7 Jenis-jenis Tari Berdasarkan Aliran dan Jumlah Penarinya

Tari merupakan gerakkan tubuh yang mengikuti irama musik. Tidak hanya gerakan belaka, tari merupakan sarana untuk mengekspresikan perasaan dan menyampaikan pesan.  Ada tiga unsur dalam tarian, yaitu wiraga (raga), wirama (irama), dan wirasa (rasa).

Nah, tentu kamu sudah tahu bahwa Indonesia memiliki beragam seni tari. Dari Sabang sampai Merauke memiliki tarian daerah yang khas dan unik.  Bahkan menurut Wikipedia, terdapat lebih dari 3000 tarian asli Indonesia. Kita patut bangga akan kekayaan budaya dan seni yang dimiliki bangsa kita.

Nah di artikel kali ini, kita akan membahas sesuatu yang menarik, yaitu jenis-jenis tari yang ada di Indonesia.

Jenis-jenis Tari Berdasarkan Alirannya

Berdasarkan alirannya, ragam tari di Indonesia dibagi menjadi dua jenis, yaitu tari tradisional dan tari kontemporer. Untuk penjelasan masing-masing jenis tari, simak uraian berikut ini.

1. Tari Tradisional

Tari tradisional adalah tari yang tumbuh dan berkembang di suatu daerah tertentu. Tarian ini diwariskan turun-temurun dari satu generasi ke generasi sehingga menjadi budaya masyarakat setempat. Tarian tradisional umumnya memiliki makna atau nilai historis yang dalam, misalnya mengandung nilai-nilai filosofis, simbolis, dan religius yang dianut oleh masyarakat sekitar.

Tarian tradisional juga diiringi oleh alat musik tradisional. Misalnya saja tari Dolalak dari Jawa Tengah yang diiringi alat musik sepasang Kenong. Di Indonesia sendiri, tari tradisional  terdiri dari tiga kategori, yaitu tari klasik, tari kerakyatan, dan tari kreasi baru.

  • Tari Klasik

Jenis-jenis Tari Berdasarkan Alirannya

Tari klasik adalah jenis tari yang lahir di lingkungan keraton. Kemudian tarian ini berkembang dan diwariskan secara turun temurun di kalangan bangsawan.  Tari klasik umumnya memiliki strandardisasi dan berpegang teguh pada paham tertentu. Setiap gerakannya tidak boleh sembarangan dan bahkan memiliki aturan tertulis.

Oleh karena itulah, tidak semua orang dapat membawakan jenis tarian ini. Dan tentu saja, orang biasa tidak boleh menarikan tarian klasik. Ciri-ciri lain dari tari klasik yaitu mengandung makna yang dalam, memiliki nilai estetika yang tinggi, dan disajikan dalam penampilan yang mewah, baik gerakan, kostum, serta riasannya.

Beberapa contoh tari klasik yang ada di Indonesia diantaranya adalah Tari Golek, Tari Bondan, Tari Pethilan, dan Tari Srimpi.

  • Tari Kerakyatan

Jenis-jenis Tari Kerakyatan

Berbeda dengan Tari Klasik, tari kerakyatan adalah jenis tari yang lahir di kalangan masyarakat lokal kemudian berkembang dan diwariskan secara turun temurun hingga saat ini. Beberapa ciri-ciri jenis tari kerakyatan yakni memiliki nuansa sosial yang kuat, merujuk pada adat istiadat serta kebudayaan masyarakat setempat, dan disajikan dengan penampilan yang sederhana, baik gerakan, riasan, maupun kostumnya.

Gerakan dalam tari kerakyatan biasanya digunakan untuk mengekspresikan sukacita. Tidak seperti tarian klasik, tarian kerakyatan umumnya lebih fleksibel terhadap aturan-aturan dan gerakannya bisa bervariasi. Beberapa contoh tari kerakyatan diantaranya adalah Tari Bardin dan Tari Polostomo.

  • Tari Kreasi Baru

Sesuai dengan namanya, tari kreasi baru adalah tari klasik yang dikreasikan, dikembangkan, dan diaransemen sesuai dengan perkembangan jaman. Meskipun begitu, tari kreasi baru tetap mempertahankan nilai-nilai yang terkandung pada tari klasik.

Biasanya tari kreasi baru dikembangkan oleh mereka yang ahli di bidang tari. Beberapa tokoh yang pernah menciptakan tari kreasi baru diantaranya adalah Bagong Kusudiarjo dan Sauti. Beberapa contoh tari kreasi baru adalah Tari Merak, Tari Kupu-kupu, Tari Manipuri, Tari Ongkek Manis, dan Tari Roro Wilis.

