Pengguna Microsoft Windows 7 Masih Jutaan

Setahun Dimatikan, Windows 7 Masih Digunakan Jutaan Pengguna

NESABAMEDIA.COMSistem operasi Windows 7 telah mencapai masa akhir dukungan pada Januari tahun 2020 lalu. Namun pangsa pasar mereka rupanya tidak turun secara signifikan dalam kurun waktu 11 bulan terakhir ini, dan mereka yang masih menggunakan Windows 7 ini, tentunya mengabaikan tawaran peningkatan gratis ke Windows 10 yang diberikan Microsoft.

Windows 7 pertama kali dirilis pada tahun 2009, dan Microsoft mulai menarik dukungan utama pada tahun 2015. Kemudian pada 14 Januari 2020, mereka mengakhiri perilisan pembaruan keamanan dan dukungan teknis untuk Windows 7. Pengguna pun kemudian diminta untuk meningkatkan ke Windows 10 yang lebih baru. Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa masih ada jutaan pengguna yang tidak mau berpaling dari Windows 7.

Dari laporan terkini yang dirilis oleh NetMarketShare dan StatCounter, sistem operasi Windows 7 masih aktif, setidaknya sebanyak 17 persen dari penggunaan PC berbasis Windows. Lebih lanjut StatCounter melaporkan bahwa Windows 7 masih menghidupi 17.6 persen perangkat, di mana jumlah ini mengalami penurunan sekitar 8 persen jika dibandingkan pangsa pasar pada bulan Januari lalu yang sebesar 25,56 persen.

Pangsa Pasar Windows di November 2020

Pangsa Pasar Windows di November 2020

Sementara itu, NetMarketShare melaporkan bahwa pangsa pasar Windows 7 masih berada di angka 21 persen, yang mengalami penurunan sebanyak 10 persen dibandingkan pada posisi di bulan Januari 2020. 

Salah satu penggunanya diketahui adalah mereka yang bekerja di lembaga pemerintah Amerika Serikat sebanyak 18,9 persen dan sementara 75,8 persen menggunakan Windows 10. 

Keberadaan Windows 7 yang masih bertahan di pasar perangkat desktop bukan berarti bahwa Windows 10 sedang mengalami masalah. Faktanya, Windows 10 sendiri berjalan di lebih dari 1 milyar perangkat dan pangsa pasar mereka secara konsisten mengalami kenaikan.

Lalu apa alasan masih banyak pengguna yang memakai Windows 7? Jawabannya, para pengguna ini masih bergantung pada masalah kompatibilitas hardware. Jadi jika mereka meningkatkan ke Windows 10, itu artinya mereka harus membeli PC baru. 

Sedangkan alasan lainnya, adalah karena masalah antarmuka dan pengalaman. Bagi sebagian orang, menggunakan alat yang berbeda dari apa yang telah mereka gunakan selama ini bukanlah keputusan yang bijak. Kualitas pembaruan di Windows 10 juga demikian, meski pihak Microsoft terus berusaha mengatasinya. 

Diperkirakan pangsa pasar Windows 10 akan lebih meningkat lagi di tahun 2021 ini, ketika Microsoft akan meluncurkan Windows 10X dan pembaruan Sun Valley, yang bertujuan menjadikan Windows sebagai sistem operasi yang lebih baik.

Bambang

Pernah menjadi jurnalis dan juga Social Media Manager di Merdeka.com selama lebih dari 2 tahun, sebelum akhirnya mengerjakan sejumlah proyek website yang dioptimasi dan dimonetisasi Google Adsense. 

Kini sedang aktif dalam pembuatan konten Youtube dokumenter bertema sosial serta menjadi penulis konten untuk sejumlah website. 

Leave a Reply

Send this to a friend