Google Kembali Seriusi Pengembangan Perangkat AR

Google Kembali Seriusi Pengembangan Perangkat AR

NESABAMEDIA.COMGoogle adalah perusahaan yang menjadikan kacamata AR sebagai topik panas ketika mereka meluncurkan Google Glass di tahun 2013 lalu. Namun sayangnya Google terpaksa mengubah strategi mereka untuk lebih fokus pada masalah privasi kala itu, yang membuat pengembangan kacamata AR itu terpaksa dihentikan. 

Melihat banyaknya perusahaan lain yang mulai meluncurkan produksi yang sejenis dengan Google Glass belakangan, seperti Snapchat dengan Spectacles-nya, Microsoft HoloLens, sepertinya Google berpikir bahwa sekarang adalah waktu yang tepat untuk kembali mengembangkan Google Glass. 

Google dikabarkan sedang membangun tim baru untuk mengembangkan sistem operasi AR untuk perangkat AR yang inovatif. Tim itu nantinya akan dikepalai oleh mantan pegawai di Oculus Meta, Mark Lucovsky. Selama empat tahun terakhir Lucovsky memang memfokuskan dirinya dalam pengembangan teknologi VR dan AR di Oculus. 

Selain merekrut Mark Lucovsky dari Meta, Google juga sedang mencoba mengisi posisi lain terkait pengembangan teknologi AR dengan merekrut pekerja kompeten. Hal ini terlihat dari daftar lowongan pekerjaan yang ditawarkan Google yang secara tersirat menyebutkan bahwa “Tim kami sedang membangun sebuah komponen software yang akan mengontrol dan mengelola perangkat di produk AR kami”. 

Detail lowongan itu kemudian juga menambahkan soal “ karena Google sedang mencoba menambahkan produk AR ke portofolionya, tim ini akan bekerja dengan software perintis untuk hardware baru. Sebagai bagian dari tim ini, anda akan bertanggung jawab atas pengembangan dan inovasi software kamera untuk perangkat AR yang inovatif.”

Ambisi Google terlihat jelas dari iklan lowongan pekerjaan itu, di mana mereka mencoba untuk membangun tim guna membuat sebuah pondasi dari seluruh produk AR di masa mendatang, termasuk pada beberapa hardware yang terkait. 

Untuk kali ini, diharapkan dunia sudah siap untuk menerima kehadiran perangkat AR, entah itu nantinya akan hadir dalam bentuk kacamata atau bentuk lainnya. Sepertinya Google terlalu cepat menghadirkan Google Glass di tahun 2013 silam, di mana saat itu orang-orang lebih berpikir soal masalah privasi, karena perangkat itu dilengkapi kamera di dalamnya. 

Leave a Reply

Send this to a friend