Pengertian Analisis, Fungsi dan Tujuan, Jenisnya Beserta Contoh Analisis

Pengertian Analisis

Apa pengertian dari analisis ? Dilihat dari segi bahasanya, kata analisis berasal dari bahasa Yunani Kuno “analusis” yang terbentuk dari dua suku kata yakni “ana” yang berarti kembali dan “luein” yang artinya melepas. Jika digabungkan, arti kata “analusis” adalah melepas kembali atau menguraikan. Kata ini ini kemudian diserap kedalam bahasa Indonesia menjadi “analisis”.

Secara umum, analisis adalah aktivitas dalam mengamati sesuatu objek dengan menguraikan komponen pembentuknya dan menyusun kembali komponennya agar bisa dikaji secara detail. Dalam pengertian lain, analisis merupakan kemampuan memecahkan atau menguraikan materi menjadi komponen-komponen yang lebih kecil sehingga mudah untuk dipahami dan dikaji.

Istilah analisis seringkali dikaitkan dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan seperti ilmu sosial, ilmu alam (sains), ilmu ekonomi, ilmu bahasa dan ilmu lainnya. Yang pasti, semua objek yang ada di muka bumi dapat dianalisis, hanya saja menggunakan cara dan metode analisis yang berbeda tergantung jenis objek yang akan dikaji. Metode yang digunakan dalam kegiatan analisis disebut dengan metode ilmiah.

Pengertian Analisis Menurut Para Ahli

Pengertian Analisis adalah

Untuk memahami pengertian analisis lebih mendalam, perhatikan beberapa pendapat para ahli mengenai pengertian analisis dibawah ini.

1. Robert J. Schreiter

Pengertian analisis menurut Robert J. Schreiter diibaratkan seperti “membaca” teks dengan menempatkan berbagai tanda dalam interaksi yang dinamis dan pesan-pesan yang disampaikan melalui proses.

2. Husein Umar

Menurut Husein Umar, pengertian analisis adalah suatu proses tahapan pekerjaan yang dilakukan sebelum riset dan didokumentasikan dalam tahapan bentuk laporan.

3. Anne Gregory

Anne Gregory berpendapat bahwa analisis merupakan langkah atau tahapan pertama yang dilakukan dalam proses perencanaan.

4. Effrey Liker

Pengertian analisis menurut Effrey Liker adalah waktu yang digunakan dalam aktivitas mengumpulkan sumber (akar) atau bukti baru untuk menyelesaikan suatu masalah.

5. Minto Rahayu

Menurut Minto Rahayu, analisis adalah suatu cara yang digunakan dalam membagi sebuah subyek kedalam komponen-komponen. Atau dengan kata lain, analisis menurut Minto meliputi melepaskan, menanggalkan, menguraikan sesuatu yang terikat padu.

6. Dwi Prastowo Darminto

Dwi Prastowo Darminto berpendapat bahwa analisis diartikan sebagai bentuk penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri, serta hubungan antar bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti secara keseluruhan.

7. Wiradi

Menurut Wiradi, pengertian analisis berkaitan dengan aktivitas yang memuat proses mengurai, memilah dan membedakan sesuatu yang kemudian digolongkan dan dikelompokkan menurut kriteria tertentu untuk menemukan makna dan hubungannya masing-masing.

8. Rifka Julianty

Analisis menurut Rifka Julianty adalah suatu penguraian pada pokok atas bagiannya yang kemudian ditelaah dan dihubungkan antara bagian untuk mendapatkan pengertian dan pemahaman yang tepat.

Fungsi dan Tujuan Analisis

fungsi dan tujuan analisis

Berdasarkan pengertian diatas, sudah dapat diketahui ada beberapa fungsi dari analisis diantaranya mengumpulkan sejumlah data yang diperoleh dari lingkungan tertentu, menentukan sasaran yang diperoleh secara spesifik, memilih metode alternatif untuk memecahkan masalah dan menentukan metode diantara yang terbaik untuk memperoleh rancangan yang tepat guna (sesuai dengan kebutuhan).

Sebagai contoh, sebelum membangun perusahaan atau pabrik di suatu tempat perlu diperhatikan beberapa faktor pendukungnya. Hal itu bertujuan untuk mengetahui apakah pembangunannya menguntungkan atau merugikan.

Sedangkan tujuan dasar analisis adalah mengidentifikasi sejumlah data yang diperoleh dari populasi tertentu agar dapat diperoleh kesimpulan. Nantinya, kesimpulan ini akan digunakan para pelaku analisis untuk menentukan kebijakan, mengambil keputusan dalam menyelesaikan suatu permasalahan.

Jenis-Jenis Analisis

Terdapat 2 jenis analisis yang bisa Anda pilih, yaitu analisis logika dan analisis realis. Berikut ini merupakan penjelasan dari kedua jenis analisis tersebut.

1. Analisis Logika

Analisis logika atau logik merupakan jenis analisis yang memiliki konsep dengan melakukan pemecahan sesuatu ke bagian-bagian yang memuat keseluruhan atas landasan prinsip tertentu. Hal ini bertujuan untuk menjelaskan himpunan yang terbentuk sehingga mudah dibedakan. Analisis logik ini terbagi menjadi 2, yaitu analisis universal dan dikotomi.

  • Analisis universal – pemerincian atau penguraian dari term umum ke term-term khusus yang menjadi komponen penyusunnya.
  •  Analisis dikotomi – penguraian berdasarkan dua kelompok yang saling terpisah, yaitu term positif dan term negatif. Atau dapat dikatakan bahwa analisis dikotomi ini didasarkan atas hukum logika “prinsip eksklusi tertii”, yakni prinsip penyisihan jalan tengah. Dengan begitu, analisis ini beranggapan bahwa kemungkinan ketiga bukan merupakan jalan tengah.

2. Analisis Realis

Analisis realis merupakan penguraian yang memiliki konsep urutan benda yang berdasar pada sifat perwujudan bendanya. Analisis realis terbagi kedalam dua macam, yaitu analisis esensial dan analisis aksidental.

  • Analisis esensial – penguraian berdasarkan unsur dasar penyusunnya.
  • Analisis aksidential – penguraian berdasarkan sifat-sifat yang menyertai perwujudannya.

Contoh Analisiscontoh analisis

SWOT adalah salah satu contoh analisis yang sering diterapkan dalam berbagai bidang dalam kehidupan. Contoh analisis ini menggunakan panduan sistematis atau kerangka dalam menjalankan diskusi untuk menghasilkan tujuan yang ingin dicapai. Selain itu, analisis SWOT sering digunakan oleh perusahaan sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan untuk mengembangkan bisnis yang sedang digeluti.

Analisis SWOT merupakan kepanjangan dari S (Strength), W (Weakness), O (Oppurtunity) dan T (Threats). Strength digunakan untuk mempelajari kekuatan yang dimiliki oleh suatu perusahaan dari para pesaingnya untuk dapat menguasai pasar. Weakness digunakan untuk mempelajari kelemahan yang dimiliki agar tetap bertahan.

Oppurtunity digunakan untuk mencari peluang atau terobosan baru yang memungkinkan perusahaan tetap dapat berkembang dimasa mendatang. Sedangkan threats digunakan untuk mempelajari ancaman yang mungkin akan menyebabkan kemunduran bagi perusahaan.

Sekian pembahasan lengkap mengenai pengertian analisis, fungsi dan tujuan, jenis-jenisnya beserta contoh analisis. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan Anda dan terima kasih.

Leave a Reply

Send this to a friend