Browser Edge dan Google Chrome di Windows 10

Market Share Chrome Anjlok, Sementara Edge dan Windows 10 Meningkat Pesat

NESABAMEDIA.COMEdge vs Chrome di Windows 10 – Lembaga survei teknologi ternama, Netmarketshare, kembali merilis performa sejumlah sistem operasi komputer dan juga program di dalamnya untuk bulan Oktober 2020 ini. Dalam laporan yang dirilis tersebut, adalah Windows 10 yang mengalami peningkatan market share cukup signifikan. 

Tak hanya sistem operasinya, market share program browser besutan Microsoft yakni Edge juga turut naik. Sementara di sisi lain, pesaing dari Edge yakni Google Chrome justru tercatat mengalami penurunan market share pada bulan Oktober ini.

Dalam market share untuk sistem operasi, Windows 10 mencatatkan kenaikan menjadi 64,4 persen daripada bulan lalu yang berada di angka 61,26 persen. Kemudian sistem operasi lain milik Microsoft yakni Windows 7, mengalami penurunan cukup signifikan dari 22,77 persen menjadi 20,41 persen. 

Kemudian untuk sistem operasi milik Apple, MacOS, market share-nya juga tercatat mengalami penurunan dari 5,11 persen menjadi 4,88 persen. Sementara Linux yang saat ini sedang gencar-gencarnya diintegrasikan dengan Windows 10, mengalami sedikit kenaikan market share dari 1,14 persen menjadi 1,65 persen.

Hal menarik terjadi pada market share untuk program browser, di mana dua kekuatan besar yakni Microsoft Edge dan Google Chrome bersaing cukup sengit, untuk mendominasi kategori aplikasi penjelajahan internet itu, khususnya saat dijalankan di Windows 10. 

Market share browser Google Chrome tercatat mengalami penurunan pada bulan Oktober ini, dari yang sebelumnya berada di angka 69,94 persen, turun menjadi 69,25 persen. Sementara browser milik Microsoft justru mengalami peningkatan cukup tajam dari 8,84 persen menjadi 10,22 persen. Walaupun market share-nya turun, Chrome sejauh ini masih mendominasi. Namun untuk berapa lama lagi?

Strategi yang diambil oleh Microsoft sepertinya sangat efektif, dengan menggunakan pemrograman dasar milik Chrome, yakni Chromium. Meskipun langkah tersebut cukup nekat dan bisa disebut sebagai sebuah lompatan yang sangat besar. Microsoft sebelumnya mematikan Edge yang menggunakan pemrograman dasar buatan mereka sendiri, dan kemudian beralih ke pemrograman open-source milik Google. 

Selain itu, faktor lain yang ditengarai menjadi pendukung kenaikan market share browser Edge adalah promosi gencar-gencaran yang dilakukan oleh Microsoft. Seperti yang diberitakan sebelumnya, Microsoft sangat agresif dengan menempatkan iklan di halaman pengaturan Windows 10 pengguna, dan juga menjadikan Edge sebagai browser default mereka yang pertama kali memasang sistem operasi tersebut. 

Sementara Firefox yang gagal menjadi pesaing utama Chrome, mampu mencatatkan kenaikan market share meski tidak terlalu banyak. Tercatat market share Firefox beranjak dari angka 7,19 persen, naik menjadi 7,22 persen. 

Leave a Reply

Send this to a friend