Pengertian Digital Signal Processor

Apa itu DSP? Mengenal Pengertian Digital Signal Processor (DSP)

Pengertian Digital Signal Processor

Digital Signal Processor atau yang disingkat DSP merupakan sebuah rangkain yang terintegrasi layaknya mikroprosesor. Akan tetapi, arsitekturnya mempunyai spesifikasi untuk bisa menjalankan pemrosesan data dekrit berkecepatan tinggi misalnya fast fourier transform dan proses filtring.

Kelebihan inilah yang menjadikan Digital Signal Processor lebih baik jika dibandingkan dengan mikroprosesor maupun mikrokontroler di dalam memproses sinyal.

Di dalam memproses data, Digital Signal Processor awalnya akan bekerja dengan cara mengubah sinyal analog menjadi sinyal elektronik oleh sebuah tranduser (microphone).

Setelah itu, Digital Signal Processor akan melakukan proses pengambilan sinyal masukan berupaa sinyal kontinyu. Nantinya sinyal kontinyu akan diubah menjadi sinyal diskrit. Proses tersebut dijalankan oleh sebuah Analog to Digital Converter atau ADC.

ADC tersebut di dalamnya terdiri dari Hold atau bagian Sample serta bagian quantiser. Tugas dari unit hold adalah melakukan proses pengambilan orde ke-o yang menandakan sebuah nilai masukan selama waktu T yang dianggap mempunyai nilai sama. Pengambilan yang dilakukan pada satuan waktu tertentu dinamakan sampling time.

Cara Kerja Digital Signal Processor

Bagiamana dengan cara kerja Digital Signal Processor? DSP bekerja dengan mengubah sinyal analog menjadi sinyal diskrit oleh sebuah komponen bernama ADC atau Analog to Digital Converter sebelum nantinya akan diolah oleh Digital Signal Processor itu sendiri. Setelah itu, hasil output dari Digital Signal Processor akan diubah lagi ke bentuk analog oleh DAC atau Digital to Analog Converter.

Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan Digital Signal Processor

1. Kelebihan DSP

  • Sebuah sistem digital yang sudah terporgram akan mempunyai fleksibilitas di dalam merancang ulang pekerjaan pengolah sinyal digital. Caranya yaitu cukup melakukan pengubahan data terhadap program yang bersangkutan. Sementara proses perancangan ulang terhadap sinyal analog akan melibatkan hardware, uji coba, serta verifikasi agar bisa bekerja sesuai yang diinginkan
  • Akurasi atau ketelitian juga memiliki peran penting di dalam menentukan seperti apa bentuk pengolah sinyal. Faktor toleransi yang ada di komponen rangkaian analog akan membuat perancang kesulitan di dalam merancang maupun mengendalikan akurasinya. Namun sistem digital membuat akurasi menjadi lebih baik.

2. Kekurangan DSP

  • Semakin bertambahnya sistem pengolahan digital terhadap sinyal analog dikarenakan harus membutuhkan alat baik sebelum maupun sesudah pengolahan misalnya konverter A/D maupun D/A, penapis, maupun rangkaian digital yang lainnya
  • Dikarenakan sistem digital disusun menggunakan sebuah alat aktif yang membutuhkan tenaga listrik. Sementara algoritma di dalam pengolahan analog diterapkan dengan rangkaian yang bersifat pasif. Dalam konteks ini, alat aktif masih kurang dipercaya dibandingkan alat pasif karena bisa berpengaruh terhadap sinyal yang lainnya

Demikian informasi berkaitan dengan pengertian Digital Signal Processor, cara kerja, serta kelebihan dan juga kekurangannya. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Send this to a friend