Peneliti Ciptakan Metasurface, Teknologi Pencitaan Nano Untuk Diagnosa Penyakit Menggunakan Smartphone

Peneliti Ciptakan Metasurface, Teknologi Pencitaan Nano Untuk Diagnosa Penyakit Menggunakan Smartphone

Sejumlah peneliti dari Universitas Melbourne dan Australian Research Council Center of Excellence for Transformative Meta-Optical Systems (TMOS), telah menerbitkan penelitian mengenai teknologi ACS Photonics, yang mendemonstrasikan bagaimana metasurface, yang memiliki ketebalan hanya beberapa ratus nanometer, bisa membantu teknologi phase-imaging.

Metasurface itu cukup kecil untuk bisa masuk ke dalam lensa kamera smartphone atau kamera kecil lainnya. Teknologi optik mikroskopis ini seringkali digunakan untuk menganalisa perubahan di tingkat sel biologis untuk mendiagnosa penyakit. Saat ini, teknik ini memerlukan pewarnaan sel dengan bahan kimia di lingkungan laboratorium dan menggunakan mikroskop pencitraan fase khusus. 

Mereka membuat elemen sel biologis yang sebelumnya tidak terlihat menjadi terlihat, memungkinkan identifikasi penyakit pada tahap awal. Mikroskop pencitraan fase, sangat besar dan mahal, menjadikannya berada di luar jangkauan praktik medis jarak jauh. 

Teknik inovatif ini mungkin suatu hari nanti mengarah pada deteksi penyakit yang bisa dilakukan secara mandiri di rumah, di mana pasien bisa mendapatkan sampel mereka melalui air liur atau tusukan jarum, dan kemudian mengirimkan gambar ke laboratorium di mana pun. Analisis dan diagnosis penyakit kemudian akan dilakukan di laboratorium.

Pemimpin penelitian itu, Dr. Lukas Wesemann dari Universitas Melbourne mengatakan bahwa metasurface bisa mengubah cahaya yang melewatinya untuk membuat elemen yang sebelumnya tidak terlihat seperti sel biologis hidup bisa terlihat. 

“Kami menciptakan metasurface dengan susunan batang kecil, nanorod, pada permukaan datar, yang diatur sedemikian rupa untuk mengubah sifat cahaya yang tidak terlihat, yang disebut fase, menjadi gambar normal yang terlihat oleh mata manusia, atau kamera konvensional. Metasurface ini mampu membuat gambar pseudo-3D dengan kontras tinggi, tanpa pemrosesan komputer lanjutan,” terang Wesemann.

Wesemann menambahkan dengan membuat perangkat diagnostik medis lebih kecil, murah dan portabel, akan membantu daerah yang kurang beruntung mendapatkan akses ke perawatan kesehatan yang saat ini hanya tersedia untuk negara-negara maju.

Sementara itu, Ann Roberts selaku kepala investigasi TMOS di Universitas Melbourne menjelaskan bahwa penelitian ini merupakan terobosan mengesankan dalam bidang pencitraan fase. Dirinya menyimpulkan bahwa ini hanyalah puncak dari gunung es dalam hal bagaimana metasurface akan secara lengkap menggambarkan kembali optik konvensional dan akan berujung pada generasi baru perangkat mini. 

Editor: Muchammad Zakaria

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Send this to a friend