Pengertian Strategi Pemasaran, Tujuan, Konsep, Jenis-Jenis, Beserta Contoh Strategi Pemasaran

Pengertian Strategi Pemasaran

Pemasaran merupakan hal penting yang harus dilakukan oleh perusahaan. Mengapa? Karena bagaimana mungkin produk dari perusahaan tersebut akan dibeli oleh masyarakat (konsumen) jika masyarakat belum mengetahui produk tersebut, apa kegunaannya, dan bagaimana cara menggunakannya. Perusahaan tentu memiliki nilai jual tersendiri untuk produk yang akan dijualnya. Nah, agar informasi produk tersebut sampai di tangan konsumen, diperlukan pula strategi untuk memasarkan produk-produk tersebut.

Apa yang dimaksud dengan strategi pemasaran? Strategi pemasaran adalah suatu usaha untuk memasarkan produk, baik itu berupa barang maupun jasa dengan menggunakan teknik tertentu untuk meningkatkan jumlah penjualan.

Dengan kata lain, strategi pemasaran ini bertujuan untuk menambah jumlah pembeli. Strategi pemasaran juga dapat diartikan sebagai suatu pola dasar, dimana terdapat rencana dalam menjalankan pemasaran, mengarahkan sumber daya, serta adanya interaksi dengan pesaing, pasar, konsumen dan lain-lain. Oleh karena itu, diperlukan pertimbangan yang matang dalam strategi pemasaran agar tercipta pasar yang efektif dan efisien.

Pengertian Strategi Pemasaran Menurut Para Ahli

Pengertian Strategi Pemasaran adalah

1. Kurtz

Menurut Kurtz, strategi pemasaran adalah seluruh program perusahaan dalam memilih target pasar dan membuat konsumen puas dengan membangun kombinasi poin dari marketing mix, yaitu: produk, distribusi, promosi, dan harga.

2. Philip Kotler

Menurut Philip Kotler, pengertian strategi pemasaran adalah suatu mindset pemasaran yang akan digunakan untuk mencapai tujuan pemasaran, dimana di dalamnya terdapat strategi rinci mengenai pasar sasaran, penetapan posisi, bauran pemasaran, dan budget untuk pemasaran.

3. Tjiptono

Menurut Tjiptono, pengertian strategi pemasaran adalah alat fundamental yang dirancang untuk mencapai tujuan perusahaan dengan mengembangkan keunggulan daya saing yang berkesinambungan melewati pasar yang dimasuki, dan progam pemasaran yang digunakan untuk melayani pasar target tersebut.

4. Stanton

Menurut Stanton, strategi pemasaran adalah sesuatu yang mencakup seluruh sistem yang mempunyai hubungan dengan tujuan untuk merancang dan menentukan harga hingga mempromosikan dan mendistribusikan produk yang dapat memuaskan konsumen.

Tujuan Strategi Pemasaran

Berikut ini adalah tujuan strategi pemasaran secara umum.

  • Meningkatkan mutu koordinasi pada tim pemasaran.
  • Menakar hasil pemasaran berlandaskan pada standard prestasi yang berlaku.
  • Memberikan dasar yang logis dalam mengambil setiap keputusan.
  • Memajukan kemampuan dalam beradaptasi bilamana terjadi perubahan dalam pemasaran.

Konsep Strategi Pemasaran

Tujuan dan Konsep Strategi Pemasaran

1. Segmentasi Pasar

Setiap konsumen tentu mempunyai kebutuhan dan kebiasaan yang berlainan. Perusahaan juga tidak mampu memenuhi setiap kebutuhan pembeli. Oleh karenanya, harus ada pengklasifikasian pasar dari perusahaan yang sifatnya heterogen ke dalam satuan pasar yang bersifat homogen.

