Kenali Ciri-Ciri Virus Beserta Struktur dan Peranan Virus dalam Kehidupan

Pada artikel ini, kita akan membahas tentang ciri-ciri virus beserta struktur dan peranan virus didalam kehidupan. Kata “virus” tentu tidak terasa asing bagi kita.

Bagaimana tidak? Kita pasti sering atau pernah mendengar penyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus baik melalui media massa ataupun pelajaran di sekolah. Virus adalah makhluk peralihan antara makhluk hidup dan makhluk tak hidup yang berukuran mikroskopis.

Virus dikenal sebagai parasit intraselluler obligat pada makhluk hidup karena dia tidak dapat hidup tanpa berada didalam tubuh makhluk hidup (inang) dimana ia akan menginfeksi inangnya kemudian memperbanyak dirinya. Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai virus, mari simak penjelasan dibawah ini.

Ciri-Ciri Virus

Berikut dibawah ini ciri-ciri virus yang perlu Anda ketahui:

1. Bersifat parasit

Ciri-Ciri Virus

Virus hanya dapat hidup didalam tubuh makhluk hidup lainnya sebagai parasit intraselluler obligat. Ia akan menginfeksi tubuh makhluk hidup yang didiaminya tersebut kemudian memperbanyak diri didalamnya.

2. Bersifat aseluler

Virus bersifat aseluler (bukan sel) yang berarti ia tidak memiliki organel-organel sel untuk melangsungkan metabolisme atau reproduksi sendiri seperti membran sel, ribosom, sitoplasma maupun organel lainnya. Virus juga tidak memiliki enzim metabolisme tetapi beberapa virus memiliki enzim untuk proses replikasi dan transkripsi dengan melakukan kombinasi dengan enzim sel inang seperti virus Herpes.

3. Berukuran Mikroskopis

Virus termasuk organisme yang sangat kecil (mikroskopis) dimana ukurannya hanya mencapai 20-300 milimikron (1 mikron=1000 milimikron). Virus yang paling kecil memiliki diameter berukuran 20 nm dengan jumlah gen 4.

Sedangkan, virus yang paling besar memiliki diameter berukuran 80 nm (seperti virus Ebola) dengan jumlah gen yang ratusan. Virus yang berukuran paling besar sekalipun tidak dapat diamati melalui mikroskop cahaya tetapi dengan mikroskop elektron.

mikroskop elektron

 

4. Hanya bisa menginfeksi jenis inang tertentu

Tidak semua virus dapat menginfeksi semua makhluk hidup. Setiap virus yang ada hanya dapat menginfeksi beberapa jenis inang tertentu seperti virus rabies menginfeksi mamalia, flu babi menyerang babi, burung dan manusia.

Hal ini terjadi karena jenis inang yang dapat diinfeksi oleh virus atau yang biasa disebut sebagai “kisaran inang” ditentukan berdasarkan evolusi pengenalan pada virus tersebut dengan menggunakan kesesuaian “lock and key” antara protein di bagian luar virus dengan molekul reseptor (penerima) spesifik pada permukaan sel inang.

5. Virus dengan DNA atau RNA

Ciri-Ciri Virus dan Peranannya

Terdapat virus DNA dan virus RNA, penamaan tersebut berdasarkan sasam nukleat yang menyusun genomnya seperti DNA atau RNA. Jadi, kapsid virus hanya tersusun dari satu jenis asam nukleat saja yaitu DNA saja atau RNA saja.

6. Dapat dikristalkan

Virus adalah satu-satunya makhluk yang dapat dikristalkan. Hal inilah yang menjadi penyebab kenapa virus tergolong makhluk peralihan (berada diantara makhluk hidup dan makhluk tak hidup) karena ia dapat dikristalkan bahkan sel yang paling sederhana pun tidak dapat dikristalkan. Virus masih tergolong makhluk hidup karena ia masih memiliki asam nukleat seperti DNA atau RNA.

7. Memiliki kapsid

Virus memiliki protein yang digunakan sebagai lapisan pelindung untuk melindungi bahan genetik virus yang disebut sebagai kapsid. Ada beragam bentuk kapsid berdasarkan tipe virusnya seperti bulat (sferik), polihedral, heliks, ataupun bentuk yang lebih kompleks. Kapsid memiliki rantai-rantai protein yang disebut sebagai kapsomer.

8. Tidak dapat membelah diri

Virus tidak dapat membelah dirinya tetapi memperbanyak dirinya dengan memanfaatkan sel-sel hidup sebagai inangnya.

9. Genom yang beragam

Genom yang beragam

Genom virus merupakan protein yang digunakan untuk memuat bahan genetik ataupun untuk mendaur ulang hidupnya. Genom pada virus lebih beragam daripada genom konvensional (DNA untai tunggal atau single heliks) yang terdapat pada makhluk hidup lainnya.

Bentuk genom virus bergantung pada tipe virusnya seperti DNA untai ganda, RNA untai ganda, DNA untai tunggal atau RNA untai tunggal. Reproduksi virus terjadi melalui penyusunan kembali dengan menggunakan materi-materi yang ada pada asam nukleat genom virus.

