Emmanuel Macron President of France and Xi Jinping President of China - Huawei di Prancis

Macron: Prancis Tak Larang Huawei, Tapi Utamakan 5G Buatan Eropa

NESABAMEDIA.COM – Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa negaranya tidak mengecualikan perusahaan telekomunikasi China Huawei dari jaringan telekomunikasi 5G yang mulai dikembangkan, tetapi pihaknya cenderung mendukung penyedia Eropa karena alasan keamanan, efektivitas infrastruktur, dan biaya.

Pemimpin Prancis itu berbicara setelah bertemu dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi yang sedang berkunjung di Paris pada hari Jumat (28/8/2020).

Macron mengatakan dia telah memberi tahu Presiden Tiongkok Xi Jinping tentang preferensinya untuk perusahaan seperti Ericsson (Swedia) dan Nokia (Finlandia), dengan mengatakan “Anda akan melakukan hal yang sama seperti saya.”

“Itu normal bahwa … kami menginginkan solusi Eropa” karena pentingnya “keamanan komunikasi kami,” kata Macron kepada wartawan.

Badan keamanan informasi Prancis ANSSI (Agence nationale de la sécurité des systèmes d’information) pada bulan lalu mengatakan bahwa Huawei Technologies Ltd. tidak akan dilarang dari Prancis, tetapi operator telekomunikasi Prancis yang membeli teknologinya hanya akan bisa mendapatkan lisensi terbatas hingga delapan tahun. Pemerintah Prancis mengatakan akan membatasi teknologi 5G Huawei untuk melindungi pangkalan militer, instalasi nuklir, dan situs sensitif lainnya.

Huawei berada di tengah perselisihan besar antara Washington dan Beijing mengenai teknologi dan keamanan. Pejabat Amerika Serikat di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump menyatakan Huawei adalah risiko keamanan, yang disangkal oleh perusahaan, dan melobi Eropa dan sekutu lainnya untuk menghindari teknologinya saat mereka meningkatkan ke jaringan generasi berikutnya.

Namun, di tengah gempuran boikot dan larangan, Huawei masih cukup dominan di pangsa pengguna ponsel dan peralatan elektronik lainnya di negaranya sendiri.

Bahkan, ia semakin mandiri dengan memproduksi ponsel tanpa Sistem Operasi Android dan sukses diminati warga lokal dan mancanegara. Awal tahun ini saja, Huawei nekat membuka toko resmi di tengah merebaknya pandemi COVID-19 dan mendapat sambutan dan antusiasme dari para penggemar setianya.

China, sementara itu, mencoba mendorong orang Eropa untuk menjamin akses ke pasar mereka bagi perusahaan telekomunikasi dan teknologi China. Menteri Luar Negeri Cina pun menegaskan bahwa apabila WeChat dilarang, tidak ada alasan bagi warga Tiongkok untuk tetap menggunakan produk Apple.

Leave a Reply

Send this to a friend