2. Market Positioning

Suatu perusahaan tidak mungkin mampu menguasai seluruh pasar. Hal inilah yang menjadi penyebab perusahaan harus memiliki pola yang spesifik untuk memperoleh kedudukan yang kuat di dalam pasar, yaitu memilih segmen pasar yang dapat menghasilkan keuntungan paling besar dibandingkan perusahaan lain.

3. Market Entry Strategy

Market Entry Strategy adalah salah satu strategi perusahaan untuk dapat menembus segmen pasar yang dijadikan sebagai pasar sasaran penjualan.

Berikut ini adalah cara yang dapat dilakukan untuk bisa masuk pada segmen pasar tertentu:

  • Membeli perusahaan lain
  • Internal Development (Pengembangan internal) atau perusahaan yang berkembang melalui usahanya sendiri.
  • Bekerja sama dengan perusahaan lain

4. Marketing Mix Strategy

Marketing mix strategy ialah gabungan dari beberapa variabel yang telah digunakan perusahaan untuk mempengaruhi tanggapan konsumen. Adapun variabel-variabel yang memengaruhi pembelian tersebut adalah: 7P (Price, Place, Product, Participant, Promotion, Process, and People Physical Evidence).

5. Timing Strategy

Dalam melakukan pemasaran suatu barang yang perlu untuk diperhatikan adalah pemilihan waktu yang tepat. Sebelum melakukan kegiatan pemasaran, perusahaan harus melakukan persiapan yang matang di bidang produksi, dan juga menentukan waktu yang tepat untuk mendistribusikan barang tersebut ke pasar.

Jenis-Jenis Strategi Pemasaran

Pengertian Strategi Pemasaran dan Jenis-Jenis Strategi Pemasaran

Untuk lebih memudahkan Anda dalam menjual produk, Anda perlu mengetahui jenis-jenis strategi pemasaran berikut ini.

1. Direct Selling

Direct selling atau penjualan produk secara langsung, maksudnya dari strategi pemasaran ini adalah penjual akan menjual produknya secara langsung kepada konsumen. Biasanya penjualan tidak dilakukan di toko retail. Bagaimana caraya? Nah, Anda dapat melakukannya dengan menemui konsumen secara langsung atau sistem door-to-door.

Sebagai pemasar, Anda bisa mendatangi rumah-rumah konsumen yang sebelumnya sudah ditargetkan untuk melakukan penawaran barang dengan mengandalkan kemampuan persuasif Anda dan juga pengetahuan tentang produk tersebut.

Keuntungan dari strategi ini yaitu tidak memerlukan modal yang besar, sehingga cocok untuk memulai bisnis ataupun bisnis yang tidak memiliki modal besar. Namun, kerugiannya adalah pemasar akan cepat lelah karena terus berjalan mencari target konsumen. Selain itu, ada beberapa masyarakat yang tidak merasa nyaman dengan cara ini karena cukup mengganggu dan seperti ada rasa keterpaksaan untuk membeli.

2. Earned Media

Earned media adalah pemasaran yang dilakukan secara tidak langsung. Jenis strategi ini dilakukan dengan membentuk relasi dan juga rasa percaya kepada masyarakat luas. Hal ini tentunya didapat dengan kerja keras.

Beberapa cara yang dapat dilakukan dalam strategi pemasaran earned media ialah membangun image yang baik di media sosial, website, ataupun hal yang bersifat online lainnya. Selain itu, Anda bisa juga membagikan berbagai testimoni online yang dapat memperkuat produk yang sedang dipasarkan.

3. Internet Marketing

Internet marketing atau pemasaran yang dilakukan melalui internet. Internet menjadi hal yang tidak asing lagi di kalangan masyarakat dan tentunya cara ini banyak digemari oleh pebisnis. Bagaimana tidak? Dengan internet, Anda tidak memiliki keterikatan waktu dan tempat karena bisa melakukannya dimana dan kapan saja.

Teknik promosi secara online ini bisa dilakukan dengan beberapa cara, salah satunya adalah media sosial. Media sosial memiliki banyak pilihan seperti Instagram, Facebook, ataupun Website dijadikan media untuk memasarkan produk.

