Belajar Hukum Newton 1, 2 dan 3 : Rumus, Bunyi, Contoh Soal dan Pembahasannya

Dunia ilmu pengetahuan semakin bertambah luas dan semakin banyak ilmuan yang melahirkan teori-teori baru yang dapat mempermudah proses pembelajaran ilmu pengetahuan.

Hal ini bisa didapatkan dengan banyak membaca buku pengetahuan dan sumber referensi pengetahuan lainnya. Hal ini bisa meningkatkan daya kembang berfikir anda menjadi lebih menjadi lebih baik.

Salah satu ilmu pengetahuan yang sangat bermanfaat untuk dipelajari adalah Ilmu fisika. Dalam setiap jenjang sekolah, tentu akan ada ilmu fisika yang diterapkan. Sehingga belajar ilmu fisika dapat meningkatkan daya ingat dan konsentrasi kita ketika belajar.

Daftar Isi

Hukum Newton (Bunyi, Rumus, dan Contohnya)

Bunyi Hukum Newton

Hukum Newton adalah hukum yang didefinisikan oleh filsafat dari Inggris yang bernama Sir Isaac Newton. Hukum newton ini menggambarkan hubungan yang terjadi antara gaya yang bekerja pada benda dam gerak yang disebabkan oleh benda tersebut.

Dengan adanya hukum newton ini akan mempermudah ilmuan dan akademisi serta murid untuk memahami bagaimana hukum newton diterapkan. Hukum newton dijadikan sebagai hukum dasar dalam belajar mekanika klasik.

Sehingga dengan memahami alur hukum newton, maka akan lebih mudah untuk memahami teori-teori hukum lainnya. Hukum newton ini terbagi menjadi 3 jenis yaitu Hukum Newton I, Hukum Newton II dan Hukum Newton III.

Hukum Newton I

Hukum Newton I

Hukum Newton 1 menjelaskan bahwa suatu benda akan lebih mempertahankan keadaannya. Sehingga dengan kalimat mudahnya adalah ketika suatu benda diam, maka benda tersebut akan cenderung tetap diam. Dan ketika benda lainnya bergerak, maka benda tersebut juga akan cenderung untuk terus bergerak. Hukum newton I ini bisa disebut dengan hukum kelembaban atau hukum inersia. Bunyi dari hukum newton I ini adalah sebagai berikut:

“Jika resultan pada suatu benda sama dengan nol, maka benda yang diam akan tetap diam dan benda yang bergerak akan tetap bergerak dengan kecepatan tetap”.

Dalam memahami penjabaran Hukum Newton I ini juga terdapat rumus yang digunakan untuk mempermudah pemahaman mengenai hukum newton. Rumus yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar hukum newton I ini adalah ∑F = 0.

Untuk memperdalam pembahasan mengenai hukum newton I, maka terdapat beberapa contoh soal sebagai berikut:

  1. Dalam ruangan terdapat sebuah kubus yang memiliki massa 10 kg (w = 100). Dimana kubus tersebut akan digantungkan dengan tali sehingga terlihat lurus. Jika keadaan kubus adalah diam, maka berapakah tegangan talinya?

Pembahasan:

Diketahui: w = 10kg,

Maka, ∑F = 0

T – w = 0

T – 100 = 0

T = 100 N

  1. Disuatu pagi, terdapat beberapa orang yang melihat disebuah pohon yang berdiri tegak. Disana terlihat sebuah balok yang diikat dan keadaan balok diam. Dimana berat balok yang diikat tadi adalah 5kg (w = 50). Sehingga berapa tegangan tali yang mengikat balok tersebut?

Pembahasan:

Diketahui: w = 50,

Maka, ∑F = 0

T – w = 0

T – 50 = 0

T = 50 N

Hukum Newton II

Hukum Newton II

Hukum Newton 2 menjelaskan mengenai pertambahan laju benda. Dimana ketika suatu benda mengalami pertambahan lajunya jika gaya total yang diberikan arahnya sama dengan arah gerak benda.

Namun, jika arah gaya total yang diberikan pada benda tersebut adalah arah yang berlawanan dengan arah gerak benda, maka laju benda akan semakin kecil atau bahkan benda bisa berhenti. Sehingga bunyi hukum newton II ini adalah sebagai berikut:

“Percepatan sebuah benda berbanding lurus dengan gaya total yang bekerja padanya dan berbanding terbalik dengan massanya. Arah percepatan sama dengan arah gaya total yang bekerja padanya”.

Dalam memahami penjabaran Hukum Newton II ini juga terdapat rumus yang digunakan. Dimana, rumus yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar hukum newton II ini adalah ∑F = m.a

Keterangan:

∑F = gaya total yang bekerja pada benda (N)

m = massa benda (kg)

a = percepatan benda

Untuk memperdalam pembahasan mengenai hukum newton II, maka terdapat beberapa contoh soal sebagai berikut:

  1. Jika sebuah truk bergerak dengan kecepatan 4 m/s2. Dimana truk tersebut memiliki massa sebesar 2 ton. Berapakah gaya yang dihasilkan oleh truk tersebut?

Pembahasan:

Diketahui: m = 2 ton = 2000 kg

a = 4 m/s2

Maka, ∑F = m.a = 2000 x 4 = 8000 N

Hukum Newton III

Hukum Newton III

Hukum Newton 3 menjelaskan bahwa gaya yang diberikan akan sama dengan gaya yang akan diterima kembali. Oleh karena itu, jika kita menginjakkan kaki ke tanah, bisa dikatakan bahwa kita telah memberikan gaya dorong terhadap tanah yang kita injak tersebut. Sehingga proses kita bisa berjalan diatas tanah adalah contoh nyata dari hukum newton III. Hukum newton III berbunyi sebagai berikut:

“Ketika suatu benda memberikan gaya pada benda kedua, benda kedua tersebut memberikan gaya yang sama besar tetapi berlawanan arah terhadap benda pertama”.

Dalam memahami penjabaran Hukum Newton III ini juga terdapat rumus yang digunakan. Dimana, rumus yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar hukum newton III ini adalah F1 = F2 atau F aksi = F reaksi.

Keterangan:

F1 = gaya yang diberikan pada benda 2 (N)

F2 = gaya yang diterima kembali pada benda 1 (N)

Untuk memperdalam pembahasan mengenai hukum newton III, maka terdapat beberapa contoh soal sebagai berikut:

  1. Jika seekor ikan bergerak dengan menggunakan siripnya juga bisa menyebabkan terjadinya gaya aksi-reaksi (hukum newton III), maka bagaimana penjelasan gaya aksi dan reaksi tersebut?

Pembahasan:

Gaya Aksi: gaya dorong yang diberikan sirip ikan terhadap air

Gaya Reaksi: gaya dorong yang diberikan oleh air terhadap sirip ikan. Oleh karena hal itu terjadi, maka ikan bisa bergerak dan berenang didalam air.

Nah, dengan adanya beberapa informasi yang telah disebutkan diatas mengenai Hukum Newton, akan sangat bermanfaat bagi kita dalam menjalankan pembelajaran terkait ilmu fisika.

Dengan adanya banyak hal yang bisa kita manfaatkan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan wawasan berbagai macam hal bisa meningkatkan daya pikir otak menjadi lebih berkembang. Sehingga kita tidak boleh memiliki rasa malas dalam belajar, karena belajar itu tanpa batas. Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda.

Leave a Reply

Send this to a friend