4 Ciri Sosiologi Sebagai Ilmu Pengetahuan Beserta Contohnya

Salah satu aspek yang paling penting dalam ilmu sosiologi ialah knowledge yaitu memberitahukan bahwasanya sosiologi itu merupakan ilmu pengetahuan (science).

Banyaknya permasalahan yang muncul dalam masyarakat berkaitan dengan masalah sosial maka muncul ilmu sosiologi. Sosiologi dikenal dengan sebuah istilah, ilmu dan disiplin yang dikembangkan pada era modern di Eropa.

Berdasarkan kaidah ilmiahnya sebagai ilmu pengetahuan, ciri-ciri sosiologi meliputi teoritis, empiris, non etis dan kumulatif. Jika tidak memenuhi kaidah ilmiah yangmana sebagai karakteristiknya, maka sosiologi tidak akan bisa berdiri sendiri untuk menjadi ilmu pengetahuan.

Ciri-Ciri Sosiologi dan Contohnya

Ciri Ciri Sosiologi

Sosiologi merupakan suatu bidang ilmu yang mempelajari manusia sebagai makhluk sosial serta interaksi yang terjadi antar individu dalam kehidupan bermasyarakat. Atau dengan kata lain sosiologi mempelajari bagaimana sifat/perilaku dan perkembangan manusia di lingkungan masyarakat.

Ilmu sosiologi memiliki ciri khas atau karakteristik  yang berbeda dengan ilmu sosial lain. Ciri khas atau karakteristik dalam ilmu sosiologi dibutuhkan untuk mengkategorikan atau mengelompokkan bahwa sosiologi sebagai ilmu terapan dapat diaplikasikan dalam kehidupan masyarakat. Nah, ciri-ciri dari ilmu sosiologi beserta contohnya akan dipaparkan berikut ini:

1. Empiris

Ciri-Ciri Sosiologi adalah Empiris

Yaitu sosiologi sebagai ilmu pengetahuan yang berlandaskan observasi terhadap kenyataan (real) dengan menggunakan akal sehat serta indera manusia sehingga hasil yang diperoleh tidak bersifat spekulatif (hanya sekedar pemikiran belaka).

Contohnya, dalam sosiologi melakukan studi mengenai kemacetan yang terjadi di beberapa kota besar, salah satunya ialah di Jakarta. Maka argumen yang muncul ialah kemacetan yang terjadi di Jakarta dikarenakan oleh tingkat kepercayaan masyarakat masih rendah akan kebijakan penggunaan transportasi umum yang dibuat oleh pemerintah.

Artinya, masyarakat yang tinggal di Jakarta ialah sebagai pelaku terjadinya kemacetan tidak percaya bahwa tranaportasi umum dapat menciptakan kenyamanan baik secara pelayanan maupun aksesnya. Sehingga dampak yang ditimbulkan dari pemikiran tersebut ialah dengan memilih untuk menggunakan kenderaan pribadi. Argumen tersebut diambil dari realita objektif yang terjadi di lapangan dan bukan hanya sekedar spekulasi. Saat argumen itu bisa dipertanggungjawabkan dengan cara ilmiah, maka unsur empiris sudah dipenuhi.

2. Teoritis

Teoritis

Yaitu sosiologi sebagai ilmu pengetahuan berdasarkan penyusunan abstraksi yang diperoleh dari hasil pengamatan terhadap unsur empiris, Abstraksi maksudnya penarikan kesimpulan yang akan menjelaskan hubungan antara sebab akibat dari gejala sosial terhadapa apa yang diteliti.

Contohnya, pada penelitian mengenai kemacetan diatas, maka ilmu sosiologi akan menjelaskan bagaimana hubungan antara kemacetan dengan rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat yang tinggal di Jakarta terhadap transportasi umum. Abstraksinya ialah pentingnya untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat Jakarta terhadap kebijakan pemerintah untuk menggunakan transportasi umum untuk menanggulangi masalah kemacetan.

Dari abstraksi diatas, maka pernyataannya tidak disebutkan secara langsung, tetapi melalui proses observasi dan pengamatan yang panjang hingga bisa mendapatkan kesimpulan akhir.