Seperti instagram, banyaknya online shop yang sudah memiliki brand dan followers yang banyak hanya karena gambarnya yang menarik sehingga memiliki hak cipta sendiri.  Jagalah aset tersebut dengan tidak membuat konten secara asal-asalan, agar konsumen percaya pada produk Anda. Hal inilah yang menarik konsumen untuk membeli prodk Anda.

Pemasaran online ini juga dapat Anda lakukan secara hard selling atau soft selling. Promosi hard selling dilakukan to the point terhadap produk yang akan Anda pasarkan. Sedangkan soft selling biasanya berisi dengan konten bermanfaat yang berhubungan dengan produk tersebut.

4. Point Purchase

Point of Purchase (POP) adalah strategi pemasaran dengan cara memuat material pasar atau iklan yang berada dekat dengan promosi produk. Jenis strategi ini sangat cocok diaplikasikan pada toko retail yang menjual macam-macam produk. Menurut penelitian, jumlah orang yang datang ke toko retail sekitar 64% dan masih belum memutuskan produk yang akan dibelinya.

Nah, kondisi inilah yang memberi Anda kesempatan dalam mengarahkan mereka untuk membeli produk tersebut. Tunjukkan semua product knowledge dan kemampuan komunikasi sehingga konsumen tertarik untuk membeli dan susah untuk menolak.

Strategi pemasaran produk point of purchase ini dapat juga dilakukan dengan membuat display dengan desain yang menarik dan meletakkanya pada tempat yang strategis dan mudah dijangkau setiap orang.

Contoh Strategi Pemasaran

Contoh Strategi Pemasaran

Berikut ini contoh-contoh strategi pemasaran yang dapat kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari:

1. Kerja sama dengan Influencer (Endorsement)

Melalui media sosial yang memiliki banyak followers tentu akan memengaruhi tingkat penjualan Anda. Seperti yang kita lihat di instagram, banyaknya selebgram yang mendapatkan endorsement dengan bentuk komunikasi yang persuasif tentang produk tersebut. Seketika Anda bisa terhipnotis dengan produk yang sedang di-review oleh selebgram, vlogger ataupun blogger.

2. Partnership 

Keuntungan dari partnership adalah bisa berkolaborasi dengan perusahaan lain. Strategi pemasaran ini bernilai simbiosis mutualisme bagi dua perusahaan dan bernilai murah serta berpeluang untuk lebih sukses.

3. Metode Buy 1 Get 1

Strategi pemasaran dengan metode ini tentu diminati di kalangan masyarakat. Cara ini bisa digunakan untuk mengenalkan produk baru ataupun menghabiskan stock lama. Sebagai contoh: Anda membeli tisu basah satu dengan promo buy 1 get 1, Anda sudah mendapatkan dua tisu basah.

4. Free Sample

Perusahaan yang sedang merilis produk terbaru mereka tentu ingin mengetahui seperti apa respon masyarakat. Dengan begitu perusahaan tersebut bisa menggunakan contoh gratis dari produk tersebut agar masyarakat (konsumen) bisa mengenal sekalipun memberikan feedback untuk produk tersebut. Misalnya, pegawai adem sari sedang menawarkan produk adem sari terbaru mereka kepada konsumen untuk melihat reaksi mereka terhadap produk tersebut.

4. Memberikan bonus

Nah, memberikan bonus tentu dapat menyenangkan konsumen Anda terlebih lagi konsumen lama yang tetap setia membeli produk Anda. Cara ini tentu dapat memanjakan konsumen, karena bisa jadi mereka bisa mempromosikan produk tersebut karena dianggap memuaskan.

Demikian artikel mengenai pengertian strategi pemasaran, tujuan, jenis-jenis, beserta contoh strategi pemasaran. Terima kasih dan semoga bermanfaat! 🙂

Leave a Reply

Send this to a friend