Tuduhan Monopoli Bisnis Google di India

Komisi Persaingan Bisnis India Akan Investigasi Tuduhan Monopoli Yang Dilakukan Google

NESABAMEDIA.COMGoogle dituduh lakukan monopoli – Teknologi membuat hidup kita menjadi mudah, dan perusahaan besar menghadirkannya jauh lebih mudah lagi dengan beragam layanan yang terintegrasi, hingga membentuk ekosistemnya sendiri.

Namun semakin lama, banyak beredar sekali kabar yang menyebut sejumlah raksasa teknologi dunia mungkin menjadi terlalu besar untuk pasar mereka. Tak lain hal ini terkait dengan masalah monopoli, yang belakangan disematkan pada sejumlah nama besar di dunia teknologi.

Baru-baru ini di Amerika bahkan dilakukan persidangan terkait soal monopoli dagang yang menyeret sejumlah nama seperti Apple, Facebook, Amazon dan Google. Mereka dianggap terlalu dominan dalam menguasai pasar, sehingga banyak perusahaan kecil yang akhirnya tersingkir karena tidak mampu bersaing secara fair. 

Google mungkin yang paling sering disebut dalam sejumlah kasus Antitrust dan monopoli bisnis. Sebelumnya perusahaan tersebut menjalani sidang dengan tuntutan dari pengadilan tinggi di Amerika, dan kasusnya masih bergulir. Belum selesai, kini Google juga tersangkut kasus yang sama dan kali ini pemerintah India yang mengajukan tuntutan.

Competition Commission of India (CCI) telah membuka investigasi melawan Google Play dan Google Pay karena terlalu mendominasi pasar di negara tersebut, sehingga dianggap melakukan monopoli yang tidak wajar. 

Sama seperti investigasi yang ada di seluruh dunia, investigasi yang dilakukan CCI berfokus pada dominasi yang dilakukan Google, dengan memanfaatkan dominasi dan posisi yang mampu memonopoli pasar dengan cara tidak wajar, sehingga mengakibatkan banyak kompetitornya tidak mampu bersaing. 

CCI akan menyelidiki tuntutan yang dilayangkan atas dominasi Google atas segala hal yang terkait dengan Android dan juga Google Play Store dan bagaimana hal tersebut bisa berdampak pada layanan Google Pay mereka. Berikut beberapa hal yang menjadi sorotan dari CCI :

  • Eksklusivitas yang didapat terkait pembayaran untuk pembelian aplikasi dan juga pembelian di dalam aplikasi, seperti Google yang memotong 30 persen dari semua transaksi yang dilakukan di dalam aplikasi Android, kini tengah diinvestigasi
  • Mewajibkan OEM untuk memasang Google Pay sebagai bagian dari GMS di Android
  • Google dianggap melakukan manipulasi dalam fitur pencarian di Play Store, sehingga hasil yang diutamakan untuk muncul adalah milik Google Pay. Meskipun pengguna memasukkan kata kunci paling spesifik, yang muncul tetap Google Pay, sementara kompetitornya berada jauh dibawahnya
  • Penempatan aplikasi yang ditonjolkan oleh Google di Play Store adalah yang mendukung Google Pay, termasu aplikasi dengan label “Pilihan Pengguna”, “Pilihan Editor”, ataupun “Aplikasi Gratis Teratas.”
  • Google memprioritaskan iklan Google Pay di Play Store, meski sebenarnya pengguna sedang mencari aplikasi kompetitor seperti PayTM dan Phonepe. Hal ini memang belum dijadikan fokus investigasi, namun telah masuk dalam daftar tuduhan

Perlu dicatat bahwa statusnya saat ini masih sebatas tuduhan, dan CCI baru akan mulai melakukan penyelidikan. Namun pihak CCI juga memberikan kesempatan kepada pihak yang tertuduh, dalam hal ini Google, untuk menyampaikan pembelaanya. 

Tak lama berselang, pihak Google pun merilis pernyataan mereka terkait tuduhan yang dialamatkan kepada perusahaan mereka. Dalam pernyataan itu mereka berterima kasih kepada CCI karena menolak sejumlah tuduhan dari klaim anonim tersebut. Pihaknya juga menjelaskan bahwa selama ini Google Pay telah cukup fair dalam bersaing dengan para kompetitor mereka. 

Kemudian Google juga menjelaskan bahwa selama ini masih banyak App Market selain dari Google Play Store. Akan tetapi karena pengguna lebih percaya terhadap Play Store dari segi keamanan dan fungsinya, maka pihaknya juga tidak bisa berbuat banyak jika akhirnya Play Store menjadi lebih mendominasi. 

Sistem pembayaran yang ada di Google Play selama ini telah menjadi aspek fundamental untuk memenuhi kebutuhan pengguna akan sistem transaksi yang handal dan aman, dan oleh karenanya pihaknya akan terus mengembangkan sistem yang ada untuk tetap memastikan kepuasan pengguna.

Tags:

Leave a Reply

Send this to a friend