Deteksi Anemia Kini Bisa Dilakukan Menggunakan Kamera Smartphone

Deteksi Anemia Kini Bisa Dilakukan Menggunakan Kamera Smartphone

NESABAMEDIA.COMAnemia merupakan masalah kesehatan masyarakat global yang membawa risiko signifikan terhadap tingkat kematian dan penyakit, terutama di antara orang dewasa yang lebih tua, anak-anak dan individu dengan kondisi kronis.

Diagnosis umumnya melibatkan tes darah lengkap. Ini membutuhkan peralatan laboratorium khusus dan personil yang terlatih, termasuk ahli flebotomi dan teknisi. Mungkin karena alasan ini, anemia secara tidak proporsional mempengaruhi individu yang tinggal di lingkungan pedesaan, di mana akses ke perawatan kesehatan sangat terbatas.

Untuk menjawab kebutuhan akan pengujian di tempat perawatan yang terjangkau, dapat diakses dan non-invasif, para peneliti telah mengembangkan sebuah algoritma baru untuk mendeteksi anemia menggunakan teknologi sehari-hari, yakni kamera di smartphone. 

Algoritma, yang dievaluasi dalam penelitian yang diterbitkan di PLoS One, menghasilkan tingkat akurasi 72,6 persen untuk mendeteksi anemia menggunakan foto kelopak mata bawah pasien dengan memanfaatkan kamera smartphone. 

“Kami hanya mencoba untuk merekapitulasi apa yang sudah dilakukan dokter. Dokter melihat konjungtiva dan mereka menilai seseorang itu pucat, yang kemudian hal tersebut berhubungan dengan masalah anemia. Kami pun mencoba menilai proses itu dengan menggunakan kamera digital, ketika teknologi itu baru tersedia. Kami telah bekerja di bidang ini selama beberapa waktu, dan kini hal tersebut juga bisa dilakukan pada kamera smartphone,” kata peneliti Gregory D. Jay.

Para peneliti memilih konjungtiva palpebra dalam mengembangkan algoritma mereka karena mudah diakses dengan kamera smartphone, tidak menghadirkan warna yang membingungkan antara pembuluh darah dan permukaan konjungtiva, memiliki jarak yang sangat pendek antara permukaan dan pembuluh darah, dan aliran darah ke area ini, serta tidak terpengaruh secara signifikan oleh suhu atau faktor lingkungan lainnya. 

“Upaya jangka panjangnya adalah menjadikannya sebuah aplikasi mandiri yang bisa digunakan di smartphone. Kami mengembangkan algoritma yang akan mengambil gambar dari kamera smartphone dan bekerja dengan warna konjungtiva yang berhasil ditangkap. Kami kemudian bisa melihat warna dan membandingkannya dengan tabel pencarian, sehingga kami bisa mengkorelasikan data spektral tersebut dengan hemoglobin yang diketahui sebenarnya,” tambahnya.

Selanjutnya dengan memanfaatkan potensi dari kamera dan aplikasi smartphone, bisa memfasilitasi deteksi jarak jauh anemia, sehingga membuat proses diagnosa jadi lebih mudah untuk individu yang tinggal di pelosok. Idealnya, ini adalah bagian dari telemedicine. 

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Send this to a friend