10. Tidak dapat bermetabolisme sendiri

Virus hanya terdiri dari selubung protein dan asam nukleat serta tidak memiliki membran sel, sitoplasma, dan organel lainnya seperti ribosom, mitokondria, badan golgi, dan yang lainnya.

Hal inilah yang menyebabkan virus tidak dapat melakukan metabolismenya sendiri. Karena didalam metabolisme membutuhkan enzim untuk melangsungkan proses-proses biokimia didalam tubuh.

Untuk dapat melakukan metabolisme, virus menggunakan enzim dan bahan-bahan metabolisme dari sel yang menjadi inangnya karena virus tidak dapat menghasilkan energi sendiri dan mensitesis protein enzim.

Struktur Virus

Berikut dibawah ini penjelasan mengenai struktur virus yang perlu Anda ketahui.

struktur virus

1. Kepala virus

Didalam kepala virus terdapat asam nukleat (DNA atau RNA) yang diselubungi oleh kapsid. Kapsid merupakan selubung protein yang terdiri dari satu unit protein yaitu kapsomer. Kapsid digunakan sebagai pelindung asam nukleat dari kerusakan dan berbagai kondisi lingkungan, pemberi bentuk bagi virus, penyedia protein enzim agar virus mampu menembus membran sel inang saat akan menginfeksi.

2. Leher virus

Leher merupakan penghubung antara bagian kepala dan ekor virus. Tidak semua jenis virus memiliki leher, hanya virus kompleks saja yang memiliki leher. Fungsi dari leher virus ini adalah untuk menyangga kepala virus.

3. Ekor virus

Ekor virus berbentuk seperti tabung yang dilengkapi dengan serabut-serabut ekor. Ekor virus terdiri dari 2 bagian yaitu selubung dan serabut ekor. Serabut ekor adalah serabut pada bagian ujung ekor yang berfungsi sebagai penerima rangsangan (reseptor). Sedangkan, selubung ekor digunakan untuk menginfeksi dan menghancurkan lapisan kulit sel agar bisa memasukkan RNA/DNA -nya kepada sel ini untuk bereproduksi.

Peranan Virus dalam Kehidupan

Virus ada yang menguntungkan dan ada pula yang merugikan didalam kehidupan. Berikut dibawah ini peranan virus didalam kehidupan baik yang menguntungkan maupun merugikan makhluk hidup.

A. Virus yang menguntungkan

Kita tentu sering mendengar bagaimana virus dapat merugikan makhluk hidup tetapi kita jarang mendengar bagaimana virus dapat menguntungkan makhluk hidup. Nah, pada bagian ini, kita akan belajar memahami bagaimana virus mampu bermanfaat didalam kehidupan. Berikut penjelasannya dibawah ini.

1. Sebagai Vaksin

Peranan Virus dalam Kehidupan

Vaksin merupakan bahan antigenik yang dibuat dari patogen (bakteri, virus atau toksin) yang telah dilemahkan yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan terhadap suatu penyakit. Patogen adalah mikroorganisme yang dapat menyebabkan penyakit pada inangnya seperti bakteri, virus atau toksin.

Patogen yang sudah dilemahkan tentu tidak berbahaya bagi manusia atau makhluk hidup lainnya. Dengan memberikan vaksin kedalam tubuh manusia maka didalam tubuh tersebut akan dihasilkan antibodi terhadap patogen yang akan menyerang tubuh. Artinya, vaksin menjadi pelindung dari serangan patogen tersebut. Berikut dibawah ini beberapa contoh vaksin.

  • OPV (Oral Polio Vaccine) – vaksi untuk sakit polio
  • MMR (Measles, Mumps, Rubella) – vaksin untuk penyakit cacar air, gondongan, campak jerman
  • HBV (Hepatitis B Vaccine) – vaksin untuk sakit kuning
  • HZV (Varicella Zoster Vaccine) – vaksin untuk penyakit cacar air

2. Pelemahan Bakteri

DNA dari virus lisogenik dapat memasuki dan merusak DNA bakteri patogen (bakteri parasit yang menimbulkan penyakit pada makhluk hidup). Hal ini tentu sangat menguntungkan karena virus tersebut dapat dimanfaatkan untuk melemahkan bakteri yang masuk kedalam tubuh dan membuatnya menjadi tidak berbahaya.

3. Mendukung Ilmu Kedokteran

membunuh kanker dengan virus

Virus dapat digunakan dalam pembuatan peta kromoson didalam dunia kedokteran sehingga mampu membantu para ahli kedokteran dalam menganalisa dan membuat terobosan baru didalam bidang kedokteran.

4. Sebagai Anti-toksin (Penawar Racun)

anti toksin

Penggabungan DNA virus dengan DNA lainnya seperti DNA manusia yang bisa mengendalikan produksi anti-toksin, tentu akan sangat menguntungkan. Mengapa? Karena ketika virus yang DNA-nya sudah digabung dengan DNA manusia, disambungkan dengan DNA bakteri akan menghasilkan bakteri yang mengandung anti-toksin manusia. Bakteri tersebut nantinya akan membelah diri dan menghasilkan bakteri lainnya yang memiliki anti-toksin didalam tubuhnya.