2. Tari Kontemporer

Jenis-jenis Tari Kontemporer

Apabila dilihat dari KBBI, arti kontemporer adalah ‘masa kini‘. Maka, tari kontemporer dapat diartikan sebagai jenis tari masa kini yang sudah keluar dari pakem-pakem yang sudah diciptakan sebelumnya. Tari kontemporer berkembang akibat modernisasi  dan tarian ini bersifat bebas atau tidak memiliki pedoman-pedoman tertentu.

Tari kontemporer umumnya diciptakan untuk tujuan tertentu, misalnya khusus untuk acara festival seni tari nasional atau internasional. Tarian ini lebih bersifat eksklusif dan tidak disajikan untuk khalayak umum. Maka dari itu, tidak heran apabila banyak masyarakat yang belum pernah melihat atau bahkan mendengar contoh-contoh tari kontemporer.

Meskipun bersifat bebas, biasanya tari kontemporer tetap membawa tradisi atau budaya lokal. Misalnya, saat mengangkat budaya Tayub disajikan dengan gerakan-gerakan non-tradisi. Iringan musik tradisional dipadukan dengan iringan musik modern.

Jenis Tari Berdasarkan Jumlah Penarinya

Berdasarkan Jumlah Penarinya

Berdasarkan jumlah penarinya, jenis tari dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut.

1. Tari Tunggal (Solo)

Tari tunggal adalah jenis tari yang dimainkan oleh satu orang penari, bisa laki-laki ataupun perempuan. Contoh tari tunggal diantaranya adalah Tari Gatotkaca yang berasal dari Jawa Tengah.

2. Tari Berpasangan (Duet)

Tari berpasangan adalah jenis tari yang dimainkan oleh dua orang penari, bisa antara perempuan dengan perempuan, laki-laki dengan laki-laki, maupun perempuan dengan laki-laki. Contoh tari berpasangan adalah Tari Topeng dari Jawa Barat.

3. Tari Berkelompok (Group)

Tari berkelompok adalah jenis tari yang dimainkan oleh lebih dari dua orang, bisa semuanya laki-laki, semuanya perempuan, atau campur antara laki-laki dan perempuan. Contoh tari berkelompok adalah tari Saman dari Aceh.

Fungsi-fungsi Tari

Setelah belajar mengenai jenis-jenis tari, sekarang kita mau melihat apa saja sebenarnya fungsi tari. Ada lima fungsi tari, yaitu sebagai berikut :

Tari sebagai Upacara

Fungsi pertama tari yaitu sebagai upacara yang merupakan bagian dari tradisi masyarakat. Tari sebagai upacara dilakukan secara turun-temurun  dari generasi ke generasi hingga saat ini. Tari dalam upacara umumnya dilakukan sebagai ritual. Oleh karena itulah, tari-tarian yang dimainkan bersifat sakral dan magis.

Tarian yang digunakan sebagai ritual umumnya tidak menonjolkan keindahan atau kecantikan, melainkan kekuatan yang ditimbulkan, yang dapat mempengaruhi manusia itu sendiri maupun hal-hal di luar dirinya. Ada dua jenis tari yang digunakan sebagai upacara, yaitu tari adat dan agama.

Tari untuk Pertunjukan

Fungsi tari selanjutnya adalah untuk pertunjukan. Tari yang akan dipentaskan biasanya memiliki ide dan konsep yang matang, sisi koreografi yang artistik, serta tema yang terorganisir sehingga dapat ditampilkan dengan indah.

Tari untuk Hiburan

Tari juga dapat digunakan sebagai hiburan. Berbeda dengan tari yang akan dipentaskan, tari yang digunakan untuk hiburan tidak terlalu menuntut konsep yang sempurna. Tarian ini diadakan hanya untuk menghibur penonton semata. Biasanya tari yang ditujukan untuk hiburan akan diiringi oleh alunan musik yang menghibur. Gerakannya bebas, menyesuaikan nilai, adat, maupun tradisi yang ingin diangkat.

Tari Kesenian

Tari biasanya diadakan ketika momen kesenian. Tujuannya yaitu untuk memperkenalkan dan melestarikan tari-tarian yang ada di Indonesia. Jenis tari yang dibawakan umumnya juga tari tradisional. Selain  untuk melestarikan, tari-tarian ini diangkat pada momen kesenian juga untuk menghargai warisan budaya dari generasi-generasi sebelumnya.

Tari Pergaulan

Tari juga bisa digunakan untuk berinteraksi dengan sesama. Ciri-ciri tarian ini yaitu gerakannya yang lincah dan komunikatif.

Nah, mungkin sekian artikel kali ini mengenai jenis-jenis tari. Semoga penjelasan di atas dapat menambah wawasan pembaca. Terima kasih.

Leave a Reply

Send this to a friend