• Our Partners:

Sundar Pichai CEO Google dan Alphabet Inc

Google Larang Iklan Berbau Teori Konspirasi Virus Corona

NESABAMEDIA.COM – Google dikabarkan akan melarang sekaligus mencekal iklan agar tidak berjalan apabila mengandung teori konspirasi virus korona atau pandemi COVID-19. Kebijakan ini berlaku mulai Agustus mendatang.

Di bawah kebijakan baru, pengawas akan dapat menghapus seluruh iklan dari artikel, serta melarang semua iklan untuk situs web yang melanggar aturan baru pada beberapa kesempatan, sebagaimana dilansir oleh CNBC. Google sebelumnya telah melarang iklan yang membuat klaim berbahaya tentang pencegahan dan pengobatan virus corona, termasuk obat-obatan herbal dan jamu.

Larangan baru ini berlaku lebih luas pada sejumlah teori konspirasi coronavirus, seperti keterlibatan miliarder Bill Gates yang terbuang, antivaksin, vaksin dibuat untuk mengendalikan populasi manusia, sangkut paut yang tidak berdasar ke jaringan 5G, dan teori-teori lain seperti elite global, keterlibatan World Health Organization (WHO), maupun perundungan terhadap tenaga kesehatan/farmasi.

Kebijakan ini akan diterapkan pada 18 Agustus 2020, dan pelanggaran akan dihitung berdasarkan ambang batas persentase.

Keputusan ini muncul setelah pejabat kesehatan menyalahkan tipuan coronavirus yang merajalela karena menyebarkan ketakutan dan informasi yang salah secara daring (online). Sementara aturan baru ini akan mencegah penerbit iklan memperoleh keuntungan dari artikel yang menyesatkan tentang wabah. Para ahli epidemiologi dan praktisi kesehatan masih menyarankan agar pembaca mempertimbangkan sumbernya, membaca informasi dengan cermat dan hati-hati, dan melakukan penelitian sendiri sebelum menelan mentah-mentah isu rumor virus coronavirus.

Meskipun ini bukan pertama kalinya Google menangani iklan yang muncul berkaitan dengan informasi palsu atau menyesatkan, larangan baru ini berupaya menangani gelombang informasi palsu di tengah penyebaran pandemi yang kian masif.

Sebelumnya, Google menjadi berita utama untuk melarang pendapatan iklan pada artikel yang memasukkan teori konspirasi tentang penyakit dan potensi penyembuhan, terutama pandangan antivaksin dan antiperawatan yang dapat menyebabkan kerusakan tubuh dan kematian.

Pada 2019, iklan Adwords menyumbang lebih dari 70% dari pendapatan Google sebagaimana yang dilaporkan oleh perusahaan tersebut. Total pendapatan yang dihasilkan oleh perusahaan teknologi binaan ALphabet Inc. tersebut lebih dari $135 miliar dengan bantuan manajer iklan.

Leave a Reply

Send this to a friend