• Our Partners:

Elon Musk Pecat lebih dari 2000 Karyawan Twitter

Elon Musk Pecat lebih dari 2000 Karyawan Twitter

Setelah menjadikan dirinya sebagai pemilik resmi platform media sosial Twitter, Elon Musk akhirnya memecat beberapa eksekutif di Twitter dan banyak karyawan yang ada di dalamnya, dari 7.500 karyawan telah ada setengahnya yang dipecat, Sabtu (05/11).

Elon tercatat mulai memberhentikan karyawan Twitter dengan cepat, bahkan tidak tanggung-tanggung pemecatan ini dilakukan secara massal dan menyeluruh. Beberapa bagian divisi juga ikut imbas akan pemecatan massal ini.

Divisi seperti Communications, Tweet Curation, Social Good, Machine Learning, Research, Data Science, Ethical AI, Safety, Policy, bahkan beberapa tim di Engineering juga mendapatkan pemecatan ini. Arnaud Weber selaku VP of Consumer Product Engineering dan Tony Haile selaku Senior Director of Product juga mendapatkan PHK.

Setelah melakukan pemecatan massal ini, Elon hanya mempertahankan beberapa divisi saja yang memegang kendali penting akan fitur yang ada di Twitter. Namun bukan berarti Elon tidak akan mengalami sejumlah kesulitan, diperkirakan Twitter akan mengalami masalah seperti infrastruktur yang kacau dalam beberapa[a hari ke depan.

Menurut laporan email dari karyawan yang diberhentikan oleh Elon, mereka tetap akan mendapatkan sejumlah gaji yang masih memiliki hak, juga akan diberikan tunjangan sesuai dengan kesepakatan perusahaan dan hukum yang berlaku di Amerika Serikat.

Semua karyawan khususnya yang kewarganegaraan Amerika Serikat akan mendapatkan gaji dalam pekerjaan sebulan terakhir, juga telah sesuai dengan potongan pajak mereka.

Mengenai hal ini, ada banyak mantan karyawan Twitter yang memberikan cuitan mereka terkait PHK yang dilakukan oleh Elon. Arnaud Weber menuliskan pengalaman yang mengesankan selama dia bekerja di Twitter, menurutnya Twitter masih memiliki banyak keunggulan dan eksplorasi yang perlu digali kembali.

Lantas bagaimana dengan karyawan Twitter di beberapa negara diluar Amerika Serikat? Kemungkinan besar juga akan mendapatkan pemberhentian ini. Menurut FAQ yang dibagikan oleh karyawan menyatakan bahwa Twitter akan memberhentikan hingga 50% dari total karyawan mereka di seluruh dunia.

Sementara itu, sesuai dengan perjanjian merger yang Elon setuju, bahwa mereka yang diberhentikan akan mendapatkan upah dan jaminan kesehatan atas kontribusi karyawan kepada perusahaan selama ini. Juga akan menerima imbalan dalam tiga bulan ke depan.

Editor: Hudalil Mustakim

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Send this to a friend