50+ Contoh Majas Metafora Bahasa Indonesia, Yuk Disimak!

Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah majas metafora. Tapi, apakah Anda benar-benar memahami apa itu majas metafora dan bagaimana implementasinya didalam kalimat? Nah, pada artikel ini kita akan membahas mengenai majas metafora beserta contohnya.

Majas metafora merupakan suatu gaya bahasa yang menggunakan kata atau frasa bukan makna sebenarnya melainkan berupa gambaran yang didasari oleh persamaan atau perbandingan sifat yang sama atau hampir sama dengan objek lainnya.

Dalam memahami majas metafora, sebaiknya kita mempelajari contoh penerapannya didalam kalimat. Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai contoh majas metafora, mari simak penjelasan dibawah ini.

50+ Contoh Majas Metafora

Berikut dibawah ini beberapa contoh majas metafora:

1. Ardina adalah kembang desa di kampungnya, dia terkenal dengan parasnya yang menawan dan tutur katanya yang santun nan lembut. (Kembang desa berarti gadis yang sangat cantik)

2. Dia terkenal dengan julukan buaya darat yang tidak tahu malu di kampusnya. (Buaya darat berarti pria yang tidak setia)

3. Dia dijadikan kambing hitam oleh bosnya untuk menutup kasus korupsi yang terjadi di perusahaan. (Kambing hitam berarti seseorang yang disalahkan atas suatu kejadian meskipun dia tidak bersalah)

4. Aku dikenal sebagai kutu buku karena sering menghabiskan waktu luang di perpustakaan. (Kutu buku artinya seseorang yang gemar membaca buku)

5. Joko sering terkesan cuci tangan ketika terkena masalah. (Cuci tangan artinya enggan terlibat dalam suatu masalah meskipun terlibat didalamnya atau mengetahuinya)

6. Hukuman untuk para tikus berdasi haruslah lebih tegas dan kuat agar mereka jera dan merasakan akibat perbuatannya. (Tikus berdasi berarti koruptor)

koruptor

7. Didalam perusahaan ini, Andri lah yang menjadi tangan kanan dari pak direktur. (Tangan kanan berarti orang kepercayaan)

8. Wanita di rumah itu menjadi buah bibir orang sekitar karena sering terlihat pulang sambil mabuk. (Buah bibir artinya menjadi bahan pembicaraan)

buah bibir

9. Meskipun dia kaya tetapi kepada orang yang lemah dia tebal hati. (Tebal hati berarti tidak memiliki belas kasihan, bengis, sampai hati)

10. Wani selalu membawa buah tangan ketika pulang ke kampung halamannya. (Buah tangan berarti oleh-oleh)

oleh oleh

11. Keluarga Andi sangat senang akan kehadiran buah hatinya yang sudah ditunggunya selama 5 tahun. (Buah hati berarti anak, kekasih, pacar, suami atau istri, saudara, dan sebagainya)

12. Sangat disayangkan, pernikahan mereka yang baru berumur 2 tahun harus bermuara dengan perceraian. (Bermuara berarti berakhir)

13. Generasi muda yang hanya menghabiskan masa mudahnya dengan mengonsumsi narkoba hanyalah sampah masyarakat. (Sampah masyarakat berarti orang-orang yang dianggap tidak berguna bagi masyarakat).

narkoba

14. Perasaan bersalah terus membayangi malam-malam wanita itu. (Membayangi berarti mengikuti dalam bayang-bayang)

15. Ayu terlihat sangat elegan dan rupawan, tidaklah heran jika dia berdarah biru. (Darah biru artinya keturunan bangsawan atau kerajaan)

16.  Melihat kejadian itu, Wawan langsung naik pitam. (Naik pitam berarti marah)

marah

17. Kasus pencurian yang dilakukannya, membawanya ke meja hijau. (Meja hijau berarti pengadilan)

18. Setiap orang harus memiliki sifat rendah hati agar kehidupannya berkah. (Rendah hati berarti tidak sombong)

19. Jangan pupuk perasaan rendah diri didalam dirimu karena hanya akan membuatmu terpuruk. (Rendah diri berarti merasa rendah dibanding orang lain dalam satu atau lain hal)