B. Virus yang merugikan

Virus termasuk mikroorganisme yang dapat menyebabkan penyakit pada inangnya seperti manusia, hewan dan tumbuhan (patogen). Adapun jenis-jenis penyakit yang disebabkan oleh virus antara lain.

Virus yang Merugikan Manusia

1. Influenza

Virus yang merugikan

Influenza lebih dikenal dengan sebutan “flu” merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza (virus RNA dari familia Orthomyxoviridae) yang menyerang unggas dan mamalia seperti manusia. Biasanya, gejalan yang dialami penderita adalah demam, menggigil, nyeri otot, batuk, pilek, sakit kepala, dan kelelahan.

2. Hepatitis

hepatitis

Hepatitis yang biasa dikenal sebagai sakit kuning merupakan peradangan pada hati karena toxin seperti bahan kimia/obat atau patogen. Biasanya, hepatitis disebabkan oleh virus seperti virus hepatitis A (penyebab hepatitis A), virus hepatitis B (penyebab hepatitis B), virus hepatitis C (penyebab hepatitis C), virus hepatitis D (penyebab hepatitis D), dan virus hepatitis E (penyebab hepatitis E).

Penyakit ini menyebabkan bola mata dan kulit penderitanya berwarna kuning. Hal ini disebakan karena virus membuat organ hati membengkak sehingga cairan empedu mengalir dan beredar ke seluruh bagian tubuh.

3. Rabies

rabies

Rabies merupakan virus mematikan yang berasal dari air liur atau gigitan hewan yang terinfeksi yang menyerang bagian-bagian otak dan sistem saraf.  Hewan yang dapat diinfeksi oleh virus ini adalah hewan-hewan berdarah panas seperti anjing, kelelawar, kucing, kera, dan yang lainnya. Adapun gejala dari virus ini adalah demam, sakit kepala, kelebihan air liur, kejang otot, kelumpuhan, dan kebingungan mental.

4. Ebola

ebola

Virus ebola dapat menyebabkan pendarahan parah, kegagalan organ, bahkan kematian. Virus ini ditemukan di daratan Afrika tepatnya di daerah Zaire (sungai Ebola). Penyebaran terjadi melalui kontak kulit dan cairan tubuh si penderita. Gejala awal yang ditumbulkan dari virus ini adalah demam, sakit kepala, nyeri otot, dan menggigil. Bahkan, pada tahap selanjutnya, penderita dapat mengalami perdarahan internal yang mengakibatkan muntah atau batuk darah.

Selain keempat jenis penyakit diatas, virus juga menyebabkan penyakit campak, polio, mata belek, gondongan, demam berdarah, herpes simplex, AIDS, flu burung, flu babi, SARS, dan cacar air.

Virus yang Merugikan Hewan

1. Penyakit Kuku dan Mulut (Foot and Mouth Disease) 

foot and mouth disease

Virus kuku dan mulut menyerang kerbau, sapi, ataupun hewan ternak lainnya sehingga mengakibatkan mereka tidak mampu berjalan atau makan (lumpuh).

2. Penyakit Tetelo

tetelo

Penyakit Tetelo (Sampar Ayam) biasanya menyerang ayam dan menyebabkan diare akut pada ayam sehingga ayam akan lemas, batuk, mencret, kehilangan keseimbangan dan mati. Penyakit ini disebakan oleh virus New Castle Disease.

3. Rabies

Penyakit ini disebabkan oleh virus rabies (rhabdovirus) yang menyerang hewan-hewan berdarah panas seperti anjing, kucing, kelelawar, kera, dan yang lainnya.

4. Tumor/Kanker pada Unggas

RSV

Rous Sarcoma Virus (RSV) dapat menyebabkan tumor atau kanker pada ayam dan unggas lainnya.

Virus yang Merugikan Tumbuhan

1. Virus Mozaik 

virus mozaik

Virus Mozaik menyerang tanaman-tanaman seperti tembakau, tomat dan labu sehingga menyebabkan bercak-bercak pada buah atau daunnya. Contoh dari jenis virus ini yaitu:

  • Cucumber Mosaic Virus, penyebab kerusakan pada buah mentimun.
  • Tobacco Mosaic Virus (TMV), penyebab bercak kuning pada daun tembakau.
  • Wheat Mosaic Virus, penyebab kerusakan pada gandum.
  • Bean Mosaic Virus, penyebab kerusakan pada buncis.
  • Sugarcane Mosaic Virus, penyebab kerusakan pada tebu.
  • Turnip Yellow Mosaic Virus, penyebab kerusakan pada daun kapas sehingga daunnya menggulung.

2. Citrus Vetn Phloem Degeneration

CVPD

Citrus Vetn Phloem Degeneration merupakan penyebab matinya tanaman jeruk dimana patogennya ditularkan melalui vektor serangga sejenis kutu loncat.

Baiklah, semoga pembahasan mengenai ciri-ciri virus, struktur dan peranan virus didalam kehidupan seperti yang telah dijelaskan diatas bermanfaat. Terima kasih!

Leave a Reply

Send this to a friend