Xiaomi Mi A3 Android 11 Crash

Muncul Petisi Tuntut Xiaomi, Karena Pembaruan Android 11 Bikin Mi A3 Rusak

NESABAMEDIA.COMPesta tahun baru yang meriah, sepertinya tidak dialami sepenuhnya oleh para pengguna smartphone Xiaomi Mi A3. Pasalnya mereka justru membuat petisi yang berisi komplain atas terjadinya masalah pada pembaruan Android 11, yang membuat perangkat smartphone mereka tidak bisa digunakan.

Mi A3 sendiri diluncurkan pada tahun 2019 silam, namun Xiaomi akhirnya memutuskan untuk meluncurkan Android 11 di smartphone itu pada 31 Desember 2020. Bencana itu pun datang, ketika Xiaomi meluncurkan pembaruan sistem operasi tersebut.

Para pengguna Xiaomi Mi A3 komplain, karena pembaruan Android 11 membuat smartphone mereka mengalami ‘Brick’, dan bahkan salah seorang pengguna memulai petisi di halaman Change.org, meminta ganti smartphone ke Xiaomi secara gratis. 

Adalah akun bernama Vaibhav Sharma yang menyerukan, “Kami menuntut adanya penggantian atau perbaikan gratis untuk perangkat Mi A3 kami yang rusak akibat pembaruan Android 11.”

Sharma mengaku bahwa setelah memasang pembaruan Android 11, perangkat Mi A3-nya tidak bisa digunakan. Saat ingin melakukan perbaikan, pihak dari pusat layanan Mi Authentic meminta biaya perbaikan sebesar Rp2 juta. Pihak Mi Authentic mengatakan jika perangkatnya tidak mau direstart, dan menjelaskan bahwa Mi A3 itu mengalami ‘dead motherboard’. 

Petisi Xiaomi Mi A3 Android 11 Crash

Petisi Xiaomi Mi A3 Android 11 Crash

Dalam petisi yang dibuat oleh Sharma, dia menuliskan tuntutan sebagai berikut:

“Pada pagi hari tanggal 31 Desember 2020, perangkat Mi A3 menerima peningkatan software yang diklaim untuk memperbaiki bug yang ada, dan menjanjikan performa perangkat saya menjadi lebih baik setelah memasang Android 11. Pengguna pun kemudian melakukan unduhan dan pemasangan, karena hal tersebut dikirim oleh pihak Xiaomi. 

Namun yang terjadi kemudian perangkat saya tidak bisa direstart, dan setelah membawanya ke Mi Authentic untuk mendapatkan perbaikan, mereka mengatakan bahwa perangkat Mi A3 saya mengalami ‘dead motherboard’ dan oleh karenanya membutuhkan biaya sebesar Rp2 juta.”

Sharma pun bersikukuh tidak akan mau membayar biaya perbaikan, karena perangkat mereka rusak disebabkan oleh pembaruan yang dikirimkan oleh Xiaomi secara resmi. Dirinya pun meminta penjelasan atas masalah yang dialami semua pengguna Mi A3, entah itu perbaikan gratis atau penggantian perangkat baru dari Xiaomi.

Sementara itu hingga berita ini diturunkan, pihak Xiaomi belum mengetahui atas masalah yang terjadi ini. Mereka juga menjelaskan bahwa pihaknya juga tidak meminta pengguna untuk mengunduh pembaruan sistem operasi tersebut.

Leave a Reply

Send this to a friend