20. Semenjak kedua orang tuanya telah tiada, neneklah yang menjadi tulang punggung kami. (Tulang punggung berarti seseorang yang bertanggung jawab penuh untuk menghidupi keluarganya)

21. Rian menjadi besar kepala hanya karena dia mendapatkan nilai lebih baik dari saingannya. (Besar kepala berarti sombong)

sombong

22. Selesaikan masalahmu dengan kepala dingin. (Kepala dingin berarti sabar dan tenang)

23. Orang tua kita sudah banyak memakan asam garam kehidupan daripada kita. (Memakan asam garam berarti lika liku kehidupan)

24. Sulit menasehatinya karena dia sangatlah keras kepala. (Keras kepala berarti seseorang yang enggan menerima nasihat atau intervensi)

25. Pasangan suami istri itu sering beradu mulut. (Adu mulut berarti bertengkar)

26. Aku telah menyuruhnya untuk angkat kaki dari rumah ini. (Angkat kaki berarti pergi)

27. Hindun adalah anak semata wayang di keluarganya. (Anak semata wayang berarti anak satu-satunya)

28. Ayahnya sudah banting tulang untuk menafkahi keluarganya. (Banting tulang berarti bekerja keras)

29. Pamanku angkat tangan dari masalah pembagian harta warisan keluarga ini. (Angkat tangan berarti menyerah)

30. Berat hati ibunya untuk meninggalkan bayinya untuk diadopsi. (Berat hati berarti tidak tega)

31. Lelaki itu menyapanya karena itulah hatinya berbunga-bunga. (Berbunga-bunga berarti senang)

32. Tante Ira adalah biang keladi dari kasus pencurian emas di toko itu. (Biang keladi berarti penyebab masalah)

33. Aku berharap mendapatkan bunga tidur yang indah malam ini. (Bunga tidur berarti mimpi)

34. Uruslah masalahmu sendiri, jangan terima campur tangan orang lain! (Campur tangan berarti ikut dalam urusan orang lain)

35. Usahanya rugi, Wandi hanya bisa gigit jari. (Gigi jari berarti kecewa)

36. Yanto adalah kaki tangan dari preman setempat. (Kaki tangan berarti anak buah)

37. Aku jatuh hati padanya sejak aku mengenal dirinya lebih jauh. (Jatuh hati berarti perasaan suka terhadap orang lain)

38. Ratih sangat berjiwa besar dalam menghadapi perseteruan ini. (Jiwa besar berarti sabar menghadapi keadaan)

39. Jangan berkecil hati! (Kecil hati berarti hilang keberanian/kepercayaan diri)

40. Dia seperti kutu loncat, dia selalu berada di pihak yang menguntungkannya. (Kutu loncat berarti orang yang suka berpindah- pindah dari golongan satu ke yang lainnya)

41. Karena ketakutan, Fasli langsung mengambil langkah seribu. (Langkah seribu berarti lari dengan cepat karena takut)

42. Dia tidak bisa dipercayai karena dia bermuka dua. (Muka dua berarti berbohong)

43. Karena kejujurannya, Yasmin sekarang sedang naik daun. (Naik daun berarti karir sedang menanjak/tenar)

44. Sebagai wanita, hindarilah bermuka masam. (Muka masam berarti cemberut)

45. Diantara saudaranya yang lain, Yudi lah anak emas orang tuanya. (Anak emas berarti anak kesayangan)

46. Dengan badannya yang kekar, paman itu mencoba untuk unjuk gigi. (Unjuk gigi berarti pamer kekuatan/kebolehan)

47. Ikutilah suara hatimu! (Suara hati berarti kata hati)

48. Si jago merah melahap semua benda yang dilewatinya. (Si jago merah berarti api kebakaran)

kebakaran

49. Pernikahan ini dilakukannya dengan setengah hati. (Setengah hati berarti tidak bersungguh-sungguh, tidak sangat berniat)

50. Cerita tentang dirinya sudah menjadi rahasia umum. (Rahasia umum berarti rahasia yang sudah diketahui banyak orang)

Baiklah, semoga pembahasan mengenai contoh majas metafora seperti yang telah dijelaskan diatas bermanfaat. Terima kasih!

Leave a Reply

Send this to a friend