3. Kumulatif

Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan yaitu dengan membangun suatu argumen yang langsung ada atau langsung jadi, melainkan harua disusun berdasarkan teori-teori yang telah ada sebelumnya. Teori yang dimaksud ialah teori yang pernah dilakukan oleh peneliti terdahulu.

Contohnya, penelitian sosiologi mengenai kemacetan akan menghasilkan kesimpulan baru yang melibatkan kesimpulan terdahulu. Misalnya pada penelitian sebelumnya, menyatakan bahwa penyebab terjadinya kemacetan ialah daya beli masyarakat terhadap kenderaan pribadi tinggi. Sedangkan peneliti lain menyatakan bahwa jika dengan menggunakan kenderaan pribadi, seperti mobil status dan prestige cukul menjanjikan bagi penggunanya.

Dari contoh diatas dapat dilihat bahwa kumulatif sebagai salah satu ciri sosiologi yang melibatkan hasil penelitian dari beberapa peneliti terdahulu sehingga kesimpulan baru yang telah ada merupakan hasil dari pertimbangan akumulasi pengetahuan.

4. Non etis

Non etis adalah Ciri-Ciri Sosiologi

Ciri-ciri sosiologi yang selanjutnya adalah Non etis. Yaitu sosiologi akan membahas suatu permasalahan sosial tanpa mempersoalkan nilai dari permasalahan yang akan dibahas apakah baik atau buruk. Dalam hal ini sosiologi lebih mengacu untuk menjelaskan mengapa suatu fenomena tersebut terjadi. Namun penjelasannya harus benar benar logis, dapat diterima oleh akal, mendalam dan harua mudah dipahami.

Contohnya, kemacetan merupakan salah satu masalah sosial namun dalam penelitian sosiologi tidak dinilai sebagai suatu hal yang negatif atau buruk. Sosiologi disini tidak untuk memutuskan atau menilai bahwa kemacetan itu hal yang buruk atau pun sebaliknya.

Sosiologi hanya menjelaskan mengenai mengapa suatu kemacetan di Jakarta bisa terjadi. Penjelasan mengenai alasan terjadinya kemacetan dikarenakan rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah untuk menggunakan kenderaan umum, sosiologi juga tidak akan menilai bahwa rendahnya kepercayaan masyarakat itu buruk. Dalam hal ini sosiologi dikatakan bersifat non etis, artinya tidak menilai baik buruknya suatu persoalan atau permasalahan yang diteliti.

Karakteristik terbentuknya ilmu sosiologi ialah sebagai berikut:

  • Sosiologi merupakan ilmu sosial yang mempelajari tentang bagaimana hubungan antara individu ataupun masyrakat.
  • Sosiologi mempelajari mengenai gejala-gejala yang terjadi dalam masyarakat (interaksi masyarakat).
  • Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan murni dan terapan.
  • Sosiologi mempelajari dan membahas tentang aspek-aspek yang bernilai baik dan buruk bagi masyarakat.
  • Sosiologi merupakan ilmu abstrak, karena tujuannya hanya untuk menunjukkan bahwa pola-pola atau bentuk peristiwa yang terjadi dalam kehidupan masyarakat.
  • Sosiologi mempunyai tujuan agar masyarakat bisa mengerti dan sadar akan pola-pola umum yang terjadi disekitarnya sehingga bisa menilai baik buruknya suatu peristiwa.

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dalam masyarakat dan adanya unsur-unsur sosial baru, maka ilmu sosiologi dipersempit sehingga menjadi sebuah ilmu pengetahuan terapan dan membawahi berbagai jenis bidang-bidang dalam cabang sosiologi.

Cabang-cabang dari ilmu sosiologi yang dimaksud diatas ialah: sosiologi industri, sosiologi kesehatan, sosiologi budaya, sosiologi militer, sosiologi agama, sosiologi pedesaan, sosiologi perkotaan, sosiologi hukum, sosiologi pertanian, sosiologi sastra, sosiologi pendidikan, sosiologi politik, sosiologi ekonomi.

Leave a Reply

Send this to a friend