Kisah Di Balik Tux, Penguin Legendaris Linux

Kisah Di Balik Tux, Penguin Legendaris Linux

NESABAMEDIA.COMMungkin anda telah melihat sebuah logo dengan gambar penguin di suatu tempat di internet ketika membaca sesuatu mengenai Linux. Lalu bagaimana bisa penguin menjadi maskot resmi Linux. 

Apa hal pertama yang muncul di benak anda ketika memikirkan soal Linux? Jika itu adalah seekor penguin yang gendut, maka itu adalah Tux, ikon dari Linux yang melegenda. Namun tahukah anda, masa-masa keemasan Linux terjadi lima tahun sebelum mereka menggunakan penguin sebagai brand ambassador. 

Cerita di balik bagaimana ikon terkenal itu lahir dan bagaimana Tux dijadikan nama dari penguin ikonik Linux, menjadikannya sebuah trivia yang menarik, khususnya jika anda adalah penggemar dari kernel open-source dan turunannya. 

Ditulis oleh Linus Torvalds pada tahun 1991, Linux adalah kernel berbasis komponen open-source sebelum menjadi basis bagi ribuan distribusi turunan. Komunitas pengembang melihat adanya sesuatu yang menjanjikan pada Unix sebagai alternatif sistem operasi berlisensi bebas dan mereka berupaya meningkatkan Linux dengan berkontribusi pada sejumlah proyek di dalamnya. 

Kisah ini berawal dari perjalanan Torvalds di sebuah kebun binatang di Australia pada tahun 1993, di mana saat itu dia digigit oleh seekor penguin yang ada di sana. Kemudian pengembang bernama Alan Cox pada tahun 1996 membagikan desain kartun yang dia buat dari sebuah gambar penguin yang ditemukan oleh Torvalds, yang terinspirasi dari penguin yang pernah menggigitnya. 

Perut dari gambar penguin tersebut menarik perhatian Torvalds, yang menginginkan sebuah logo brand yang tidak memberikan kesan mengintimidasi. penguin itu akhirnya dipilih sebagai logo, setelah menyisihkan karakter lain seperti rubah, elang, sampai hiu, yang disarankan oleh pengguna di forum. 

Versi final dari penguin Linux yang kita kenal sekarang adalah hasil karya Larry Ewing. Dia mendesain sebuah potret digital dari penguin menggunakan aplikasi penyuntingan gambar GIMP. Kemudian, penguin tersebut pun juga mendapatkan nama Tux, yang merupakan singkatan dari Torvalds Unix. 

Kini Linux telah berusia hampir 40 tahun, dan Tux telah memberikan faktor engagement sangat besar dalam pencitraan brand serta merchandising sistem operasi open-source itu. Sesuatu yang mungkin tidak dimiliki oleh logo Apple dan Microsoft. Selama beberapa dekade itu, Tux pun telah menjadi wajah dari Linux.

Tags:
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Send this to a friend