Kebijakan Lockdown Covid-19 di Cina, Ganggu Produksi Chipset

Kebijakan Lockdown Covid-19 di Cina, Ganggu Produksi Chipset

NESABAMEDIA.COMDi kala pemerintah dan pengusaha berusaha meningkatkan kapasitas pabrik semikonduktor mereka, Cina mengalami penurunan karena pemberlakuan kebijakan lockdown akibat Covid-19 yang kembali mewabah di wilayah mereka.

Menurut informasi yang diterima nesabamedia.com, produksi semikonduktor Cina mengalami penyusutan untuk pertama kalinya sejak awal 2019, karena permintaan konsumen yang menurun dan berlakunya lockdown. 

Produksi Integrated Circuit (IC) turun sebesar 4,2% pada kuartal pertama 2022, seperti yang dilaporkan oleh Biro Statistik Nasional. Ini adalah penurunan produksi paling tajam sejak kuartal pertama tahun 2019, ketika tingkat produksi kala itu merosot sebesar 8,7%. 

Wilayah pembuat chipset utama di Cina, termasuk Shanghai menghadapi pemberlakuan lockdown selama satu bulan yang dimulai pada tanggal 5 April menyusul lonjakan kasus Covid-19. Wilayah itu adalah kota metropolis teknologi yang ramai dengan kontribusi lebih dari 3% dari total PDB Cina, dan 10% dari total perdagangan negara tersebut sejak tahun 2018.

Hal ini telah menyebabkan sejumlah pabrik termasuk pabrik milik Semiconductor Manufacturing International Corp. (SMIC), dan Hua Hong Semiconductor yang paling terkena dampak dari kebijakan tersebut. 

Perusahaan perangkat keras Cina pun mencoba mengambil sejumlah langkah antisipasi atas meningkatnya gangguan rantai pasokan, akibat semakin banyak wilayah yang mengumumkan tindakan pencegahan yang lebih ketat menyusul laporan kasus Covid lokal yang terus bertambah. 

Tidak hanya produk elektronik konsumen saja, tetapi penjualan mobil juga mengalami kemerosotan pada bulan lalu di Cina. Pabrik milik Toyota, Volkswagen, dan Tesla bahkan telah menghentikan produksi dan menutup pabrik mereka selama berminggu-minggu sebagai tindak lanjut kebijakan lockdown yang diterapkan pemerintah.

Baik Toyota maupun Volkswagen telah menangguhkan produksi mereka di pabrik masing-masing di Chanchun pada pertengahan Maret tahun ini. 

Rendahnya permintaan untuk produk mobil dan elektronik konsumen di Cina telah terpukul cukup hebat oleh kebijakan lockdown yang mengakibatkan kemampuan produksi yang buruk. Sementara produsen mobil dan perusahaan semikonduktor secara bertahap bersiap untuk melanjutkan operasional, sayangnya kapan untuk bisa melakukan operasional dalam skala penuh masih belum bisa dipastikan.

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Send this to a friend