekerjaan mereka selama di Amazon. Limp juga menyatakan bahwa keputusan ini memang telah lama dibicarakan, juga sempat dibahas ketika eksekutif perusahaan melakukan rapat penting.

Hal ini memperkuat artikel dari Vox, yang mana dalam sebuah artikel mereka mengatakan bahwa proses PHK Massal ini memang telah dibicarakan oleh eksekutif dan karyawan penting dalam sebuah perusahaan, sebelum akhirnya disebarluaskan ke publik.

Sesuai dengan informasi memo yang bagikan oleh Jassy, maka bisa kita katakan bahwa Amazon memang telah berencana melakukan PHK Massal ini dengan pertimbangan yang telah mereka bicarakan dan putuskan. Perusahaan harus bisa mengambil langkah dan keputusan yang tepat untuk perkembangan perusahaan ke depannya.

Mengenai PHK Massal yang dilakukan oleh Amazon nantinya, ini bukan hanya terjadi di mereka saja. Beberapa waktu yang lalu, Twitter dan Meta bahkan terang-terangan melakukan PHK Massal untuk memulihkan finansial perusahaan.

Mark Zuckerberg sendiri sebagai CEO Meta mengatakan bahwa pengurangan karyawan akan memiliki nilai yang efektif dalam memelihara kelangsungan finansial perusahaan, hal ini harus dilakukan karena perusahaan memiliki finansial yang tidak begitu stabil. Hal yang sama juga terjadi di Twitter.

Sementara itu, kabar terbaru menjelaskan bahwa di 2023 nanti sejumlah negara maju akan mengalami resesi dari pemulihan pandemi COVID-19 yang sempat menghalangi banyak jalur perdagangan internasional.

Editor: Muchammad Zakaria

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Send this to a friend